5 Fakta Pelecehan Seksual Oknum Guru di SMAN 1 Pamanukan
- Instagram @infojalurpantura_/@subang.info
tvOnenews.com - Fakta-fakta seputar kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum guru di SMAN 1 Pamanukan, Subang menuai atensi publik.
Bagaimana tidak, terduga pelaku yang diketahui berinisial AT ternyata memegang jabatan penting di sekolah tersebut sembari menjadi tenaga pendidik.
Dunia pendidikan tanah air dihebohkan dengan adanya aksi tidak terpuji dari seorang tenaga pendidik. Kasus ini terjadi di SMAN 1 Pamanukan, Subang.
Guru Matematika sekaligus Wakil Kepala Sekolah berinisial AT diduga melakukan pelecehan seksual kepada sejumlah peserta didik dalam beberapa waktu terakhir.
Kasus ini terungkap setelah ratusan siswa-siswi SMAN 1 Pamanukan melakukan unjuk rasa selepas ucapara rutin hari Senin (7/9) di halaman sekolah.
Aksi unjuk rasa yang dilakukan para siswa-siswi hampir saja berujung ricuh gegara oknum guru tersebut hendak meninggalkan tempat secara sepihak.
Berikut 5 fakta terkait kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum guru di SMAN 1 Pamanukan.
1. Guru Matematika dan Wakasek
- Instagram @subang.info
AT, terduga pelaku pelecehan seksual terhadap siswi di SMAN 1 Pamanukan ternyata merupakan guru matematika. Ia juga memegang jabatan wakil kepala sekolah (Wakasek).
Dengan jabatannya inilah, AT melancarkan modusnya untuk mendekati siswi di tempat mengajar. Hal ini dibuktikan dalam selebaran yang tersebar saat aksi unjuk rasa.
“Membujuk siswa dengan alasan bimbingan belajar atau tugas tambahan,“ tulis isi selebaran yang dibagikan siswa SMAN 1 Pamanukan.
2. Bukti Chat ke Siswi Tersebar
- Instagram @infojalurpantura_
Mengutip @infojalurpantura_ , terdapat sejumlah bukti potongan percakapan lewat pesan WhatsApp yang dikirimkan terduga pelaku AT kepada korban.
Bahkan ketika korban tidak masuk sekolah karena sakit, oknum guru tersebut mengirimkan pesan seolah menunjukkan perhatian kepada siswi itu.
“(Nama korban) Hari ini ga ke sekolah? Maafkan ayah ya, Cepat sembuh ya,” bunyi salah satu pesan yang dikirimkan terduga pelaku.
3. Panggil Muridnya 'Sayang'
- Instagram @infojalurpantura_
Masih dalam pembahasan yang sama, bukti chat dari terduga pelaku AT menunjukkan bahwa dirinya memanggil siswa-siswinya dengan sebutan 'sayang'.
Konteks tersebut digunakan oleh oknum guru itu bukan hanya di lingkungan sekolah saja, melainkan ketika murid-muridnya sedang tidak dalam masa pembelajaran di rumah.
Load more