News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada! Ini 6 Hal yang Bisa Bikin Kita Riya

Riya adalah saat dimana seseorang mengerjakan suatu perbuatan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, bukan karena Allah SWT. Jebakan riya sangatlah banyak.
Jumat, 3 Maret 2023 - 06:00 WIB
Ilustrasi Orang yang sedang Ibadah
Sumber :
  • pexels

Jakarta, tvOnenews.com - Riya adalah saat dimana seseorang mengerjakan suatu perbuatan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, bukan karena Allah SWT semata. Orang yang riya biasanya pamer dan cari perhatian untuk mendapatkan pujian atau pengakuan.

Menghindar dari jebakan riya atau pamer memang bukanlah hal yang mudah dilakukan. Hal ini karena seseorang yang melawan jebakan riya sebenarnya sedang berperang melawan dorongan dari dalam diri sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jebakan riya sangatlah banyak. Belum lagi perangkap kesombongan, gila popularitas (sum’ah), cari perhatian (tamalluq) dan lain sebagainya.

Maka agar terhindar dari riya, sebaiknya, setiap muslim mengenal dari mana saja hal tersebut dapat tercipta.

tvonenews

Imam al-Ghazali berkata:

فمن لا يعرف الشر ومواقعه لا يمكنه أن يتقيه 

Artinya: 

“Buta dari mengenal seluk-beluk benalu amal membuat kita mustahil dapat menghindarinya.” (Abu Hamid al-Ghazali, Kitab al-Arba’in fi Ushul ad-Din, halaman 102).

Ustaz Ahmad Dirgahayu Hidayat, alumnus Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur dalam   NU Online menuliskan bahwa dalam Kitab al-Arba’in halaman 100-101 Imam al-Ghazali (wafat 505 H/1111 M) menjelaskan secara rinci enam tempat yang sangat berpotensi menumbuhkan sikap riya.

Pertama, dalam bentuk badan dan raut muka. Al-Ghazali menyebut beberapa contoh terkait ini. 

Hal yang tampak seperti badan yang kerempeng dan lemah misalnya, agar orang-orang melihatnya tampak seperti seorang ahli ibadah, ahli riyadhah, puasa, dan semisalnya. 

Termasuk juga memperlihatkan raut muka sedih, supaya terlihat seperti orang yang punya pengamatan mendalam ihwal kehidupan dan kehinaan dunia. 

Semua itu termasuk bagian dari riya’ yang diwanti-wanti al-Ghazali. 


Ilustrasi (pexels)

Kedua, dalam penampilan. Contoh kecil, seperti mencukur kumis agar terlihat lebih menawan dan mempesona sehingga banyak orang terpukau, menundukkan kepala saat berjalan, bergerak dan melangkah secara elegan supaya tampak lebih berwibawa,  menampakkan bekas sujud di dahi agar tidak diragukan kualitas sujudnya, dan hal-hal serupa.    

Ketiga, dalam gaya pakaian. Seperti mengenakan pakaian lengan panjang dengan lengan baju yang terlipat, tiada tujuan lain kecuali agar terlihat lebih keren, misalnya. 

Berbaju lusuh dengan beberapa tambalan juga termasuk salah satunya, bila tujuannya agar terlihat sebagai seorang sufi besar lagi bersahaja.

Keempat, riya dengan ucapan. Hal ini termasuk yang kerap kali menjebak para dai. Jadi, sebaiknya berhati-hati. 

Karena, orang alim pun tidak terlepas dari penyakit riya. Wajar saja bila baginda Nabi Muhammad saw bersabda dalam hadits riwayat Mu’âdz bin Jabal, Min fitnatil âlim, an yakunal kalam ahabba ilaihi min al-istima’, 

“Termasuk ujian besar seorang alim, yaitu ketika ia lebih suka berbicara daripada mendengar”. (Abu Hamid al-Ghazali, Ihyâ’ Ulumuddin, juz I, halaman 62). 

Kelima, riya’ dalam perbuatan, seperti memperlama rukuk dan sujud, misalnya, sedekah, puasa, haji, dan lain sebagainya. 

Semua itu sangat potensial untuk memunculkan riya’. Bahkan, gerak-gerik tubuh kita pun ketika melenceng dari niat luhur kerap kali terjerumus dalam penyakit hati ini. 

Keenam, riya’ juga bisa tumbuh karena banyaknya murid, teman, dan guru yang bisa dipamerkan. Seperti orang yang sering berkunjung kepada para gurunya, sehingga ia memiliki branding diri yang baik di mata umat: misalnya dekat dengan orang alim, sering bertabaruk, dan seterusnya. 

Membaca sekilas penjelasan al-Ghazali tentang 6 tempat riya’, seolah untuk beramal shaleh orang menjadi sangat ribet. Beramal lillahi ta’ala, murni karena Allah semata memang tidak mudah. 

Bukan karena Allah mempersulit akses menuju ke sana, tetapi karena hati manusia penuh oleh nuansa syaithani, egoisme, dan mabuk dunia, sehingga ia sulit menemukan kemurnian ibadah yang sebenarnya.  Sebagai hamba Allah, tentu orang tak boleh berkecil hati. 

Orang harus terus berupaya sedikit demi sedikit membenahi hati dengan cara apa pun. Seperti banyak membaca, mengaji kepada para ustadz, kyai, atau tuan guru yang dapat meningkatkan kualitas spiritualnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuncinya, adalah tidak sampai berhenti karena terjangkit riya’ saat beramal pertama, kedua, atau bahkan ketiga kalinya. Namun amal ibadah tetap harus terus dilanjutkan sampai hati menjadi stabil dan tidak butuh dilihat lagi oleh manusia lainnya. 

Wallahu a’lam

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

3 Fakta Terbaru Betrand Peto yang Dilaporkan Atas Dugaan Kekerasan Seksual

3 Fakta Terbaru Betrand Peto yang Dilaporkan Atas Dugaan Kekerasan Seksual

Betrand Peto dilaporkan oleh perempuan berinisial ANW ke Polda Metro Jaya terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) dan penganiayaan.
Terpopuler: Aktris JAV Hana Kuraki Meninggal hingga Skandal Biksu Senior Thailand

Terpopuler: Aktris JAV Hana Kuraki Meninggal hingga Skandal Biksu Senior Thailand

Sejumlah berita menarik perhatian pembaca tvOnenews.com, mulai dari kabar meninggalnya Hana Kuraki di Tokyo, video skandal yang diduga melibatkan biksu senior.
Detik-detik Purbaya Terima Telepon dari Prabowo Saat Rapat, Langsung Dicopot dari Jabatan Menkeu

Detik-detik Purbaya Terima Telepon dari Prabowo Saat Rapat, Langsung Dicopot dari Jabatan Menkeu

Purbaya menerima telepon terkait pencopotan jabatan Menkeu dari Presiden Prabowo Subianto ketika sedang mengikuti rapat kerja dengan Komite IV DPD di Jakarta.
3 Atlet Ini Tak Tahan Buang Air Besar di Tengah Pertandingan Olahraga, Nomor 3 Sedang Viral di Sosial Media

3 Atlet Ini Tak Tahan Buang Air Besar di Tengah Pertandingan Olahraga, Nomor 3 Sedang Viral di Sosial Media

Di dunia olahraga, pencernaan sudah menjadi bagian dari permasalahan yang tak bisa dilepaskan. Pergerakan ketika olahraga berpengaruh langsung pada organ pencernaan hingga seringkali atlet buang air di tengah pertandingan. 
Viral Reaksi Anak Purbaya Saat Ayahnya Dicopot Prabowo, Yudo Sadewa Singgung Korupsi

Viral Reaksi Anak Purbaya Saat Ayahnya Dicopot Prabowo, Yudo Sadewa Singgung Korupsi

Purbaya resmi digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Berbagai reaksi pun bermunculan, termasuk dari putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa...
Basarnas Sebut 22 Korban Selamat Kapal Virgo Tertahan di Tengah Laut

Basarnas Sebut 22 Korban Selamat Kapal Virgo Tertahan di Tengah Laut

Syafii mengatakan 22 korban yang berada di Kapal Cahaya Bahari tertahan di tengah laut, namun gelombang di atas normal membuat kapal itu tidak berani mendekat.

Trending

KPK OTT di Bogor dan Jakarta Terkait Badan Pertanahan Nasional

KPK OTT di Bogor dan Jakarta Terkait Badan Pertanahan Nasional

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Bogor dan Jakarta, pada Senin (14/9/2026).
Viral Reaksi Anak Purbaya Saat Ayahnya Dicopot Prabowo, Yudo Sadewa Singgung Korupsi

Viral Reaksi Anak Purbaya Saat Ayahnya Dicopot Prabowo, Yudo Sadewa Singgung Korupsi

Purbaya resmi digantikan oleh Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Berbagai reaksi pun bermunculan, termasuk dari putra Purbaya, Yudo Achilles Sadewa...
Viral! Perempuan di Bandung Diduga Jadi Korban Begal Pantat Usai Pulang dari Gereja

Viral! Perempuan di Bandung Diduga Jadi Korban Begal Pantat Usai Pulang dari Gereja

Dalam video rekaman pengawas yang beredar di media sosial, terlihat seorang perempuan sedang berjalan seorang diri di sebuah gang jadi korban begal pantat.
Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Dirjen di ATR/BPN Ikut Diangkut KPK dalam OTT Bogor dan Jakarta

Budi Prasetyo mengatakan pihaknya mengamankan 17 orang termasuk Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Harta Kekayaan Suahasil Nazara Menteri Keuangan yang Gantikan Purbaya

Harta Kekayaan Suahasil Nazara Menteri Keuangan yang Gantikan Purbaya

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan Suahasil pada periode 2025, ia memiliki harta tanah dan bangunan sebesar Rp49.857.555.000.
OTT di BPN Bogor Diduga Terkait Proses Pengurusan HGB, Summarecon Turut Disebut KPK

OTT di BPN Bogor Diduga Terkait Proses Pengurusan HGB, Summarecon Turut Disebut KPK

Terkait dengan OTT di Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Budi menjelaskan bahwa kasus ini diduga berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB).
Terduga Korban Kekerasan Seksual Betrand Peto Dicecar 23 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Terduga Korban Kekerasan Seksual Betrand Peto Dicecar 23 Pertanyaan di Polda Metro Jaya

Pemeriksaan berlangsung untuk menggali rangkaian kejadian yang dilaporkan. Dalam proses tersebut, korban dicecar sebanyak 23 pertanyaan oleh penyidik......
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT