GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kasus Betrand Peto Masih Diselidiki, Praktisi Hukum Ungkap Pentingnya Tes Kebohongan

Kasus Betrand Peto masih diselidiki Polda Metro Jaya. Praktisi Hukum Deolipa Yumara menyoroti pentingnya bukti dan tes kebohongan.
Sabtu, 19 September 2026 - 18:38 WIB
Korban dugaan pelecehan seksual Betrand Peto buka suara
Sumber :
  • YouTube/Reyben Entertainment - Instagram/betrandpetoputraonsu

tvOnenews.com - Kasus Betrand Peto terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual masih dalam tahap penyelidikan di Polda Metro Jaya. Praktisi Hukum Deolipa Yumara menilai penanganan perkara tersebut harus dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan bukti, termasuk keterangan saksi, visum, analisis psikologis, olah TKP, hingga tes kebohongan.

Pihak pelapor disebut telah membuat laporan polisi, menjalani visum, melakukan konseling psikolog, serta mendapatkan perlindungan dari LPSK. Sementara itu, Betrand Peto melalui kuasa hukumnya membantah tuduhan tersebut dan menyatakan siap menjalani pemeriksaan oleh kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kasus Betrand Peto, Deolipa Yumara menekankan pentingnya proses pembuktian untuk mengetahui fakta yang sebenarnya. Menurut dia, perkara semacam ini perlu ditangani secara cermat karena kejadian diduga berlangsung di ruang privat yang minim saksi dan tidak selalu berada dalam jangkauan CCTV.

Betrand Peto
Betrand Peto
Sumber :
  • Instagram @betrandpetoputraonsu

“Penanganan perkara seperti ini harus hati-hati karena biasanya perkara-perkara seperti ini jauh dari CCTV begitu. Kemudian saksi juga sedikit. Nah, ini dia perlu kehati-hatian mengenai perkara. Jangan sampai kemudian memproses ternyata salah menangani perkara atau pelakunya salah. Jadi mendapatkan pelaku yang salah atau malah tidak ada pelaku sama sekali. Begitu,” ujar Deolipa Yumara dalam tayangan Intens Investigasi.

Deolipa mengatakan laporan yang dibuat menunjukkan adanya keyakinan dari pihak pelapor bahwa dirinya merupakan korban. Namun, di sisi lain, Betrand Peto telah membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya.

“Jadi yang penting ketika ada laporan berarti ada suatu keyakinan dari pihak pelapor bahwasanya mereka adalah korban. Jadi sudah ada pengakuan ada korban dan sudah ada pernyataan dari korban yang melakukan adalah Betrand Peto. Tapi Betrand Peto kan menyangkal gitu kan,” kata Deolipa.

Karena adanya pernyataan yang berbeda dari kedua pihak, Deolipa menilai pembuktian harus dilakukan secara hati-hati. Ia menegaskan proses hukum perlu berlandaskan fakta agar tidak merugikan pihak pelapor maupun terlapor.

“Nah, ini harus hati-hati membuktikannya jangan sampai korban kemudian terzalimi, jangan sampai juga terlapor juga kemudian mendapatkan fitnah begitu. Jadi harus benar-benar fakta,” tuturnya.

Menurut Deolipa, sejumlah bukti perlu diperiksa untuk membantu mengungkap fakta dalam perkara tersebut. Bukti itu antara lain keterangan saksi, hasil visum, pemeriksaan atau analisis psikologis, hingga olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Nah, untuk sampai kepada posisi fakta ini harus kemudian saksi harus ada, visum harus ada, kemudian tes psikologi juga harus ada atau analis psikolog harus ada. Apakah pelapor ini jujur apa tidak, menceritakan urutan-urutan kejadian itu faktual apa tidak, kemudian visum juga harus ada. Kemudian olah TKP juga harus ada nantinya. Itu baru dari sisi pelapor dengan pembuktian-pembuktiannya,” jelas Deolipa.

Ia juga menyinggung pembuktian dari sisi Betrand Peto apabila membantah tuduhan tersebut. Menurut Deolipa, kronologi dari pihak terlapor juga perlu dibandingkan dengan temuan dalam olah TKP.

“Dari sisi Betrand Peto juga dia kalau menyangkal atau menyatakan ini adalah fitnah, dia harus membuktikan bahwasanya memang itu tidak ada sama sekali. Jadi dia harus kronologis juga kemudian harus dibandingi dengan olah TKP begitu yang fakta yang mana, yang bukan fakta yang mana,” ungkapnya.

Selain bukti-bukti tersebut, Deolipa kemudian menyoroti tes uji kebohongan. Ia menyebut pemeriksaan tersebut sebagai salah satu hal yang menurutnya penting untuk membantu menilai keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

“Nah, tapi saya ada satu kunci lagi yaitu mengenai tes uji kebohongan. Itu yang paling penting. Tes uji kebohongan ini alatnya ada begitu. Nanti akan ketahuan siapa yang berbohong. Apakah pelapor yang berbohong dengan laporan palsu misalnya ataukah malah Betrand Peto yang berbohong dengan cerita-cerita yang mungkin dianggap nyata oleh dia, tapi sebenarnya adalah cerita palsu,” kata Deolipa.

“Jadi uji tes kebohongan ini penting untuk mencerna sejauh mana ini adalah tindak pidana atau sejauh mana ini adalah bukan pidana,” lanjutnya.

Saat ini, perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan. Kelanjutan proses hukum akan bergantung pada hasil pemeriksaan dan temuan alat bukti yang diperoleh penyidik.

(anf)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kembali jadi Rival di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Akui Tak Sabar Berhadapan dengan Vanja Bukilic

Kembali jadi Rival di Liga Voli Korea, Megawati Hangestri Akui Tak Sabar Berhadapan dengan Vanja Bukilic

Megawati Hangestri akan kembali berhadapan dengan Vanja Bukilic di Liga Voli Korea 2026/2027 setelah keduanya kini membela klub berbeda.
Keberlanjutan Tak Cuma soal CSR, Unilever (UNVR) Ungkap Perlunya Integrasi dalam Rantai Bisnis

Keberlanjutan Tak Cuma soal CSR, Unilever (UNVR) Ungkap Perlunya Integrasi dalam Rantai Bisnis

UNVR membeberkan bahwa pentingnya keberlanjutan masuk ke seluruh proses bisnis, dari bahan baku hingga kemasan, serta menargetkan emisi nol bersih pada 2039.
Perkuat Keamanan dan Ekonomi Desa, Pengurus Aslinmas dan Abpednas Bali Resmi Dilantik

Perkuat Keamanan dan Ekonomi Desa, Pengurus Aslinmas dan Abpednas Bali Resmi Dilantik

Penguatan peran masyarakat di tingkat desa menjadi salah satu perhatian dalam pengukuhan pengurus DPD dan DPC Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) serta Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) se-Provinsi Bali.
Wamenhaj Dahnil Kampanyekan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” Lewat Baju Lari

Wamenhaj Dahnil Kampanyekan “Bongkar Mafia Haji dan Umrah” Lewat Baju Lari

Gaya kampanye lewat kaus lari yang dikenakan Dahnil memperlihatkan bagaimana pesan tersebut dibawa langsung ke ruang publik dan aktivitas keseharian. Satu pesan utamanya, masyarakat diminta tidak diam ketika menemukan indikasi praktik yang merugikan jemaah haji dan umrah.
Sungai Cisadane Tangerang Jadi Lokasi Peringati World Cleanup Day 2026

Sungai Cisadane Tangerang Jadi Lokasi Peringati World Cleanup Day 2026

Momentum peringatan World Cleanup Day yang jatuh pada 20 September, Sungai Cisadane, Tangerang menjadi titik aksi kepedulian lingkungan JHL Group bersama Banksasuci.
Demi Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU

Demi Percepatan Pembangunan Infrastruktur, Kemendagri Dorong Pemda di NTB Perkuat KPDBU

Kemendagri mengingatkan Pemda di NTB memiliki peluang investasi yang besar melalui enam bendungan strategis nasional. Sehingga, penguatan KPDBU perlu didongkrak.

Trending

Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur soal Megawati Hangestri dan Tantangan Musim Baru

Pelatih Hyundai Hillstate Bicara Jujur soal Megawati Hangestri dan Tantangan Musim Baru

Hyundai Hillstate bersiap menghadapi V-League 2026-2027 dengan sejumlah perubahan besar, termasuk kehadiran Megawati Hangestri. Namun, pelatih Kang Sung-hyung.
Vanja Bukilic Datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, Rivalitas Makin Memanas?

Vanja Bukilic Datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, Rivalitas Makin Memanas?

Vanja Bukilic datangi Megawati Hangestri di Markas Hyundai Hillstate, rivalitas makin memanas?
Ternyata Bukan Megawati Hangestri? Target Awal Pemain Kuota Asia Incaran Hyundai Hillstate Akhirnya Terungkap

Ternyata Bukan Megawati Hangestri? Target Awal Pemain Kuota Asia Incaran Hyundai Hillstate Akhirnya Terungkap

Hyundai Hillstate ternyata memiliki rencana berbeda untuk pemain kuota Asia sebelum akhirnya merekrut Megawati Hangestri pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat panggilan mengejutkan ke Jerman U-21, membuka babak baru dalam perebutan jasanya di level internasional.
Ungkap Perlakuan Megawati Hangestri di Luar Lapangan, Jordan Wilson: Dia Sering...

Ungkap Perlakuan Megawati Hangestri di Luar Lapangan, Jordan Wilson: Dia Sering...

Pevoli andalan Indonesia Megawati Hangestri Pertiwi memegang peran penting di balik proses adaptasi pemain asing asal Amerika Serikat, Jordan Wilson, bersama ..
Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Pasangan suami istri (pasutri) yang menyiram air kotor ke warga yang menuju masjid untuk shalat Jumat di Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang digeruduk oleh warga.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung 20 September 2026: Ada yang Ketiban Rezeki Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung 20 September 2026: Ada yang Ketiban Rezeki Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 20 September 2026: Ada yang ketiban rezeki tak terduga. Zodiakmu termasuk?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT