News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Trauma Digeruduk Sekelompok Pria, Herri Pras Ungkap Kondisi Keluarganya

Herri Pras mengungkap kondisi keluarganya usai rumahnya didatangi rombongan Yudi Cahyadi. Sang putra disebut mengalami trauma setelah menyaksikan langsung keributan tersebut.
Rabu, 4 November 2026 - 13:50 WIB
Herri Pras digeruduk diduga kelompok bela diri.
Sumber :
  • Tangkapan layar Instagram/hannykristiantonew

tvOnenews.com - Konten kreator sekaligus praktisi bela diri Herri Pras mengungkap kondisi keluarganya setelah kediamannya di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, didatangi sekelompok pria yang dikaitkan dengan petarung Mixed Martial Arts (MMA) Yudi Cahyadi.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam (1/11/2026) tersebut rupanya tidak hanya meninggalkan persoalan bagi Herri. Anggota keluarganya, terutama sang putra, disebut mengalami trauma setelah menyaksikan langsung keributan di lingkungan rumah mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengakuan itu disampaikan Herri dalam video terbaru yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya, HERRI PRAS.

Dalam video tersebut, Herri berbincang dengan Kyai Nur Ihya yang menghubunginya untuk menanyakan kondisi keluarga setelah insiden kedatangan rombongan pria tersebut.

Kyai Nur Ihya secara khusus menanyakan dampak kejadian itu terhadap anak Herri yang turut menyaksikan keributan di kediaman mereka.

"Ada trauma dari pihak keluarga, termasuk putra panjenengan (Anda) atas peristiwa yang terjadi di depan mata, di kediaman panjenengan (Anda) sendiri di Bogor," kata Kyai Nur Ihya, dikutip dari kanal YouTube HERRI PRAS.

Herri pun membenarkan bahwa peristiwa tersebut meninggalkan dampak psikologis bagi keluarganya.

"Betul, Pak Kyai," tegas Herri Pras.

Pengakuan singkat tersebut memperlihatkan bahwa dampak perselisihan yang awalnya berkembang di media sosial turut dirasakan oleh anggota keluarga yang tidak terlibat langsung dalam polemik tersebut.

Kronologi Rumah Herri Pras Didatangi Sekelompok Pria

Konten kreator Herri Pras
Konten kreator Herri Pras
Sumber :
  • YouTube Herri Pras/Instagram Hannykristiantonew

Sebagai informasi, perseteruan Herri Pras dengan petarung MMA Yudi Cahyadi bermula dari kritik yang disampaikan Herri terhadap dua pendakwah ternama, Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Melalui sejumlah konten di media sosial, Herri melontarkan pernyataan keras dan mempertanyakan sejumlah pandangan serta kapasitas keilmuan tokoh agama tersebut.

Salah satu ungkapan yang menuai kontroversi adalah penyebutan UAS dan UAH dengan istilah "setan bisu".

Pernyataan itu kemudian mendapatkan reaksi dari sejumlah pihak yang menganggap cara penyampaian kritik Herri telah merendahkan kehormatan kedua pendakwah.

Persoalan tersebut kemudian menarik perhatian Yudi Cahyadi, petarung MMA yang dikenal dengan julukan Prabu Gagak Lumayung.

Yudi memberikan respons terhadap pernyataan Herri hingga keduanya terlibat saling sindir dan tantangan duel di media sosial.

Herri sendiri menyatakan tidak keberatan menghadapi tantangan tersebut. Namun, ia mengajukan sejumlah persyaratan yang menurutnya harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum pertarungan dilakukan.

Perbedaan pandangan mengenai persyaratan itu membuat perseteruan semakin memanas hingga akhirnya rombongan yang dikaitkan dengan Yudi mendatangi kediaman Herri di Gunung Putri, Bogor.

Berdasarkan penuturan Herri, rombongan tersebut datang ke rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB pada Minggu malam (1/11/2026).

Mereka disebut datang menggunakan kendaraan berpelat merah, kemudian mengetuk pintu dan memanggil nama Herri agar keluar rumah.

Ketika bertemu, pembicaraan di antara kedua pihak kembali menyinggung persoalan tantangan duel yang sebelumnya ramai di media sosial.

Herri mengaku tetap meminta agar persyaratan yang diajukannya dipenuhi. Namun, situasi yang awalnya berupa adu argumen disebut berubah menjadi tindakan kekerasan.

Ia mengaku mendapat tendangan di bagian perut hingga terjatuh.

Setelah bangkit, Herri menyebut dirinya kembali mendapatkan pukulan dan dengkulan di bagian ulu hati serta perut.

"Setelah saya bangun dilanjut oleh saudara YC melakukan tindakan yang sama, memukul dan mendengkul area ulu hati dan bagian perut," kata Herri dalam keterangannya melalui media sosial.

Pengakuan tersebut menjadi salah satu alasan Herri memutuskan membawa persoalan itu ke jalur hukum.

Perlu diketahui, dugaan kekerasan tersebut masih merupakan keterangan dari pihak Herri dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan serta proses hukum.

Setelah mengaku mengalami tindakan kekerasan, Herri memilih masuk kembali ke dalam rumah dan menghubungi kepolisian melalui layanan darurat 110.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Hillal Adi Imawan membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai keributan tersebut.

Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk meredakan situasi sekaligus mempertemukan pihak-pihak yang terlibat.

Namun, upaya mediasi yang dilakukan kepolisian tidak menghasilkan kesepakatan. Kedua pihak akhirnya meninggalkan lokasi masing-masing.

Herri bersama tim kuasa hukumnya kemudian melaporkan sekitar 20 orang ke Polres Bogor atas dugaan intimidasi, persekusi, provokasi, dan penganiayaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah hukum tersebut ditempuh agar peristiwa yang terjadi di kediamannya dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

(tsy)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

2KB DYNASTY Resmi Dinobatkan Sebagai Juara PBNC XVII usai Laga Final yang Dramatis

2KB DYNASTY Resmi Dinobatkan Sebagai Juara PBNC XVII usai Laga Final yang Dramatis

Penyelenggaraan Point Blank National Championship (PBNC) XVII di JICC Senayan, Jakarta, resmi berakhir dengan meriah. 2KB DYNASTY berhasil menjadi pemenang.
Megawati Hangestri Kesulitan di Hyundai Hillstate, Pelatih Bandingkan dengan Saat di Red Sparks

Megawati Hangestri Kesulitan di Hyundai Hillstate, Pelatih Bandingkan dengan Saat di Red Sparks

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung membandingkan performa Megawati Hangestri saat membela Hyundai Hillstate dan Red Sparks. Ia menyebut bahwa pevoli berjuluk Megatron belum bisa tampil maksimal usai menelan kekalahan perdana di Liga Voli Korea 2026-2027.
Hasil Liga Voli Vietnam 2026: The Cong Tan Cang Menang Lagi, Rivan Nurmulki Cs Beri Kekalahan Pertama untuk Juara Bertahan

Hasil Liga Voli Vietnam 2026: The Cong Tan Cang Menang Lagi, Rivan Nurmulki Cs Beri Kekalahan Pertama untuk Juara Bertahan

Hasil Liga Voli Vietnam 2026 pertandingan tim yang diperkuat hitter Indonesia, Rivan Nurmulki, The Cong Tan Cang vs Bien Phong MB, pada hari Rabu 4 November.
Fuji Dapat Hadiah Patung Kuda Emas dari BCA, Benarkah Nasabah Solitaire? Segini Minimal Saldonya

Fuji Dapat Hadiah Patung Kuda Emas dari BCA, Benarkah Nasabah Solitaire? Segini Minimal Saldonya

Nama selebgram Fujianti Utamoi Putri atau Fuji kembali jadi sorotan usai dirinya mendapat hadiah patung Kuda Emas dari BCA. Ini Syarat Jadi Nasabah Solitaire.
Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh Tiga Kilometer, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Gunung Semeru Muntahkan Awan Panas Guguran Sejauh Tiga Kilometer, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Gunung Semeru di Lumajang terpantau mengalami erupsi berupa awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai tiga kilometer ke arah Besuk Kobokan, pada Rabu pagi
Presiden Disadap, Gerindra Puji Ketegasan Kapolri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Presiden Disadap, Gerindra Puji Ketegasan Kapolri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Partai Gerindra mengapresiasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang membongkar kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto. Sugiat -

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT