News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengenal Tragedi Gwangju, Peristiwa Berdarah yang Jadi Sorotan usai Muncul di Drama Doctor X

Mengenal Tragedi Gwangju 1980, gerakan pro-demokrasi Korea Selatan yang berakhir dengan penindasan berdarah dan kembali menjadi sorotan usai muncul dalam drama Doctor X.
Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:30 WIB
Drakor Bertema Kedokteran, Doctor X
Sumber :
  • YouTube Netflix Indonesia

Ketegangan politik kemudian meningkat. Pada Mei 1980, pemerintah memperluas penerapan darurat militer ke seluruh wilayah Korea Selatan. Kebijakan tersebut disertai pembatasan aktivitas politik dan penindakan terhadap pihak-pihak yang menentang pemerintahan militer.

Mahasiswa dan masyarakat yang menginginkan demokratisasi kemudian menggelar demonstrasi. Di Gwangju, aksi protes berkembang menjadi perlawanan terbuka setelah aparat melakukan kekerasan terhadap para demonstran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rangkaian peristiwa itu memperlihatkan pertentangan antara tuntutan masyarakat untuk mendapatkan kebebasan politik dan upaya pemerintahan militer mempertahankan kekuasaan. Latar belakang tersebut menjadikan Gwangju bukan sekadar peristiwa demonstrasi, melainkan bagian penting dari sejarah perjuangan demokrasi Korea Selatan. Sumber sejarah Korea

Gerakan di Gwangju berlangsung selama sekitar sepuluh hari, mulai 18 Mei hingga 27 Mei 1980. Dalam periode tersebut, demonstrasi mahasiswa berkembang menjadi gerakan masyarakat yang lebih luas.

Ketika aparat keamanan berusaha membubarkan aksi, kekerasan yang terjadi justru memperbesar kemarahan warga. Bentrokan antara masyarakat dan pasukan militer kemudian meluas, disertai penggunaan senjata api terhadap warga sipil.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian dalam penyelidikan setelah peristiwa tersebut adalah dugaan penembakan warga dari helikopter militer. Pada Februari 2018, sebuah komite investigasi di bawah Kementerian Pertahanan Korea Selatan menyatakan bahwa pasukan militer menembaki warga dari helikopter pada 21 dan 27 Mei 1980.

Penyelidikan itu memeriksa ratusan ribu halaman dokumen dan meminta keterangan dari sejumlah saksi serta mantan personel militer. Temuan tersebut memperkuat bukti mengenai penggunaan kekuatan militer terhadap warga sipil selama penindasan di Gwangju. The Korea Times

Perlawanan di Gwangju berakhir pada 27 Mei 1980, ketika pasukan militer kembali memasuki kota dan melakukan operasi penumpasan. Peristiwa itu meninggalkan banyak korban serta luka sosial yang tidak mudah dipulihkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jumlah korban menjadi bagian penting dalam dokumentasi sejarah Gwangju. Catatan yang tersedia mencakup korban meninggal, orang yang dilaporkan hilang, serta mereka yang meninggal kemudian akibat luka-luka. Angka yang tercatat dapat berbeda menurut kategori dan periode pendataan, sehingga jumlah korban perlu merujuk pada sumber serta metode pencatatan yang digunakan.

Tragedi Gwangju memiliki arti penting karena menjadi simbol perjuangan masyarakat Korea Selatan dalam menuntut demokrasi dan menentang pemerintahan otoriter.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Fakta Mengejutkan! Pelaku Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Ternyata Memiliki IQ di Atas Rata-rata

Fakta Mengejutkan! Pelaku Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun Ternyata Memiliki IQ di Atas Rata-rata

Hasil pemeriksaan psikologis terhadap Dwi Bagus Martono yang menunjukkan adanya kecenderungan kepribadian superior serta tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Awas WhatsApp Dibajak dari Jarak Jauh! Kenali 5 Tandanya Sebelum Pesan Pribadi dan Rekening Jadi Sasaran

Awas WhatsApp Dibajak dari Jarak Jauh! Kenali 5 Tandanya Sebelum Pesan Pribadi dan Rekening Jadi Sasaran

Kenali 5 ciri WhatsApp disadap atau dibajak dari jarak jauh, mulai dari kode OTP asing hingga pesan terkirim sendiri, serta cara memulihkannya
Kok Bisa AI Membutuhkan Banyak Air? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kok Bisa AI Membutuhkan Banyak Air? Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kok bisa AI membutuhkan banyak air? Guru Besar FMIPA UI menjelaskan alasan data center memakai air untuk pendinginan dan cara menghematnya.
Gempa M 5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG

Gempa M 5,4 Guncang Gunungkidul Yogyakarta, Begini Penjelasan BMKG

Wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), baru saja dikejutkan oleh guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 pada Selasa (27/10) malam.
Viral Layar iPhone Duo Retak di Bagian Engsel, Apple Akhirnya Buka Suara dan Siapkan Penggantian

Viral Layar iPhone Duo Retak di Bagian Engsel, Apple Akhirnya Buka Suara dan Siapkan Penggantian

Layar bagian dalam iPhone Duo dilaporkan retak di area engsel. Apple mengakui masalah pada sejumlah kecil unit dan membuka layanan penggantian.
Suami yang Habisi Nyawa Istri Siri dan Anak Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

Suami yang Habisi Nyawa Istri Siri dan Anak Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana, Terancam Hukuman Mati

Pasal tersebut mengatur ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun bagi pelaku pembunuhan berencana.

Trending

Ngeri! Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini 5 Risiko Kesehatan jika Dikonsumsi

Ngeri! Viral Ikan Asin Diduga Disemprot Cairan Pembasmi Serangga, Ini 5 Risiko Kesehatan jika Dikonsumsi

Video yang memperlihatkan ikan asin diduga disemprot menggunakan cairan pembasmi serangga (Baygon) saat dijemur viral di media sosial. Ini bahaya insektisida.
Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan Cuma Tungku Api, Tas Ukuran Jumbo Usai Pertemuan Terakhir Tersangka dengan Korban Ibu-Anak di Madiun Jadi Petunjuk Penting

Bukan cuma tungku api, tas berukuran jumbo juga merupakan petunjuk penting dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun. Meski demikian, petugas di lapangan masih mendalami hal tersebut lebih lanjut.
Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Operasi Patuh Jaya 2026 Berlanjut: Polisi Bakal Datangi Rumah Pelanggar, Begini Cara Kerjanya

Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), Operasi Patuh Jaya 2026 yang digelar Polda Metro Jaya kian intensif. 
Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri Kasus Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun Mulai Terpecahkan, Diduga Berawal dari Komunikasi Istri Sah Tersangka dan Korban

Misteri kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, mulai terpecahkan. Perselisihan berujung maut tersebut diduga bermula dari komunikasi antara istri sah tersangka dan korban DH.
Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Shin Tae-yong Wanti-wanti Lapangan JIS yang Tak Kunjung Membaik Bisa Cederai Pemain Persija Jakarta

Persija berhasil kembali meraih kemenangan atas Persik Kediri. Hasil akhir 2-1 mewarnai laga lanjutan pekan ketujuh Super League 2026-2027.
Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Jangan Asal Beli, Ini Dokumen Penting yang Harus Dicek Sebelum Membeli Apartemen

Sejumlah pembeli apartemen di Surabaya dan sekitarnya mengaku belum menerima Akta Jual Beli (AJB) dan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (SHMSRS), meski pembayaran unit telah lunas
Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Klasemen Akhir Grup G Piala Dunia U-15 2026: Timnas Indonesia U-15 Lanjut ke Mana?

Timnas Indonesia U-15 meraih hasil yang campur aduk pada Senin (26/10/2026) kemarin. Mereka mengalahkan Burundi namun takluk dari Portugal.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT