KPAI Sebut Bigmo Diduga Lakukan Eksploitasi Ekonomi, Minta Stop Normalisasi Vape Anak
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @jasraputra @bigmoskyy
Lebih lanjut, Jasra mengungkapkan bahwa pihak yang diduga terlibat sebenarnya telah berinisiatif mendatangi kantor KPAI. Namun, lembaga tersebut masih melakukan pendalaman sehingga belum menerima klarifikasi secara langsung.
"Namun lebih jauh dari itu ada beberapa langkah yang sudah kami lakukan. Pertama, inisiatif yang bersangkutan ini sudah datang ke kantor KPAI. Namun kami belum bisa terima karena kami sedang mendalami, termasuk juga ada surat klarifikasi yang disampaikan oleh terduga pelaku dan juga ada surat perdamaian antar anak. Tentu kami selanjutnya akan mengklarifikasi lebih jauh terkait kasus ini," ujar Jasra.
Selain proses hukum, KPAI juga memprioritaskan perlindungan terhadap lima anak yang terlibat dalam video tersebut. Lembaga itu akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan pendampingan psikologis karena identitas dan wajah anak-anak telah tersebar luas di ruang digital.
"Dan yang juga sedang kami lakukan adalah bagaimana memastikan wajah anak, kemudian orang tua, kemudian juga rumahnya ini kan tereksploitasi secara luas. Tentu kami akan berkoordinasi juga dengan pemerintah daerah agar ananda ini segera ada pendampingan. Karena tentu ini akan berdampak bagi tumbuh kembang mereka, apalagi mungkin ada pertanyaan-pertanyaan atau pro kontra yang sedang berlangsung, ini tentu akan berdampak buruk pada ananda kita," jelas Jasra Putra.
Ia menegaskan, KPAI akan terus mengawal kasus tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Langkah itu dilakukan agar perlindungan terhadap anak dapat berjalan optimal sekaligus mencegah peristiwa serupa kembali terjadi.
"Nah, oleh sebab itu kami jangka pendek dan jangka panjang terus mengawal kasus ini dan termasuk juga memastikan bagaimana peristiwa ini tidak terulang kembali," pungkas Jasra Putra.
(anf)
Load more