News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pihak Ruben Onsu Tegaskan Alasan Komnas Anak Tak Perlu Ikut Campur soal Hak Asuh

Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, mengungkap alasan Komnas Anak dinilai tak perlu ikut campur dalam polemik hak asuh yang sedang disidangkan.
Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:17 WIB
Artis, Ruben Onsu.
Sumber :
  • Antara

tvOnenews.com - Polemik hak asuh anak antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan setelah melibatkan Komnas Anak. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menegaskan alasan kliennya tidak menyetujui langkah Komnas Anak yang dinilai terlalu jauh mencampuri persoalan yang sedang diproses di pengadilan.

Menurut pihak Ruben Onsu, proses persidangan hak asuh anak telah berjalan hingga tahap pembuktian dan menunggu putusan. Karena itu, penentuan hak asuh berada di tangan pengadilan, bukan lembaga tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minola Sebayang juga menjelaskan perbedaan antara Komnas Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang sebelumnya telah didatangi pihak Ruben Onsu.

Minola mengaku tidak ingin memberikan banyak tanggapan mengenai polemik tersebut. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa Ruben Onsu tidak menyetujui langkah-langkah yang diambil Komnas Anak.

“Ya, gimana ya meresponnya seperti apa ya? Sebenarnya sih saya enggak mau merespon lagi ya. Ya, enggak mau, enggak mau merespon lagi. Nanti kasih saya selesai,” ujar Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben Onsu dalam tayangan Intens Investigasi (23/10/2026).

Ia kemudian menjelaskan bahwa sikap Ruben Onsu telah disampaikan melalui unggahan di media sosial. Menurut Minola, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Ruben mengenai langkah yang dilakukan Komnas Anak.

“Cuma kalau kita lihat dari sikapnya si Ruben kan dia juga sudah bikin sikap ya melalui postingannya dia itu. Dan dari situ tadi juga kita komunikasi dengan dia, dia tidak menyetujui dengan apa langkah-langkah yang diambil oleh Komnas anak.”

Minola menjelaskan, Ruben menilai Komnas Anak sudah terlalu jauh mencampuri persoalan hak asuh yang saat ini sedang bergulir di persidangan.

“Ya karena menurut Ruben ini komnas anak sudah terlalu jauh mencampuri apa yang menjadi persoalan yang sekarang ini sudah dalam proses persidangan ya. Jadi kalau mengenai masalah anak Ruben bilang tuh masih banyak tuh anak-anak Indonesia yang perlu diurus gitu ya yang kasus-kasusnya juga sekarang jadi lagi viral gitu ya.”

Menurut pihak Ruben Onsu, persoalan hak asuh anak seharusnya mengikuti proses hukum yang sedang berlangsung. Minola mempertanyakan alasan Komnas Anak masih ikut menangani persoalan tersebut ketika persidangan telah berjalan hingga tahap pembuktian dan menunggu putusan.

“Kenapa kok masih mengurusi masalah ini yang sebenarnya prosesnya sudah berjalan jauh, sudah sampai di persidangan tinggal nunggu pembuktian dan putusan. Dan sebelumnya juga kita sudah sampaikan hal ini ke KPAI ya, kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia ya. Dan dari pihak sana juga sudah datang ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia.”

Minola menambahkan, pihak Ruben sebelumnya telah menyampaikan persoalan tersebut kepada KPAI. Ia juga membedakan kedudukan KPAI dengan Komnas Anak.

Menurut penjelasannya, KPAI merupakan komisi yang dibentuk negara berdasarkan undang-undang, sedangkan Komnas Anak merupakan lembaga swadaya masyarakat yang memiliki perhatian terhadap perlindungan anak.

“Kalau kita melihat kan bahwa memang posisi legal standing Komisi Perlindungan Anak Indonesia ini kan adalah komisi yang memang dibentuk oleh negara berdasarkan undang-undang ya. Beda dengan Komnas Anak yang itu merupakan suatu lembaga swadaya masyarakat ya yang memang konsen kepada anak ya. Jadi ada dua perbedaan.”

Lebih lanjut, Minola menegaskan bahwa penentuan hak asuh anak merupakan kewenangan pengadilan melalui putusan hukum. Ia menanggapi pandangan mengenai kemungkinan negara mengambil tindakan dalam persoalan hak asuh tersebut.

Menurut pihak Ruben Onsu, keputusan mengenai hak asuh tidak dapat ditentukan begitu saja oleh satu lembaga tertentu.

“Nah, jadi termasuk ketika dia mengatakan bahwa negara bisa mengambil ini, bisa mengambil itu kan juga sebenarnya kan gak ada itu ya. Semuanya kan kita tahu bahwa yang bisa merampas hak asuh itu kan adalah putusan pengadilan ya. Bukan satu lembaga tertentu ya.”

Sebelumnya, Ruben Onsu juga menjadi sorotan setelah mengunggah sejumlah pemberitaan mengenai kasus anak di media sosial. Unggahan tersebut mencakup kasus perundungan terhadap anak, kekerasan, hingga kisah anak yang harus berjuang membantu keluarganya.

ruben onsu
Unggahan Ruben Onsu. (Sumber: Instagram @ruben_onsu)

Melalui unggahan itu, Ruben meminta Komnas Anak memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan perlindungan anak di Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya penanganan laporan mengenai anak yang berada dalam situasi membahayakan tanpa harus menunggu kasus tersebut viral.

Sikap tersebut kemudian menjadi bagian dari polemik keterlibatan Komnas Anak dalam persoalan hak asuh yang sedang dihadapi Ruben.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga Oktober 2026, persidangan hak asuh anak Ruben Onsu dan Sarwendah masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pihak Ruben meminta agar proses hukum yang sedang berjalan dihormati, sementara keputusan mengenai hak asuh menunggu putusan pengadilan.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kim Bum Gelar Fanmeeting, Bummies Catat Informasi Penting Ini

Kim Bum Gelar Fanmeeting, Bummies Catat Informasi Penting Ini

Dengan tajuk Bertajuk "Kim Bum Fanmeeting Page∞ Debut 20th Anniversary Tour in Jakarta", Bummies perlu mengetahui rundown dari acara. 
Air Mata Zaskia Adya Mecca Jatuh di Tengah Karhutla Palangkaraya, Sampai Tak Bisa Berkata-kata

Air Mata Zaskia Adya Mecca Jatuh di Tengah Karhutla Palangkaraya, Sampai Tak Bisa Berkata-kata

Air mata Zaskia Adya Mecca jatuh saat menyaksikan karhutla Palangkaraya. Ia terharu mendengar perjuangan relawan memadamkan api di lahan gambut.
Datangkan 4,7 Ton Dry Ice dari Jakarta, Upaya Penanganan Karhutla Sumsel Terus Digenjot

Datangkan 4,7 Ton Dry Ice dari Jakarta, Upaya Penanganan Karhutla Sumsel Terus Digenjot

Pemerintah terus berupaya melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selamat. Hal ini terlihat saat Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib
Mitchell Baker Disorot Media Amerika, Aset Masa Depan Timnas Indonesia Masuk 5 Pemain Paling Mengesankan: Punya Kecerdasan dan Fisik Elit

Mitchell Baker Disorot Media Amerika, Aset Masa Depan Timnas Indonesia Masuk 5 Pemain Paling Mengesankan: Punya Kecerdasan dan Fisik Elit

Aset masa depan Timnas Indonesia, Mitchell Baker, mendapat sorotan media Amerika Serikat berkat penampilan impresifnya. Ia dinilai memiliki kecerdasan bermain.
IHSG Naik Tiga Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Mulai Kembali Mendapat Kepercayaan Investor

IHSG Naik Tiga Hari Beruntun, Pemerintah Dinilai Mulai Kembali Mendapat Kepercayaan Investor

Pengamat politik Hendri Satrio menilai tren positif tersebut tidak semata-mata menggambarkan kondisi pasar saham, tetapi juga mencerminkan persepsi publik terhadap kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.
OJK Jatuhkan Denda Total Rp2,52 Triliun kepada Ratusan Pelanggar Hukum Pasar Modal

OJK Jatuhkan Denda Total Rp2,52 Triliun kepada Ratusan Pelanggar Hukum Pasar Modal

OJK telah mengenakan sanksi administratif berdasarkan hasil pemeriksaan kasus berupa denda sebesar Rp2,23 triliun kepada 166 pihak per Oktober 2026.

Trending

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Kronologi Eks Kopassus Dibacok Tetangga Rumah di Cakung, Langsung Balas Banting Pelaku

Seorang mantan anggota Kopassus inisial MF (49) menjadi korban pembacokan oleh tetangganya sendiri, JB (57), hanya karena masalah sepele terkait renovasi rumah.
Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Mantan Anggota TNI Dibacok Tetangga Gegara Renovasi Rumah di Cakung, Alami Luka di Kepala

Eks anggota TNI berinisial MF (49) luka-luka usai dibacok tetangganya, akibat masalah renovasi rumah di Perumahan JGC, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10).
Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Jadwal KRL Hari Ini 23 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Cek Dulu Sebelum Berangkat

Cek jadwal KRL hari ini 23 Oktober 2026 rute Bogor-Jakarta Kota sebelum berangkat. Perlu dicatat, jadwal KRL bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan operasional.
Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Park Hang-seo Ungkap Alasan Thailand Terus Kalah dari Vietnam, Pernyataannya Picu Kontroversi

Pemilik Kanchanaburi FC menegaskan dukungannya kepada Park Hang-seo di tengah kontroversi akibat kritik keras terhadap wasit Thailand. Ia memastikan posisi.
Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Awal Mula Kasus Eks Kopassus Dibacok Tetangga di Cakung, Ternyata Berawal dari Istri Pelaku

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Try Putra mengatakan korban pembacokan yang diketuai eks Kopassus itu yakni Muhammad Fahrul alias MF. Ternyata ini awal mulanya.
Eks Kopassus Dibacok di Cakung, Pelaku dan Korban Sama-Sama Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Eks Kopassus Dibacok di Cakung, Pelaku dan Korban Sama-Sama Terluka dan Dirawat di Rumah Sakit Berbeda

Eks anggota Kopassus menjadi korban pembacokan di Perumahan JGC, Cakung Timur, Jakarta Timur. Dalam peristiwa ini, korban dan pelaku sama-sama terluka namun dibawa ke rumah sakit berbeda.
AFC Resmi Ubah Jadwal Piala Asia, Timnas Indonesia Terdampak?

AFC Resmi Ubah Jadwal Piala Asia, Timnas Indonesia Terdampak?

AFC resmi mengubah siklus Piala Asia dari tahun ganjil ke genap mulai 2032. Piala Asia 2027 tetap dijadwalkan di Arab Saudi, meski masih ada potensi penundaan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT