Kabar Gembira untuk Warga Jawa Barat, Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp5-50 Juta demi Berantas Begal
- tvOnenews.com Edit / YouTube KDM / tvOnenews.com - ANF
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi bergerak cepat merespons keresahan masyarakat akibat maraknya aksi begal di Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat itu mengumumkan Dedi Mulyadi Gelar Sayembara berhadiah Rp5-50 juta bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup.
Maraknya aksi kriminalitas jalanan, terutama begal, belakangan menjadi perhatian serius di Jawa Barat. Berdasarkan laporan yang beredar, wilayah Bandung Raya dan sekitarnya menjadi daerah dengan eskalasi kasus tertinggi, sehingga memunculkan kekhawatiran masyarakat yang masih harus beraktivitas pada malam hingga dini hari.
Menanggapi situasi tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepolisian. Masyarakat juga diperbolehkan melakukan perlawanan terhadap begal sebagai bentuk pembelaan diri, dengan catatan tindakan tersebut dilakukan secara tegas, terukur, dan tidak sampai menyebabkan pelaku mengalami cacat permanen atau meninggal dunia.
Melihat kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bergerak cepat. Melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis, 23 Juli 2026, ia menyampaikan sejumlah langkah yang akan dilakukan pemerintah daerah bersama aparat kepolisian untuk meningkatkan keamanan di seluruh wilayah Jawa Barat.
"Siaga menghadapi begal, kita terus berkoordinasi bersama jajaran kepolisian, khususnya Polda Jabar, dan kita juga akan berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk siaga menghadapi berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi.
Ia menjelaskan bahwa seluruh unsur pemerintah daerah akan ikut dilibatkan dalam upaya pencegahan tindak kriminal. Menurutnya, patroli malam dan kesiapsiagaan aparat menjadi langkah penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Yang pertama, mobil patroli harus siaga dalam setiap malam. Lampu tanda bahayanya harus terus menyala. Satpol PP, Damkar siaga di titik-titik strategis untuk mengantisipasi segala kemungkinan dalam setiap waktu. Warga bersiskamling, menjaga diri dan dijaga diri. Ini adalah prinsip dasar kita bergotong royong," papar Dedi Mulyadi.
Selain memperkuat patroli dan mengaktifkan kembali ronda malam, Dedi Mulyadi juga mengumumkan program sayembara bagi masyarakat. Program tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang membantu aparat dalam memberantas aksi kriminalitas jalanan.
"Yang berikutnya saya memberikan sayembara kepada seluruh warga Jawa Barat yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok. Kami siapkan hadiah dari 5-50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ungkap Dedi Mulyadi.
Besaran hadiah yang disiapkan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp50 juta. Namun, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pelaku kejahatan harus diserahkan kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Di akhir pernyataannya, Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan tidak takut menghadapi aksi kriminalitas. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan warga dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman.
"Saya ucapkan terima kasih. Mari kita bersama waspada, berani kita lawan berbagai aksi kejahatan di Jawa Barat. Terima kasih, salam untuk semuanya, semangat," tutup Dedi Mulyadi.
Langkah yang disampaikan Dedi Mulyadi sejalan dengan berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah dan kepolisian. Polrestabes Bandung melalui Satreskrim dan Sat Samapta mengintensifkan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada jam-jam rawan, terutama setelah tengah malam hingga dini hari.
Di sisi lain, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga turun langsung melakukan patroli malam. Bahkan, ia sempat menggagalkan dugaan aksi pembegalan oleh sekelompok geng motor di kawasan Binong, Kiaracondong.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat berkendara pada malam hari. Warga diminta menghindari jalan yang sepi dan minim penerangan serta segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada aparat kepolisian terdekat agar keamanan di Jawa Barat dapat terus terjaga.
(anf)
Load more