Reaksi Denny Sumargo soal Meninggalnya Yurizal Pasien BPJS, Ungkap 2 Oknum Nakes yang Sempat Menghujat
- Kolase tvOnenews.com / YouTube Denny Sumargo / X @LambeSahamjja
tvOnenews.com - Denny Sumargo turut menyoroti kasus meninggalnya Yurizal, Pasien BPJS yang sebelumnya viral karena mengeluhkan lamanya antrean ruang rawat inap di rumah sakit. Melalui akun Threads pribadinya, Denny mengunggah komentar singkat sekaligus menyoroti dua oknum tenaga kesehatan yang sempat menghujat almarhum.
Kasus Yurizal, Pasien BPJS, terus menyita perhatian publik setelah kabar wafatnya memicu gelombang simpati dan kecaman terhadap sejumlah oknum tenaga kesehatan. Denny Sumargo pun ikut memberikan respons melalui media sosial dengan mengunggah tangkapan layar komentar yang sempat menyerang almarhum.
Melalui akun Threads pribadinya, Denny Sumargo membagikan unggahan dengan keterangan singkat, "Menghujat menghujat menghujat..". Dalam unggahan tersebut, Denny juga menampilkan beberapa akun yang diketahui sempat memberikan komentar pedas kepada Yurizal saat curhatannya viral.
![]()
Reaksi Denny Sumargo soal Almarhum Yurizal Tri Chaerawan. (Sumber: Thread @sumargodenny)
Salah satu akun yang disorot ialah milik dr. Benny C. Sihombing yang diketahui bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah Ruteng. Dokter tersebut menjadi sorotan setelah memberikan tanggapan yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap keluhan Yurizal.
"Kalo full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau enggak BPJS. Yang make banyak, otomatis yang dirawat juga banyak, enggak cuma kamu sendiri."
Dalam komentar yang sama, dr. Benny juga menuliskan kalimat lain yang kemudian ramai dikecam warganet setelah Yurizal meninggal dunia.
"Kalau mau pindah cepat, noh ruangan jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah begini."
Komentar tersebut kembali menjadi perbincangan setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Sebelumnya, almarhum mengunggah keluhan karena harus menunggu selama delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap meski telah menjalani penanganan awal di instalasi gawat darurat (IGD).
Belakangan, dr. Benny menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga almarhum dan masyarakat. Ia mengakui komentarnya tidak pantas, menyampaikan belasungkawa, serta menyatakan siap menerima sanksi dari pihak terkait, termasuk rumah sakit, organisasi profesi, maupun Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK).
Selain dr. Benny, Denny Sumargo juga menyoroti komentar milik dr. Elda Putri Rahardini. Dokter yang dikenal memiliki sejumlah prestasi akademik itu turut menjadi sorotan publik setelah meninggalkan komentar yang dinilai merendahkan Yurizal.
"Foto profilnya kayak orang punya, tapi aslinya tidak punya kah? Tidak punya beberapa sel otak."
Diketahui, dr. Elda pernah meraih penghargaan Best Systematic Review dalam The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) yang diselenggarakan bersamaan dengan The 8th Congress and Scientific Meeting of Indonesia Society of Psychosomatic Medicine pada 2025. Ia juga dikenal sebagai penerima beasiswa LPDP untuk menempuh pendidikan spesialis penyakit dalam.
Namun, prestasi tersebut ikut menjadi sorotan setelah komentarnya terhadap Yurizal viral di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan etika seorang tenaga kesehatan yang dinilai tidak menunjukkan empati kepada pasien yang tengah mengeluhkan kondisi pelayanan rumah sakit.
Setelah gelombang kritik meluas, dr. Elda menyampaikan permintaan maaf melalui surat pernyataan terbuka pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa komentarnya tidak pantas, tidak etis, serta mencederai nilai-nilai profesi kedokteran. Tak lama setelah itu, akun media sosial miliknya juga dilaporkan telah dinonaktifkan.
Di sisi lain, unggahan Denny Sumargo mendapat banyak tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna Threads ramai-ramai menyebut akun Denny dan memintanya mengundang pihak keluarga almarhum Yurizal maupun perwakilan tenaga kesehatan ke podcast Curhat Bang. Hingga kini, Denny Sumargo belum memberikan pernyataan lanjutan terkait permintaan tersebut.
(anf)
Load more