Fajar Sahrudin dan Pesan yang Tertinggal: Sinyal SOS, Donasi Rp40 Juta, dan Ulang Tahun yang Tak Lagi Dirayakan
- Facebook Animal Friends Jogja
tvOnenews.com - Lima hari sebelum tanggal yang seharusnya menjadi ulang tahunnya yang ke-31, Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.
Penemuan tersebut terjadi pada Minggu, 6 September 2026 dini hari dan kemudian membuka rangkaian informasi mengenai unggahan media sosial, pesan perpisahan, hingga kontribusi donasi yang sebelumnya ia tinggalkan.
Kini, Kamis, 10 September 2026, tanggal yang tercantum sebagai hari kelahirannya kembali menjadi sorotan. Dalam sebuah memorial yang diunggah, tertulis “Fajar Sahrudin. 10 September 1995–5 September 2026.” Jika masih hidup, hari ini Fajar seharusnya genap berusia 31 tahun.
Rangkaian peristiwa tersebut membuat kisah Fajar tidak berhenti pada penemuan jasadnya. Sejumlah unggahan yang ia buat sebelum meninggal kemudian memperlihatkan pesan kepada teman-temannya, permintaan maaf, kepedulian terhadap sejumlah organisasi, serta harapan agar dunia menjadi lebih ramah bagi orang-orang yang rentan.
- x FajarDawnVirgo
Berawal dari Unggahan dan Sinyal SOS
Informasi mengenai penemuan Fajar bermula setelah seorang saksi atau teman dekat melihat unggahan di Instagram yang mengindikasikan adanya niat untuk mengakhiri hidup. Setelah itu, saksi tersebut juga menerima sinyal SOS dari perangkat Xiaomi Watch atau aplikasi yang terhubung dengannya.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian di kawasan GBK. Petugas keamanan akhirnya menemukan seorang pria di sekitar pohon di kawasan Gate 10, North Plaza. Polisi kemudian mengonfirmasi adanya penemuan seorang pria meninggal dunia di kawasan tersebut. ([tvOne News][1])
Sebelum ditemukan, akun X @FajarDawnVirgo juga diketahui memuat sejumlah unggahan mengenai persoalan hidup yang sedang dihadapinya.
Fajar kemudian meninggalkan sejumlah unggahan yang belakangan diketahui merupakan schedule post. Ia menulis pesan panjang yang ditujukan kepada teman-temannya.
“Hi Semuanya, Kalau kalian baca ini kemungkinan besar aku telah pergi ke tempat yang paling jauh dan tidak akan bisa kembali lagi. Sebelumnya aku ingin berterima kasih kepada teman-temanku yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama ini, tanpa kalian mungkin hidupku akan jauh lebih singkat daripada ini. Terima kasih juga kepada @remisi_org yang telah memberikan banyak sekali dukungan dan menemani mental health journey-ku. Aku juga ingin meminta maaf kepada semuanya yang mungkin pernah aku sakiti atau lukai yang disengaja maupun tidak.”
Load more