GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jejak Syiar Islam di Pulau Jawa, Melihat Keindahan Masjid Peninggalan Sunan Muria di Puncak Gunung

Salah satu bukti syiar Islam di Pulau Jawa yakni masjid peninggalan Raden Umar Said atau Sunan Muria di Desa Colo, di lereng Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah.
Jumat, 31 Maret 2023 - 03:05 WIB
Masjid peninggalan Sunan Muria yang berada di puncak gunung.
Sumber :
  • Tim tvOne - Galih Manunggal

Kudus, tvOnenews.com - Salah satu bukti sejarah syiar Islam di Pulau Jawa yakni masjid peninggalan Raden Umar Said atau Sunan Muria yang berada di Desa Colo, di lereng Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah.

Pusat syiar Agama Islam yang dilakukan Sunan Muria yang sekaligus menjadi makam beliau berada lereng Gunung Muria Desa Colo, Kecamatan Dawe. Untuk mencapai lokasi dengan ketinggian sekitar 1000 MDPL itu, peziarah harus menyusuri jalan sempit yang menanjak sekitar 3 kilometer dari terminal Colo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selama ratusan tahun sejak ditinggalkan oleh sang wali, bangunan masjid sekaligus makam Sunan Muria di lokasi tersebut telah mengalami banyak perubahan. Namun beberapa benda dan bagian bangunan di dalam masjid yang dibangun sunan muria hingga kini masih utuh seperti sedia kala.

Salah satunya yakni tempat imam masjid atau pengimaman. Tidak seperti tempat imam masjid pada umumnya, bentuk pengimaman di masjid ini menjorok ke dalam. Susunan bangunan juga masih utuh seperti aslinya, termasuk cawan-cawan yang ditempel di dinding bangunan.

Bedug di Masjid Sunan Muria dihiasi ukiran naga dan ayam jantan serta aksara jawa kuno dibawahnya.(Galih Manunggal).

Benda lain peninggalan Sunan Muria adalah bedug yang terbuat dari kayu jati kuno. Terdapat pahatan berbentuk ukiran naga dan ayam jantan diatas bedug serta aksara Jawa kuno dibawahnya.

Bedug yang tersimpan di masjid tersebut juga masih asli dan masih digunakan untuk ditabuh sebelum adzan berkumandang.

Yang ketiga yakni gentong peninggalan Sunan Muria yang sering menjadi tempat tujuan pengunjung setelah berziarah di makam sang wali.

Gentong terletak sekitar 20 meter dibawah makam Sunan Muria ini masih terawat hingga sekarang. Gentong tersebut berisi air yang berasal dari mata air pegunungan Muria yang senantiasa mengalir sepanjang waktu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gentong peninggalan masa Syiar Islam Sunan Muria menjadi jujugan para Peziarah. (Galih Manunggal)


Pengurus Yayasan Makam Dan Masjid Sunan Muria, Mastur mengatakan, semasa hidup Sunan Muria dikenal sangat dekat dengan rakyat. Semua benda peninggalan Sunan Muria yang ada merupakan petunjuk kemuliaan ajaran beliau.

“Seperti tempat imam yang menjorok ke dalam merupakan simbol mengutamakan akhirat, selalu intropeksi diri serta sifat kedermawanan yang diteladankan pada umatnya,” terang Mastur.

Mastur menambahkan,  Sunan Muria juga menyebarkan agama Islam dengan jalan damai. Yakni metode topo ngeli atau ikut arus budaya masyarakat asli sekitar dan kemudian diisi dengan nilai-nilai Islam.  

“Beliau dalam berdakwah konon menerapkan metode topo ngeli, atau ikut arus budaya masyarakat sekitar pada awalnya dengan menyelipkan ajaran-ajaran Islam. Seperti kalau ada bayi lahir, diisi dengan berjanjen atau sholawatan, kalau ada orang mati diisi dengan tahlil, baca Alquran, kalau ada yang syukuran dibacakan manaqib. Pada akhirnya, masyarakat ikut masuk ke agama Islam,” lanjut Mastur.

Selain itu, metode dakwah lainnya yakni pager mangkok atau gemar bersedekah, kepada masyarakat sekitar.

“Beliau (Sunan Muria) berpesan, pagarilah rumahmu memakai mangkok. Artinya gemarlah bersedekah kepada masyarakat sekitar, imbuh Mastur.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Peneliti UNS Nilai PP Kesehatan Harus Perhatikan Hak Konstitusional Masyarakat

Peneliti UNS Nilai PP Kesehatan Harus Perhatikan Hak Konstitusional Masyarakat

Peneliti P3KHAM LPPM UNS nilai pemerintah harus memperhitungkan agar PP Kesehatan tidak membebani sektor tertentu, dengan lakukan uji proporsionalitas kebijakan
Sejak Awal Dianggap “Pemain Asing”, Megawati Hangestri Buktikan Kualitas dan Bawa JPE Tembus Final Four

Sejak Awal Dianggap “Pemain Asing”, Megawati Hangestri Buktikan Kualitas dan Bawa JPE Tembus Final Four

Megawati Hangestri kembali menunjukkan kelasnya bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2026. Bahkan sejak awal musim ia sudah “dianggap pemain asing”.
Ramai soal Pilpres 2029, Pengamat Sebut PDIP Bisa Mainkan ‘Kartu Truf’ Megawati

Ramai soal Pilpres 2029, Pengamat Sebut PDIP Bisa Mainkan ‘Kartu Truf’ Megawati

Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, menilai Megawati Soekarnoputri masih layak diperhitungkan oleh PDI Perjuangan untuk didorong pada Pilpres 2029.
Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Tokoh Muslim Tionghoa, Jusuf Hamka atau Baba Alun menepis anggapan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mematikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ternyata Ini Alasan Persib Bandung Pinjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo

Ternyata Ini Alasan Persib Bandung Pinjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo

Persib Bandung meminjamkan Febri Hariyadi ke Persis Solo. Simak alasan di balik keputusan tersebut serta pesan emosional sang winger untuk Bobotoh.
Usai Diakui Anak Kandung oleh Denada, Ressa Rossano Berubah Total Mendadak Acuh, Pengacara: Ada Upaya Bikin Gaduh

Usai Diakui Anak Kandung oleh Denada, Ressa Rossano Berubah Total Mendadak Acuh, Pengacara: Ada Upaya Bikin Gaduh

Setelah diakui anak kandung oleh penyanyi Denada, Ressa Rossano justru kini tiba-tiba menjadi acuh.

Trending

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Sentul, Megawati Hangestri Libur Hingga Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata

Jadwal Proliga 2026 pekan ini yang akan diramaikan dengan sejumlah pertandingan di seri Sentul termasuk penentuan nasib Bandung bjb Tandamata dan Megawati Hangestri tak akan main.
Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Punya Nama Jawa tapi Belum Juga Bela Timnas Indonesia, Bek Feyenoord Ini Tak Masuk Radar PSSI?

Timnas Indonesia terus gencar memburu pemain keturunan demi meningkatkan daya saing level internasional. Namanya Jawa banget, Neraysho Kasanwirjo masuk radar?
Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Sudah Lama Dipendam Sule, Mantan Asisten Pribadi Kini Bongkar Kisah Perselingkuhan Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana

Isu lama mengenai skandal perselingkuhan yang menyeret mendiang mantan istri Sule, Lina Jubaedah dan Teddy Pardiyana dibongkar oleh mantan asisten pribadi Lina
Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Striker Berdarah Depok Caper ke John Herdman? Langsung Cetak 6 Gol dan 2 Assist di Liga Belanda Demi Panggilan Timnas Indonesia

Berharap dilirik John Herdman untuk dinaturalisasi Timnas Indonesia, striker keturunan Depok ini menggila di Belanda. Cetal 6 gol dan 2 assist hanya dari 2 laga
Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top Skor Proliga 2026 Putri: Megawati Hangestri Gagal Tembus Papan Atas, Megatron Terancam Terdepak dari 10 Besar

Top skor Proliga 2026 putri, di mana Megawati Hangestri (Jakarta Pertamina Enduro) terancam terdepak dari 10 besar seiring dominasi pemain asing yang tak terbendung.
Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Emil Audero Menggila! 6 Penyelamatan Heroik Selamatkan Cremonese dari Kekalahan Lawan Genoa

Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tampil solid ketika membela Cremonese saat ditahan imbang Genoa tanpa gol pada pekan ke-25 Liga Italia
Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam Heran Bukan Main, Timnas Indonesia kok Banyak Pemain Naturalisasi tapi Selalu Kalah di Final AFF

Media Vietnam terheran-heran sekaligus sindir Timnas Indonesia yang kini punya banyak pemain naturalisasi tapi selalu kalah dalam laga final AFF alias tak juara
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT