Kapan Seseorang Harus Ganti Kacamata? Ini Tanda-tanda yang Perlu Diketahui
- Pixabay/picjumbo_com
tvOnenews.com — Bagi sebagian orang, aktivitas rutin sehari-hari seperti membaca, berkendara hingga bekerja di depan komputer memerlukan bantuan kacamata.
Dengan kacamata, sebagian orang mungkin bisa fokus ataupun melihat suatu objek yang dituju menjadi lebih jelas ketimbang dengan mata telanjang.
Kendati demikian, kebanyakan orang biasanya hanya menganggap pakai kacamata untuk beraktivitas sebagai hal biasa. Padahal, ada jangka waktu tertentu untuk menggantinya
Sebagian lainnya bahkan baru memeriksakan mata ketika pandangan mulai terasa buram atau aktivitas sehari-hari terganggu.
Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengganti kacamata? Berikut sejumlah tanda yang perlu kamu ketahui.
- Ilustrated by ChatGPT
1. Penglihatan Mulai Buram
Saat dalam kondisi ini, seseorang mungkin menjadi susah membaca tulisan kecil, melihat objek dari jauh atau mengenali detail yang sebelumnya terlihat jelas sekalipun dengan bantuan kacamata.
Kondisi ini bisa terjadi karena perubahan ukuran refraksi mata sehingga resep kacamata lama tidak lagi sesuai. Namun, pandangan buram juga dapat disebabkan oleh masalah mata lainnya.
Maka dari itu, sebaiknya jangan langsung mengganti lensa tanpa memeriksakan kondisi mata terlebih dahulu.
2. Sering Menyipitkan Mata agar Terlihat Jelas
Kebiasaan ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa penglihatanmu tidak sejelas biasanya. Menyipitkan mata terkadang membantu objek terlihat sedikit lebih jelas untuk sementara waktu.
Jika hal ini sering terjadi meskipun kamu sudah memakai kacamata, ada baiknya melakukan pemeriksaan mata untuk mengetahui penyebabnya.
3. Mata Cepat Lelah saat Membaca atau Menatap Layar
Lazimnya, aktivitas sehari-hari seperti di depan komputer, laptop, maupun ponsel dalam waktu lama dapat membuat mata terasa lelah.
Namun, jika mata cepat lelah saat membaca atau bekerja, terutama ketika menggunakan kacamata, kamu perlu memperhatikan kondisi tersebut.
Ukuran lensa yang sudah tidak sesuai bisa menjadi salah satu penyebab ketidaknyamanan. Meski begitu, mata lelah juga dapat dipicu oleh terlalu lama menatap layar, kurang berkedip, atau kondisi mata kering.
4. Sering Mengalami Sakit Kepala
Sakit kepala yang muncul setelah membaca, bekerja di depan komputer atau melakukan aktivitas visual dalam waktu lama juga patut diperhatikan.
Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah mata harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus ketika ukuran kacamata tidak lagi sesuai.
Meski demikian, sakit kepala tidak selalu berkaitan dengan kacamata. Ada berbagai faktor lain yang jadi pemicunya, termasuk stres hingga penyakit tertentu.
5. Sulit Melihat pada Jarak Tertentu
Pada fenomena ini, bisa diambil contoh ketika seseorang sulit melihat tulisan di papan lalu lintas atau rambu jalan. Padahal, biasanya tampak begitu jelas.
Perubahan ini bisa berkaitan dengan perubahan kemampuan refraksi mata, termasuk rabun jauh, rabun dekat, atau astigmatisme.
Jika kondisi tersebut mulai mengganggu aktivitas, pemeriksaan mata dapat membantu menentukan apakah kamu membutuhkan perubahan resep kacamata.
6. Kacamata Terasa Tidak Nyaman atau Lensanya Rusak
Tidak semua alasan mengganti kacamata berkaitan dengan perubahan penglihatan. Kondisi fisik kacamata juga perlu diperhatikan.
Lensa yang tergores, retak, atau mengalami kerusakan dapat mengganggu kenyamanan. Adapun bingkai yang longgar atau tidak pas bisa membuat posisi lensa kurang tepat di depan mata.
Jika kerusakan hanya terjadi pada bingkai, kamu mungkin tidak perlu mengganti seluruh kacamata. Namun, jika lensa yang rusak, menggantinya bisa menjadi opsi terbaik.
7. Resep Kacamata Sudah Lama Tidak Diperiksa
Melalui pemeriksaan rutin, tenaga kesehatan dapat mengevaluasi kondisi mata dan menentukan apakah resep kacamata masih sesuai dengan keadaan terbaru.
Frekuensi pemeriksaan bergantung pada usia, kondisi mata, dan kebutuhan tiap orang. Oleh karenanya, tidak ada satu jadwal yang berlaku sama untuk semua orang.
Load more