Soal Debt Collector, Kuasa Hukum Ruben Onsu Bongkar Kronologi yang Diklaim Jadi Awal Polemik Panjang dengan Sarwendah
- Kolase tvOnenews / YouTube ADIEZ GILANG - Sarwendah Official
tvOnenews.com - Perselisihan hukum antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas.
Kali ini, kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, membeberkan kronologi yang menurutnya menjadi awal munculnya polemik terkait debt collector, cicilan mobil, hingga pinjaman bank bernilai miliaran rupiah.
Dalam keterangannya yang dikutip dari kanal YouTube Cumicumicom, Minola menegaskan bahwa persoalan bermula dari pembelian sebuah mobil yang dilakukan Ruben melalui fasilitas leasing.
- ChatGPT.com
Ia menjelaskan transaksi tersebut terjadi setelah Ruben dan Sarwendah tidak lagi berstatus sebagai suami istri.
Menurut Minola, seluruh dokumen pengajuan kredit kendaraan tersebut hanya mencantumkan identitas Ruben sebagai debitur.
Bahkan, alamat yang digunakan untuk proses penagihan disebut merupakan tempat tinggal Ruben, bukan rumah di kawasan Cilandak.
"Awalnya kan ini terkait dengan masalah mobil kan. Ya, mobil yang dibeli oleh Ruben Onsu secara leasing gitu ya. Dan itu pembelian mobil itu kan dilakukan ketika mereka sudah tidak terikat suami istri lagi," ujar Minola.
- YouTube Intens Investigasi
Minola bahkan menduga terdapat upaya membangun opini publik melalui pemberitaan mengenai kedatangan debt collector ke rumah tersebut.
Tak hanya itu, Minola juga menyoroti prosedur saat petugas penagihan datang. Ia mengklaim petugas tidak hanya berhenti di depan rumah, tetapi diperbolehkan masuk hingga ke ruang tamu.
Menurutnya, petugas keamanan seharusnya mengetahui bahwa Ruben sudah tidak lagi tinggal di rumah tersebut dan dapat mengarahkan proses penagihan ke alamat yang benar.
Selain membahas persoalan leasing, Minola turut menyinggung pinjaman bank senilai Rp10 miliar yang belakangan ikut menjadi sorotan publik. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut, menurut pihak Ruben, bukan dinikmati secara pribadi oleh kliennya.
- tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Minola mengklaim dana pinjaman tersebut langsung dialokasikan untuk pembayaran biaya renovasi rumah kepada pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut.
Lebih lanjut, Minola mengatakan Ruben selama ini memilih tidak menanggapi berbagai isu yang berkembang di ruang publik.
Namun, ia merasa perlu memberikan penjelasan setelah muncul pemberitaan yang dinilai menggiring opini seolah-olah Ruben sengaja menghindari kewajiban finansialnya.
"Itu kan data-datanya sebagian sebagian besar kan data-data lama. Apakah muncul ketika kejadian itu. Terus tiba-tiba dia turun ke media? Enggak. Dia diam saja. Tapi ketika mereka muncul mencoba ingin membuat Ruben itu kelihatan salah, punya kewajiban tapi tidak mau bayar. Ya, kita akhirnya muncul," tukas kuasa hukum Ruben itu.
Ia juga menepis anggapan bahwa Ruben mengabaikan cicilan mobil yang disebut bernilai sekitar Rp50 juta per bulan.
"Masa sih cicilan mobil 50 jutaan, yang macet 3 hari itu Ruben menghindar. Sementara kami tiap bulan bayarnya sekian. Nah, itulah awal muasalnya 200 juta itu muncul untuk biaya pemulihan dan pendidikan anak yang ternyata termasuk ada uang sampah 9 juta kan begitu," kata Minola.
"Tapi kemudian dianggap kita yang perhitungan. Tidak, kita ingin meluruskan karena adanya informasi yang tidak lurus. Dari mana informasi yang tidak lurus tersebut? Ya, teman-teman pasti tahu dong dari mana. Makanya kan enggak mungkin dong ada asap kalau enggak ada api. Kan itu," tambahnya.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Sarwendah mengenai pernyataan terbaru yang disampaikan kuasa hukum Ruben Onsu tersebut.
Perselisihan antara kedua belah pihak pun masih terus bergulir bersamaan dengan proses hukum yang sedang berjalan. (asl)
Load more