Jodoh Itu Takdir Apa Pilihan? Simak Penjelasan UAS Ini
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Jodoh adalah salah satu misteri kehidupan dari setiap manusia, selain maut, nasib, dan rezeki.
Tak ada satu pun manusia yang mengetahui siapa jodohnya kelak. Hanya Allah SWT yang mengetahui dan berhak menentukannya.
Maka, jodoh sebenarnya bukanlah pilihan, melainkan takdir yang telah tercatat dengan jelas dan tegas di Lauhul Mahfudz. Hal ini sesuai dengan perkataan Rasulullah dalam riwayat berikut ini.
Beliau bersabda:
“Allah telah mencatat ketentuan-ketentuan ciptaan-Nya 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)
![]()
Ilustrasi (ant)
Hal tersebut kemudian ditegaskan dalam surat Ar-Rum ayat 21. Allah berfirman,
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”
Lantas apakah jika Allah sudah menetapkan sesuatu lantas bisa berubah?
“Ada nikmat yang dirubah oleh Allah karena yang akan menerima nikmat itu perbuatannya tidak layak,” ujar Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam program religi tvOne, Indahnya Ramadhan, UAS dan Sahabat.
UAS kemudian menjelaskan yang dimaksud misalnya adalah Allah sudah menyiapkan pasangan yang baik, namun karena ia tidak layak maka Allah rubahlah ketetapan tersebut.
![]()
Ilustrasi (pixabay)
“Dirubah oleh Allah, salah satu tafsiran ulama dari sebuah sebuah ayat dikatakan bahwa mereka sendirilah yang merubah sehingga nikmat itu tidak jadi turun kepada mereka,” kata UAS.
Oleh karena itu muncullah ungkapan bahwa kita adalah cerminan dari jodoh kita.
“Jadi laki-laki baik dan perempuan baik dipertemukan oleh Allah,” kata UAS.
Mengenai seseorang yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik, sementara yang buruk akan mendapatkan jodoh yang buruk pula, hal itu sebagaimana tercantum dalam Surah An Nur ayat 26 yang artinya:
“Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang.” (QS. An-Nur: 26)
Maka UAS mengingatkan agar setiap manusia untuk selalu berhusnudzon kepada Allah SWT.
“Berusaha baik, berpikir baik berbuat baik, datang yang baik syukur, ketika datang tidak baik, bersangka baiklah pada Allah,” kata UAS.
Jika hal itu menjadi dasar hubungan kita kepada Allah insyaAllah hidup akan tenang.
Wallahualam
Load more