Waspada Lowongan Kerja (Loker) Penipuan! Modus Interview Berbayar Bisa Raup Ratusan Juta Sebulan, Begini Cara Kerjanya
- Gambar ilustrasi AI
tvOnenews.com - Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, maraknya lowongan kerja palsu kembali menjadi perhatian publik. Modus ini memanfaatkan harapan para pencari kerja dengan menawarkan posisi bergaji tinggi, fasilitas lengkap, hingga janji tempat tinggal.Â
Namun, di balik tawaran tersebut, korban justru diminta membayar sejumlah uang dengan dalih biaya administrasi, seragam, pembuatan rekening, kartu identitas karyawan, hingga pelatihan kerja.
Perbincangan mengenai praktik ini kembali viral setelah akun X Lambe Saham mempertanyakan mengapa sindikat penipuan lowongan kerja masih terus bermunculan.
Dalam unggahannya disebutkan dugaan skema bisnis para pelaku, yakni menargetkan sekitar 10 orang untuk mengikuti wawancara setiap hari.Â
Jika dua hingga tiga orang berhasil diperdaya dan masing-masing diminta membayar Rp2,5 juta, maka pelaku bisa mengantongi sekitar Rp7,5 juta per hari atau sekitar Rp225 juta dalam sebulan.Â
Angka tersebut memang hanya berupa ilustrasi yang beredar di media sosial dan belum dapat diverifikasi, namun menunjukkan besarnya potensi keuntungan yang membuat modus ini terus berulang.
Modus Interview Berbayar yang Menjerat Pencari Kerja
Salah seorang pengguna media sosial membagikan pengalamannya saat hampir menjadi korban penipuan lowongan kerja.
Ia mengaku berangkat dari Sumatera Selatan ke Jakarta setelah menerima panggilan wawancara untuk pekerjaan dengan gaji setara UMR Jakarta, fasilitas mess, dan BPJS Ketenagakerjaan.Â
Karena terlalu antusias, ia mengaku tidak sempat memeriksa legalitas perusahaan maupun alamat kantor yang tercantum dalam undangan.
Sesampainya di lokasi, proses wawancara berlangsung layaknya rekrutmen pada umumnya. Namun situasi berubah ketika pihak yang mengaku sebagai HRD meminta pembayaran biaya administrasi.
"HRD bilang ada biaya administrasi seragam, bikin rekening, sepatu, total Rp2,5 juta. Aku sadar ini penipuan. Aku cari banyak alasan buat keluar dari ruangan itu dan akhirnya berhasil keluar tanpa mengeluarkan uang," ujar salah seorang yang membagikan pengalaman tersebut, Rabu (22/06/26).
- tangkapan layar X
Beruntung ia berhasil menghindari penipuan tersebut. Namun dua pelamar lain yang mengikuti proses wawancara bersamanya tidak seberuntung itu.
"Dua orang yang bareng aku kena. Masing-masing kehilangan Rp1 juta. Lokasinya cuma ruko biasa, bukan kantor perusahaan."
Load more