News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Satu Per Satu Oknum Dokter dan Nakes Menyesal, Imbas Nyinyir Pasien BPJS Curhat Nunggu 8 Jam Sudah Meninggal Dunia

Sejumlah oknum dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang memberikan komentar menohok di utas Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang meninggal dunia.
Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:21 WIB
Sosok almarhum Yurizal Tri Chaerawan, pasien BPJS Kesehatan yang curhat antre ruang rawat inap 8 jam berujung meninggal dunia
Sumber :
  • Instagram/@yurizaltrich

Jakarta, tvOnenews.com - Sejumlah oknum dokter dan tenaga kesehatan (nakes) yang mencemooh curhatan pasien pengguna BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan yang sudah meninggal dunia muncul ke ruang publik.

Kemunculan mereka untuk menyampaikan permintaan maaf setelah nyinyir keluhan pasien BPJS Kesehatan tersebut. Perbuatan mereka tentu langsung memicu gelombang amarah publik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulanya datang dari seorang nakes bernama Widhiyarini Pangestika. Melalui akun Threads @widhiyarini, Selasa (4/8/2026), ia mengucapkan duka cinta mendalam atas meninggalnya almarhum Yurizal Tri Chaerawan.

"Perkenalkan nama saya Widhiyarini Pangestika. Pertama, saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Yurizal, semoga amal ibadahnya dapat diterima di sisi Allah. Amin," ujar Widhiya dikutip tvOnenews.com, Rabu (5/8/2026).

Ia kemudian mengucapkan permohonan maaf kepada pihak keluarga almarhum pasien BPJS Kesehatan tersebut. Utas darinya pada 25 Juli 2026 justru menimbulkan luka dan emosional bagi keluarga korban.

"Saya menyadari kesalahan saya dan ketidakprofesionalan sebagai tenaga kesehatan," katanya.

dr Benny Christian Sihombing, dokter RSUD Ruteng, nakes Widhiyarini Pangestika, dan staf RSUD bernama Norma Zahara
dr Benny Christian Sihombing, dokter RSUD Ruteng, nakes Widhiyarini Pangestika, dan staf RSUD bernama Norma Zahara
Sumber :
  • Istimewa

Cuitan tersebut, tambah Widhiya, sangat berdampak pada instansi sebagai tempat kerjanya. Dampak dari nyinyir pasien BPJS Kesehatan yang sudah meninggal dunia membuat citra instansi menjadi buruk.

Ia tidak menyangka hanya kesalahan dari komentar membuat kepercayaan masyarakat terhadap instansinya menurun drastis. Ia memastikan dampak dari utasnya menjadi tanggung jawab dirinya.

"Saya juga meminta maaf kepada instansi saya karena utas saya tersebut mencoreng nama baik instansi saya," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa, permintaan maaf yang diucapkan olehnya dengan sungguh-sungguh. Baginya, komentar darinya sangat tidak pantas karena tak menunjukkan etika, empati, serta profesionalisme dirinya.

"Di sini saya bersungguhg-sungguh untuk meminta maaf. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi di kemudian hari. Terima kasih," ucapnya.

Sementara, pernyataan lainnya juga datang dari dr Benny Christian Sihombing, seorang dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng. Ia menyampaikan permintaan maaf atas komentar nyinyir curhatan Yurizal di Threads.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di media sosial Threads. Saya juga turut menyampaikan berduka cita pemilik utas yaitu almarhum Yurizal. Semoga segenap keluarga diberikan penghiburan," ungkap dokter Benny.

Ia memastikan dirinya bertanggung jawab terhadap tulisan yang mengarah pada nyinyir curhatan pasien BPJS Kesehatan yang resah telah menunggu ruang rawat inap selama delapan jam tersebut.

"Saya siap menerima konsekuensi dari RS, IDI, MKEK, Pengadilan ataupun instansi lain. Semoga ke depannya, saya akan lebih bijak lagi dalam bermedia sosial," katanya.

Klarifikasi lainnya juga datang dari nakes RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Hilda Clarissa Theopilus. Ia menyampaikan permintaan maaf karena komentar di utas pasien BPJS tersebut menimbulkan gelombang amarah publik dan dapat mencoreng citra instansinya.

"Saya dengan ini menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas unggahan komentar saya di media sosial yang telah menyakiti hati masyarakat, pasien, rekan sejawat, maupun institusi tempat saya bekerja," ucap Hilda.

Selaras dengan yang lainnya bahwa cuitan tersebut tidak menunjukkan empati, etika, dan rasa hormat kepada korban. Baginya, komentar itu merupakan bentuk kelalaian darinya sebagai nakes.

"Saya menerima segala kritik, masukan, dan evaluasi dengan penuh kerendahan hati, serta berkomitmen penuh untuk membenahi diri agar tidak mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari," tegasnya.

Seorang staf RSUD bernama Norma Zahara turut meminta maaf. Ia menyesal atas komentarnya yang menyebut pasien BPJS tersebut orang miskin dan nyinyir curhatan dari Yurizal.

"Dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat serta kepada pihak-pihak yang dirugikan atau tersinggung atas unggahan dan aktivitas saya di media sosial Threads," ucap Norma.

"Secara pribadi terkhusus untuk almarhum Yurizal dan keluarga yang ditinggalkan, maaf beribu maaf untuk tindakan saya yang sangat tidak pantas menyebut almarhum dengan kalimat tidak senonoh serta menghina," sambungnya.

Permintaan maaf juga datang dari suami dr Herdiana, Angga. Ia meminta maaf kepada Yurizal dan sudah sangat teledor telah mencemooh pasien tersebut menggunakan akun istrinya.

Sebelumnya, kehebohan ini bermula dari cuitan akun Threads @yurizaltrich. Pasien BPJS Kesehatan itu menyampaikan keluhannya telah lama menunggu antrean ruang rawat inap.

"8 jam belum dapat ruangan. Gamau spill RS-nya, soalnya gue pakai BPJS," tulis Yurizal.

Unggahan tersebut justru memantik ribun komentar. Bahkan tak sedikit oknum dokter dan nakes melontarkan cemoohan kepada Yurizal.

Komentar menohok yang membuat publik geram datang dari akun @bennychrstn. dr Benny diduga menghina pasien tersebut karena kondisi ruang rawat inap khusus BPJS tentu selalu penuh.

"Kalo full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Enggak ada hubungannya sama BPJS atau enggak. BPJS yang pakai banyak, otomatis yang dirawat banyak, enggak cuma lu sendiri. Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha ngebantuin, masyarakatnya malah gini," terang dr Benny.

Kemudian, komentar sadis juga datang dari Norma Zahara yang menghina dan merendahkan Yurizal. Menurutnya, ruang rawat inap penuh merupakan hal wajar.

Selain itu, Hilda hingga suami dokter Herdiana juga turut memberikan komentar menohok. Sontak, seorang sepupu Yurizal bernama Hilda Prianti Perdana mengungkapkan bahwa pasien BPJS itu telah meninggal dunia sejak 31 Juli 2026.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Sita Kendaraan yang Digunakan Bupati Pemalang saat Terjaring OTT di Jakarta

KPK Sita Kendaraan yang Digunakan Bupati Pemalang saat Terjaring OTT di Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil Toyota Hi-Ace yang diduga terkait kasus yang menjerat Bupati Pemalang nonaktif, Anom Widiyantoro. 
Kondisi Persebaya Untungkan Persib, Igor Tolic Punya Prediksi Sendiri soal final Piala Presiden 2026

Kondisi Persebaya Untungkan Persib, Igor Tolic Punya Prediksi Sendiri soal final Piala Presiden 2026

Jika sesuai jadwal, Persib Bandung akan menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (6/8/2026). 
PLN Tebar Promo Tambah Daya Diskon 50% di GIIAS 2026, Dukung Kebutuhan Pengguna Kendaraan Listrik

PLN Tebar Promo Tambah Daya Diskon 50% di GIIAS 2026, Dukung Kebutuhan Pengguna Kendaraan Listrik

PLN hadirkan promo tambah daya listrik diskon 50% di ajang GIIAS 2026 hingga 9 Agustus. Program ini juga dimaksudkan untik mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di rumah.
KPK Periksa Saksi Terkait Kasus Dana Hibah Jatim, Dalami Soal Aset Tersangka Anwar Sadad

KPK Periksa Saksi Terkait Kasus Dana Hibah Jatim, Dalami Soal Aset Tersangka Anwar Sadad

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan terhadap dua saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan dana hibah untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) dari APBD Provinsi Jawa Timur (Jatim) tahun anggaran (TA) 2021-2022.
Menko Polkam Tegaskan Penyebar Hoaks yang Resahkan Publik Akan Ditindak Jalur Hukum

Menko Polkam Tegaskan Penyebar Hoaks yang Resahkan Publik Akan Ditindak Jalur Hukum

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengatakan, pemerintah telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap bentuk penyebaran informasi yang memenuhi unsur pidana dapat diproses sesuai ketentuan hukum.
Siapa Hilda Clarissa Theopilus? Nakes yang Viral usai Komentar soal Pasien BPJS Akhirnya Minta Maaf

Siapa Hilda Clarissa Theopilus? Nakes yang Viral usai Komentar soal Pasien BPJS Akhirnya Minta Maaf

Hilda Clarissa Theopilus menjadi sorotan usai komentar soal Yurizal, Pasien BPJS viral. Simak profil, kronologi, dan permintaan maafnya kepada publik.

Trending

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Jasaraharja Putera Salurkan Santunan ke Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat lima orang meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar di perairan Utara Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu (2/8/2026).
Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas Korban Mutilasi di Depok Terungkap, Ternyata Sempat Dilaporkan Hilang oleh Istri pada 25 Juli 2026

Identitas korban mutilasi di Depok akhirnya terungkap. Ternyata dia sempat dilaporkan hilang oleh istrinya pada 25 Juli 2026.
Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Payment Gateway Dorong Kemajuan dan Kemudahan UMKM

Berbagai pihak turut serta mendorong kemajuan UMKM di tanah air termasuk transformasi pembayaran digital.
Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita Asal Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang ditangkap atas dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial mengakui perbuatannya.
Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Pengembangan kasus KPP Banjarmasin, KPK Terbitkan Tiga Sprindik

Kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo terus dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kini KPK menyebut  ada tiga surat perintah penyidikan (sprindik) terkait pengembangan kasus tersebut. 
Ahmad Sahroni Yakin Presiden Prabowo Tak akan Ganti Kapolri: Kinerjanya Cukup Baik, Walaupun Ada Kurangnya

Ahmad Sahroni Yakin Presiden Prabowo Tak akan Ganti Kapolri: Kinerjanya Cukup Baik, Walaupun Ada Kurangnya

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni menanggapi isu pergantian Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). 
Ramalan Keuangan Shio 6 Agustus 2026: Tikus, Kerbau, Macan hingga Babi

Ramalan Keuangan Shio 6 Agustus 2026: Tikus, Kerbau, Macan hingga Babi

Ramalan keuangan shio 6 Agustus 2026 mengulas kondisi finansial dari Tikus hingga Babi secara lengkap, disertai angka hoki masing-masing shio hari Kamis ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT