Kepalanya Dibenturkan ke Trotoar, 2 Siswi SMP di Babel Berkelahi Viral
- Antara
Pangkalpinang, tvOnenews.com - Sebuah video aksi perkelahian brutal dilakukan dua remaja putri viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Tanjung Bunga, Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel).
Aksi perkelahian melibatkan dua siswi SMP membuat polisi langsung bergerak cepat menindaklanjuti peristiwa tersebut. Aparat memeriksa sejumlah saksi, salah satunya remaja putri berinisial N dalam video viral itu.
Dilihat tvOnenews.com dari video yang viral, Kamis (3/9/2026), video perkelahian dua siswi SMP di Babel tersebut berdurasi 40 detik. Rekaman itu menunjukkan kedua remaja menggunakan baju hitam.
Di tengah peristiwa perkelahian secara brutal itu, kepala remaja putri berinisial N tampak dibenturkan. Ironisnya, benturan tersebut diarahkan ke trotoar.
Tidak sekadar dibenturkan, kepala N juga dijambak hingga dipukul oleh remaja putri yang mengenakan celana pendek. N sempat melakukan perlawanan namun tampak tidak berdaya lantaran tubuhnya yang berada di bawah terus diserang setelah kepalanya dibenturkan ke trotoar.
- Istimewa
Di durasi 21 detik dalam video itu, perkelahian dua remaja puti tersebut berakhir setelah dipisahkan. Rekaman aksi ini pun menuai sorotan publik setelah viral di media sosial.
Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Indra Wijatmiko merespon terkait adanya video viral melibatkan dua siswi di wilayah hukumnya. Penyidik masih melakukan penanganan intensif terkait kasus penganiayaan dan perkelahian anak di bawah umur.
"Kasus ini sudah dalam penanganan tim penyidik. Kami telah memanggil dan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat untuk mengetahui pasti apa motif di balik perkelahian tersebut," ujar Indra.
Pihak kepolisian, kata dia, melihat para pihak yang terlibat masih di bawah umur. Oleh karena itu, ia mendesak keras agar seluruh masyarakat maupun pengguna media sosial tidak menyebarluaskan video perkelahian itu.
Imbauan tersebut tak lepas untuk menjaga psikologis mereka. Pihak kepolisian berusaha melindungi masa depan keduanya agar tidak mengalami trauma serta sanksi sosial.
(hap)
Load more