MasyaAllah, Jurnalis Senior Aiman Witjaksono Dulunya Pernah Atheis, Namun Kini Justru Kagum Dengan Al Qur'an Gara-gara......
- Tangkapan layar YouTube Kasisolusi
“Bahkan sampai detik ini seluruh apa yang ada di tubuh kita ini belum terpecahkan semua di ilmu kedokteran, boleh tanya ke profesor doktor siapapun. Kalau udah ada udah selesai dong penelitiannya, penelitian masih terus dilakukan sampai sekarang di dunia kedokteran. Contoh penyakit langka, ada banyak nih. Kenapa bisa seperti itu? Kan nggak ada jawabannya,” ungkap Aiman Witjaksono.
“Kenapa bisa seperti itu? Kan nggak ada, penyebabnya apa? Nggak ada yang tahu. Itu kan rahasia Allah, rahasia Tuhan. Apakah kita masih sombong mau mengatakan Tuhan itu nggak ada?” tambah Aiman Witjaksono
Namun untuk alasannya memilih Islam sebagai agama, Aiman tidak ingin mengungkapkannya ke publik.
“Nah, bagaimana kemudian setelah itu. Nah, itu biarkan menjadi pribadi saya, dari Tuhan memilih agama yang mana itu kan beda-beda antara satu orang dengan orang yang lain,” sebut Aiman Witjaksono.
Keajaiban Al Qur’an
Meskipun pada sesi wawancara ini Aiman Witjaksono tidak menjelaskan secara langsung mengenai alasannya memilih untuk memeluk agama Islam, tetapi ia berbagi kisah kekagumannya pada Al Qur’an.
Aiman menceritakan mengenai matematika Al Qur’an di mana dalam kitab suci ini tersusun rapi huruf-huruf yang punya lawan kata dengan jumlah berulang.
“Saya harus sampaikan, ya. Jadi di situ (di Al Qur'an) disebutkan antara lawan kata satu dengan yang lain, jumlahnya sama dalam Al Qur’an. Matematika Al Qur’an,” jelas Aiman Witjaksono.
“Dari 6000 sekian ayat, kalau orang yang bikin dulu nggak ada Microsoft Word, yang bisa menghitung kata apa jumlahnya berapa nggak ada dulu. Kok bisa ada kata-kata seperti itu?” terang Aiman Witjaksono. (Lsn)
Load more