GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mengintip Nilai Ibadah dari Penukaran Uang Pecahan Jelang Lebaran

Penukaran uang pecahan kerap dilakukan oleh masyarakat menjelang Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri. Lantas bagaimakah hukumnya dalam sudut pandang Islam?
Sabtu, 15 April 2023 - 11:37 WIB
Ilustrasi Penukaran Uang untuk Lebaran
Sumber :
  • ANTARA

Bondowoso, tvOnenews.com - "Demi Allah, saya tidak ambil untung sepeserpun. Ini hanya berniat untuk membantu memudahkan orang yang mau bersedekah di momen Lebaran."

Pernyataan di atas meluncur dari seorang perempuan, sebut saja Nani, saat bercerita mengenai kebiasaannya setiap tahun membantu warga lainnya mendapatkan uang pecahan baru Rp2.000, Rp5.000, hingga Rp10.000 dan Rp20.000.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penegasan dengan sumpah itu ia sampaikan karena sempat ada yang mengingatkan dengan nada keras bahwa mengambil keuntungan dari menjadi semacam "broker" penukaran uang pecahan kecil itu. Nani diingatkan bahwa mengambil keuntungan dari praktik penukaran uang itu sama dengan memakan uang "riba" alias uang tidak halal.

Jauh dari niat menangguk untung, apa yang dilakukan Nani sesungguhnya mengandung makna ibadah untuk menolong dan memberi kemudahan pada usaha orang lain.

tvonenews

Bagi Nani, menjadi perantara penukaran uang itu menjadi semacam pelipur lara hatinya saat ia tidak mampu berbuat ibadah dalam kategori besar. Kalau orang lain menambah koleksi ibadahnya di luar yang "mahdhah" dengan membangun masjid atau fasilitas ibadah umum lainnya, ia cukup membuat orang bahagia karena ikhtiarnya untuk berbuat baik kepada orang lain dimudahkan.

Ibadah "mahdhah" itu, seperti shalat puasa, zakat, haji, sementara kebaikan yang di luar mahdhah alias yang telah ditetapkan itu tergolong "ghairu mahdhah" atau di luar yang ditetapkan, seperti membantu orang lain atau memudahkan urusan orang lain.

Membantu orang mudah dalam melakukan ibadah sedekah, diyakini Nani juga mendapatkan barokah dari aktivitas tersebut. Karena itulah ia tidak pernah merasa beban dengan berepot-repot diri membantu orang lain mendapatkan uang pecahan baru, saat akhir bulan Ramadhan.

Warga banyak terbantu oleh upaya Nani saat bank membatasi jumlah penukaran uang pecahan dengan syarat si penukar harus merupakan nasabah bank yang dituju. Jumlahnya penukaran, misalnya hanya dibatasi Rp1.800.000 per nasabah. Selain dibatasi jumlahnya, warga juga harus antre lama di bank, padahal mereka yang hatinya dilapangkan untuk berbagi rezeki saat Lebaran itu terkadang butuh sampai Rp10 juta hingga Rp20 juta per orang. Kadang dari Rp10 juta atau Rp20 juta itu masih dibagi lagi dengan orang lain yang juga membutuhkan.


Ilustrasi THR Lebaran (freepik)

Di luar memudahkan warga menukar uang pecahan baru itu, Nani juga sering terlibat dalam kegiatan sosial menyantuni janda-janda yang hidupnya serba susah. Menyediakan kemudahan bagi orang yang membutuhkan uang pecahan itu hanya sebagian dari kebaikan yang telah membudaya dalam jiwa Nani.

Tuduhan miring telah mengambil untung dengan cara riba pada Nani itu bukan tidak mungkin sering kita lakukan. Seolah-olah apa yang dikerjakan oleh seseorang itu negatif, padahal sejatinya adalah perbuatan ibadah. Dari apa yang dialami Nani itu kita banyak belajar untuk tidak berprasangka buruk atau "husnudzon" pada orang lain.

Hal-hal yang terlihat sederhana, justru memiliki nilai ibadah tinggi di hadapan Allah. Jika ditelisik lebih dalam, bukankah apa yang dilakukan oleh Nani masuk dalam kategori "kuntum khaira ummah". Islam mengajarkan bahwa sebaik-baik umat itu adalah orang yang banyak memberi manfaat kepada orang lain.

Rasulullah bersabda, "Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya." (HR. Qadlaa’iy)

Meskipun hanya menjadi perantara penukaran, karena suami Nani memiliki akses ke sejumlah bank, bukan berarti apa yang harus dia kerjakan itu sederhana dan mudah.

Nani harus meluangkan tenaga dan waktu untuk mendata orang-orang yang memerlukan, termasuk berapa jumlah uang yang diperlukan.

Ketika uang pecahan itu sudah di tangan, ia harus menghitung ulang secara manual. Kemudian, jika pemesan tidak segera mengambil, Nani rela mengantarkan uang itu ke rumah si pemesan. Hal itu karena Nani tidak ingin menanggung risiko, misalnya rumahnya disatroni pencuri.

Secara pribadi ada "nasabah" yang merasa berutang budi, Nani kadang mendapatkan oleh-oleh, yang hal itu tidak pernah ia harapkan. Beruntung bahwa selama menjalankan bantuan itu tidak pernah mengalami kerugian, seperti tidak sesuainya jumlah uang yang diterima dari bank, termasuk para pemesanannya tidak membayar sesuai jumlah yang dipesan.

Melihat ibadah sosial yang dilakukan Nani, barangkali layak juga disandingkan dengan cerita hikmah tentang sufi mengenai adanya seorang pelacur dimasukkan ke surga oleh Allah SWT hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan.

Perbuatan si pelacur kepada hewan saja bernilai ibadah kelas tinggi, apalagi jika hal itu dilakukan untuk membantu orang lain dalam menjalankan kebaikan, yakni ingin bersedekah uang di momen Lebaran.

Landasan lain dari ibadah memudahkan orang lain bernilai besar di hadapan Allah SWT itu adalah hadits berikut, "Saat seorang pria sedang berjalan, tiba-tiba ia mendapati sebuah dahan berduri yang menghalangi jalan, kemudian ia menyingkirkannya, maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuni dosa-dosanya." (HR Bukhari).

Pelajaran besar dari yang dialami Nani ini adalah tidak ada hak kita untuk menilai orang lain, khususnya terkait ibadah.

Artinya banyak jalan menuju keridloan Allah, meskipun secara sosial ibadah seseorang itu mungkin hanya terlihat biasa-biasa saja. Kita hanya bisa melihat apa yang tampak dan tidak pernah bisa menyelami niat mulia seseorang yang secara kasat mata perbuatannya itu tidak tergolong sebagai ibadah. Salah satu pelajaran dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ini adalah menjaga hati untuk tidak mudah menilai orang lain. Allah Mahatahu atas sesuatu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahua’lam

ant

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dua Ambulans Pembawa Pasien Rujukan Terjebak Longsor dan Banjir di Kalumpang Mamuju Akibat Cuaca Buruk

Dua Ambulans Pembawa Pasien Rujukan Terjebak Longsor dan Banjir di Kalumpang Mamuju Akibat Cuaca Buruk

Sejak beberapa hari terakhir ini cuaca buruk menerjang Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Dua mobil ambulans terjebak banjir dan longsor.
Residivis Pembobol Toko Gadai di Gowa Ditangkap di Kolaka Timur

Residivis Pembobol Toko Gadai di Gowa Ditangkap di Kolaka Timur

Pelaku pembobolan rumah usaha titip gadai barang elektronik di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu ditangkap setelah buron dan berpindah-pindah daerah hingga ke Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
Hasil Super League: Gustavo Almeida Jadi Pahlawan, Persija Bungkam Persik lewat Comeback Manis di Kediri

Hasil Super League: Gustavo Almeida Jadi Pahlawan, Persija Bungkam Persik lewat Comeback Manis di Kediri

Persija Jakarta bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Persik Kediri 3-1 lewat brace Gustavo Almeida dalam pertandingan pekan ke-33 Super League 2025-2026
Respons Anies Baswedan Terkait Putusan MK soal Ibu Kota Negara

Respons Anies Baswedan Terkait Putusan MK soal Ibu Kota Negara

Anies Baswedan memberikan respons terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal Jakarta masih menjadi ibu kota negara. Anies mengatakan, bahwa putusan tersebut
Anies Baswedan Sebut Tangan JK Damaikan Konflik di Ambon, Poso, dan Aceh

Anies Baswedan Sebut Tangan JK Damaikan Konflik di Ambon, Poso, dan Aceh

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut Wakil Presiden ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) memiliki peran dalam mendamaikan daerah yang sempat berkonflik.
Psywar Berkelas John Herdman Jelang Piala Asia 2027: Percayalah, Jepang dan Qatar Ogah Ketemu Indonesia

Psywar Berkelas John Herdman Jelang Piala Asia 2027: Percayalah, Jepang dan Qatar Ogah Ketemu Indonesia

Pelatih anyar Timnas Indonesia John Herdman angkat bicara mengenai peta persaingan sengit yang akan dihadapi anak asuhnya di Grup F Piala Asia 2027. Berstatus -

Trending

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

Sikap Resmi SMAN 1 Sambas soal Polemik Lomba Cerdas Cermat MPR RI: Hormati Keputusan Hasil Penyelenggaraan LCC

SMAN 1 Sambas melalui kepala sekolah resmi merilis pernyataan sikapnya. Sekolah menghargai hasil final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalbar.
Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Ketua MPR Sebut Juri LCC Tak Perlu Minta Maaf, Federasi Serikat Guru Indonesia Justru Desak Keduanya Memohon Maaf

Dua dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat, didesak meminta maaf secara langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Suku Togutil Ragukan Janji Pemprov Malut Buatkan Bangunan Layak Huni, Sherly Tjoanda: Kita Bikin Lebih Bagus

Janji Gubernur Malut Sherly Tjoanda yang ingin membangun pemukiman di Desa Koil bekerja sama dengan Kemensos diragukan oleh penduduk setempat yaitu suku Togutil
Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Soal Hikmah Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, Ayah Siswi SMAN 1 Pontianak: Seorang Anak Gagah Suarakan Keadilan

Andre Kuncoro, ayah siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra bicara hikmah polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat (Kalbar).
Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Ikut Murka Lihat yang Dialami Ocha Siswi SMAN 1 Pontianak di LCC MPR, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Beri Reaksi Begini

Polemik pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI menyita perhatian banyak orang setelah potongan video beredar di media sosial.
Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Pantas Berani Lawan Juri LCC MPR RI, Ayah Bongkar Josepha Alexandra Rajin Belajar sejak Kecil: Ini Anak Gak Stres Kah?

Andre Kuncoro, ayah Josepha Alexandra (Ocha), siswi SMAN 1 Pontianak peserta final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 Kalbar ungkap tabiat anaknya.
Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Kaesang Pangarep Terpilih Jadi Ketua Timses Calon Ketua HIPMI, Terlihat Hadiri Malam Kolaborasi Daerah

Ketua Tim Pemenangan calon ketua Hipmi Reynaldo Bryan, Kaesang Pangarep hadiri acara “Malam Kolaborasi Daerah” yang diselenggarakan oleh tim sukses (timses) Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (15/5/2026).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT