Sara Wijayanto Bicara Begini Sebelum Sidang Cerai dengan Demian Aditya, Bahas soal Melepaskan hingga Tidak Dendam
- X/glxssie
Jakarta, tvOnenews.com - Sara Wijayanto menjalani sidang perdana perceraian dengan pesulap, Demian Aditya. Agenda tersebut telah berlangsung di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2026).
Dalam agenda sidang perdana perceraian itu, Sara Wijayanto terlihat datang, sedangkan Demian Aditya tampak tidak hadir di PA Jakarta Selatan.
Adapun Sara Wijayanto datang didampingi tim kuasa hukumnya. Ia bahkan terlihat tenang saat tiba di PA Jakarta Selatan meski tengah menghadapi persoalan rumah tangganya bersama Demian Aditya yang telah berjalan selama sekitar 12 tahun.
Menariknya, di tengah kabar keretakan rumah tangga tersebut, Sara Wijayanto pernah menyampaikan pernyataan terkait betapa pentingnya berdamai kembali menghebohkan publik.
Sara Wijayanto saat itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah wawancara. Ia membicarakan pengalaman dirinya selama menjadi kreator konten.
Sara mengungkapkan bahwa dirinya tidak sekadar memperoleh cerita terkait hal-hal mistis, namun ia juga mendapat banyak pelajaran penting mengenai kehidupan manusia.
Hal yang paling membekas bagi Sara saat seperti apa seseorang menghadapi amarah dan dendam. Di Jakarta Selatan belakangan ini, ia memahami setiap manusia pasti tidak luput dari dua hal tersebut.
"Jadi manusia nyangkut itu seperti apa sih? Kita kan kalau marah kadang-kadang kita punya, pasti manusia punyalah dendam gitu ya," kata Sara dikutip tvOnenews.com, Jumat (25/9/2026).
Sara Wijayanto Bicara Pentingnya Memaafkan
Ia menyampaikan bahwa dirinya telah menemui berbagai pengalaman. Dari hal ini, ia terus berusaha belajar bagaimana cara memiliki hati yang sabar.
Bagi Sara, kemampuan memaafkan sebagai pelajaran penting yang didapatkan olehnya.
"Aku itu belajar dari mereka. Nah, itu bagaimana caranya supaya punya hati yang lebih besar, setidaknya bisa lebih memaafkan," terangnya.
Sara berpendapat seseorang bisa saja masih menyimpan amarah atau dendam saat terus tikat pada masa lalunya. Oleh karena itu, ia berpendapat proses bagaimana melepaskan menjadi bagian penting dalam setiap perjalanan hidup.
Ia mengaku mendapat pelajaran bagi dirinya sendiri. Hal ini mendorong dirinya menceritakan salah satu pengalaman saat dirinya pernah bertemu sosok masih mempunyai keinginan mendengar permintaan maaf dari orang yang dicintainya selama hidupnya.
Load more