Ini 4 Amalan yang Jadi Istimewa Jika Dilakukan Saat Hari Jumat, Syekh Ali Jaber: 1 Jam Sebelum Maghrib Jangan Sampai Tertinggal!
- Tangkapan Layar YouTube
Jakarta, tvOnenews.com - Jumat dalam Islam dapat disebut sebagai rajanya hari. Hal ini karena hari Jumat sangatlah istimewa.Ā Bahkan Syekh Ali Jaber pernah mengingatkan bahwa ada empat amalan yang jadi istimewa jika dilakukan di hari Jumat.
Oleh karena itu, seluruh umat Islam dianjurkan untuk menjalankannya terutama saat 1 jam sebelum maghrib.
Amalan pertama yang disebutkan Syekh Ali Jaber adalah memperbanyak shalawat kepada Rasulullah SAW.
"Pertama, bershalawat kepada Rasulullah SAW, karena Rasulullah SAW menginginkan dan berpesan kepada kita perbanyak sholawat di hari Jumat," kata Syekh Ali Jaber, sebagaimana dikutip oleh tvOnenews melalui kanal YouTube Yayasan Syekh Ali Jaber pada Jumat (16/6/2023).
![]()
Ilustrasi Orang Baca Al-Qur'an (istockphoto)
Kemudian yang kedua, Syekh Ali Jaber mengingatkan untuk jangan sampai lupa untuk membaca surah Al Kahfi di hari Jumat.
"Yang kedua, jangan lupa membaca surratul Kahfi," pesan Syekh Ali Jaber.
Bila tidak sempat atau belum mampu, Syekh Ali Jaber menyebutkan bisa juga dengan cara mendengarkan murotal surah Al Kahfi.
Surah Al Kahfi terdiri dari 110 ayat, jika dirasa sulit, Syekh Ali Jaber menyarankan untuk membaginya.
āMisal di pagi hari sekian ayat, di siang hari sekian ayat, hingga sore hari,ā saran Syekh Ali Jaber.
Amalan yang ketiga adalah memperbanyak berdoa. Hal ini karena kata Syekh Ali Jaber, ada 1 waktu yang jika kita berdoa maka tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
"Barangsiapa yang berdoa di 1 jam itu doanya tidak akan ditolak," ungkap Syekh Ali Jaber.
"Rasulullah SAW bersabda di hadits yang shahih, ada 1 jam dalam hari Jumat itu, barangsiapa yang dapat berdoa di 1 jam itu, akan diijabah doanya tidak ditolak doanya oleh Allah," lanjutnya.
![]()
Ilustrasi Orang yang Berdoa (pexels)
Terdapat perbedaan di kalangan ulama tentang waktu 1 jam tersebut, Syekh Ali Jaber menyebutkan bahwa waktunya adalah 1 jam terakhir di sore hari sebelum magrib.
ā1 jam yang paling kuat untuk diterima doanya adalahĀ 1 jam terakhir, sore hari. SIlahkan berdoa. Saya senang jika di Madinah, para ulama dan orang shalih yang ada di Masjid Nabawi, begitu tersisa 1 jam sebelum maghrib, semua tinggalkan, masing-masing istimewa,ā kata Syekh Ali Jaber.
āOleh karena itu ini istimewa, jangan tertinggal,ā lanjut Syekh Ali Jaber.
Amalan hari Jumat yang keempat yang juga menjadi sebab lancar rezeki menurut Syekh Ali Jaber adalah bersedekah di subuh hari.
"Yang terakhir, yang keempat adalah bersedekah di subuh hari," ujarnya.
"Saya mengambil pelajaran, salah satu cara Allah memurahkan rezeki seseorang, mendatangkan rezeki dengan cara yang istimewa, menjaga sedekah setiap shalat, apalagi jika di subuh hari," sambungnya.
Menurut Syekh Ali Jaber, hal ini karena di waktu subuh ini ada 2 malaikat yang mendoakan.
"Karena memang selepas subuh ada dua malaikat yang berdoa, yang satu mendoakan baik bagi orang yang berinfaq di subuh hari, yang kedua malaikat mendoakan orang-orang yang kikir di subuh hari dia berdoa jangan berkahi hartanya," ungkap Syekh Ali Jaber.
![]()
Ilustrasi Al-Qur'an (pixabay)
Dalil-dalil Tentang KeistimewaanĀ Hari Jumat
Istimewanya hari Jumat dijelaskan dalam beberapa dalil. Bahkan ada beberapa ulama yang secara khusus menjadikannya dalam satu bentuk karya, seperti kitab al-Lumāah Fi Khashaish al-Jumat, karya Syekh Jalaluddin al-Suyuthi. Berikut ini diantara dalil yang menyebutkan keutamaan hari Jumat, dilansir dari NU Online.
Al-Imam al-Syafiāi dan al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Saāad bin āUbadah sebuah hadits:
Ā Ų³ŁŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŁŁŁŲ§Ł Ł Ų¹ŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł ŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŲ¹ŁŲøŁŁ Ł Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŲŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŲ·ŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų®ŁŁ ŁŲ³Ł Ų®ŁŲµŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų¢ŲÆŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŲØŁŲ·Ł Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŁŲ©Ł Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ£ŁŲ±ŁŲ¶Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų³ŁŲ§Ų¹ŁŲ©Ł ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲ£ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŲØŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁ Ų“ŁŁŁŲ¦ŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ų£ŁŲ¹ŁŲ·ŁŲ§ŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ł ŁŲ§ ŁŁŁ Ł ŁŁŲ³ŁŲ£ŁŁŁ Ų„ŁŲ«ŁŁ ŁŲ§ Ų£ŁŁŁ ŁŁŲ·ŁŁŁŲ¹ŁŲ©Ł Ų±ŁŲŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŲŖŁŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŲ³ŁŁŲ§Ų¹ŁŲ©Ł ŁŁŁ ŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŲ±ŁŁŲØŁ ŁŁŁŁŲ§ Ų³ŁŁ ŁŲ§Ų”Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų£ŁŲ±ŁŲ¶Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų±ŁŁŁŲŁ ŁŁŁŁŲ§ Ų¬ŁŲØŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŲŁŲ¬ŁŲ±Ł Ų„ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŲ“ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł
Artinya: Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturahim. Hari kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya kiamat saat hari Jumat.
Mengapa langit, bumi, batu dan benda-benda mati lainnya mengalami kekhawatiran? Padahal benda-benda tersebut merupakan makhluk yang tidak bernyawa? Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam Manahij al-Imdad menjelaskan sebagai berikut:
Ų£ŁŁŁ ŁŁŲ®ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŲŖŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ Ų„ŁŲÆŁŲ±ŁŲ§ŁŁŲ§ ŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ¹Ł ŁŁŁŁ Ų°ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲŖŁŲ®ŁŲ§ŁŁ...Ų§ŁŁ Ų§Ł ŁŲ§Ł....ŁŁŲ§ŁŲ³ŁŁŲ±ŁŁ ŁŁŁŁ Ų°ŁŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŲ§Ų¹ŁŲ©Ł ŁŁŁ ŁŲ§ ŲŖŁŁŁŲÆŁŁŁ Ł ŲŖŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł ŲØŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲµŁŁŲØŁŲŁ ŁŁŲ·ŁŁŁŁŁŲ¹Ł Ų§ŁŲ“ŁŁŁ ŁŲ³Ł ŁŁŁ ŁŲ§ Ł ŁŁŁ ŲÆŁŲ§ŲØŁŁŲ©Ł Ų§ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŲ“ŁŁŁŁŁŲ©Ł Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§Ł ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁ ŲµŁŲØŁŲ§ŲŁ ŁŁŲ°ŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ„ŁŲ°ŁŲ§ Ų£ŁŲµŁŲØŁŲŁŁŁ ŲŁŁ ŁŲÆŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŲŖŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁ ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ ŲØŁŲ¹ŁŲ¶ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł ŲµŁŲ§ŁŁŲŁ ŲŁŁŁŲ«Ł ŁŁŁ Ł ŲŖŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲ³ŁŁŲ§Ų¹ŁŲ©Ł
Artinya: Maksudnya, Allah menciptakan kepada makhluk-makhluk tidak bernyawa ini pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi pada hari Jumat tersebut. Rahasia dari kekhawatiran mereka adalah bahwa hari kiamat sebagaimana telah dijelaskan terjadi pada hari Jumat di antara waktu Subuh dan terbitnya matahari. Maka tidaklah binatang-binatang kecuali khawatir akan datangnya hari kiamat pada pagi hari Jumat ini. Saat pagi hari tiba, mereka memuji kepada Allah dan memberi ucapan selamat satu sama lain, mereka mengatakan; ini hari baik. Kiamat tidak terjadi pada pagi hari ini. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-āIbad, juz.1, hal.286, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).
Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abdillah bin āAmr bin al-āAsh sebuah hadits:
Ł ŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ł ŁŲ³ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł Ų£ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲ©Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł Ų„ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŁŁŲŖŁŁŁŲ©Ł Ų§ŁŁŁŁŲØŁŲ±Ł
Artinya: Tiada seorang muslim yang mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur.
Syekh Ihsan bin Dakhlan dalam kitab Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-āIbad, juz.1, hal.286 cetakan Pondok Pesantren Jampes Kediri, mengutip keterangan dari Imam al-āAzizi bahwa hadits tersebut mencapai derajat hadits Hasan.
Ada perbedaan dalam ulama mengenai maksud terjaganya orang yang wafat di hari Jumat dari fitnah kubur. Menurut Imam al-Manawi orang tersebut tidak ditanya malaikat di kuburan. Sedangkan menurut pendapat yang dipegang oleh Imam al-Zayadi, bahwa orang yang mati di hari Jumat tetap ditanya malaikat, namun ia diberi kemudahan dalam menjalaninya.
Syekh Ihsan bin Dakhlan mengatakan:
ŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲ§ŁŁŁŁŁ ŲØŁŲ£ŁŁŁ ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲ£ŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŲØŁŲ±ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲŖŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ°ŁŲ§ Ų®ŁŁŁŲ§ŁŁ ŲøŁŲ§ŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŲŁŲÆŁŁŁŲ«Ł ŁŁŲ§ŁŁŁŲ°ŁŁŁ Ų§ŁŲ¹ŁŲŖŁŁ ŁŲÆŁŁŁ Ų§ŁŲ²ŁŁŁŁŲ§ŲÆŁŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŲ¤ŁŲ§ŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲØŁŲ±Ł Ų¹ŁŲ§Ł ŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§ Ų“ŁŁŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁ ŁŲ¹ŁŲ±ŁŁŁŲ©Ł ŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŲ±ŁŲÆŁ ŁŁŁŁ Ų¬ŁŁ ŁŲ§Ų¹ŁŲ©Ł Ł ŁŁŁ Ų£ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ§ ŁŁŲ³ŁŲ¦ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŲŁŁ ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ų¹ŁŲÆŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŲ©Ł ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲØŁŲ±Ł Ų£ŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŲ¦ŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲŖŁŁŁŁŁŁŁ.Ā
Artinya: Maksud dari hadits tersebut, Imam al-Manawi mengatakan dengan sekira ia tidak ditanya malaikat di kuburnya. Pendapat al-Manawi ini menyalahi makna zahirnya hadits. Pendapat yang dipegang Imam al-Zayadi bahwa pertanyaan malaikat di alam kubur menyeluruh untuk setiap orang mukallaf kecuali syahid yang gugur di medan pertempuran. Keterangan yang menyebutkan bahwa segolongan ulama tidak ditanya malaikat di alam kubur diarahkan pada arti ketiadaan fitnah, maksudnya mereka tetap ditanya malaikat dan tidak mendapatkan fitnah. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-āIbad, juz.1, hal.286, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).
Menjalankan salat Jumat merupakan hajinya orang-orang yang tidak mampu. Imam al-Qadlaāi dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa RasulullahĀ bersabda:
Ų§ŁŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł ŲŁŲ¬ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲ±ŁŲ§Ų”Ł
Artinya:Ā
Jumat juga disebut sebagai hajinya orang-orang fakir. Berikut hadits yang dijelaskan oleh Syekh Ihsan bin Dakhlan:
ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁ Ų°ŁŁŁŲ§ŲØŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŲ§Ų¬ŁŲ²ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁ Ų§ŁŁŲŁŲ¬ŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ§ŁŁŲŁŲ¬ŁŁ ŁŁŁŁ ŲŁŲµŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ«ŁŁŁŁŲ§ŲØŁ ŁŁŲ§ŁŁŁ ŲŖŁŁŁŲ§ŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲŁŲ«ŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§ŁŲŖŁŁŲ±ŁŲŗŁŁŁŲØŁ ŁŁŁŁŁŁ.Ā
Artinya: Maksudnya, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju shalat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melakukan Jumat. (Syekh Ihsan bin Dakhlan, Manahij al-Imdad Syarh Irsyad al-āIbad, juz.1, hal.282, cetakan Ponpes Jampes Kediri, tt).
Sementara dalam hadits lain disebutkan:
Ā Ł ŁŁŁ ŲŗŁŲ³ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŲŗŁŲŖŁŲ³ŁŁŁ ŁŁŲØŁŁŁŁŲ±Ł ŁŁŲ§ŲØŁŲŖŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁ ŁŲ“ŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ±ŁŁŁŲØŁ ŁŁŲÆŁŁŁŲ§ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ„ŁŁ ŁŲ§Ł Ł ŁŁŲ§Ų³ŁŲŖŁŁ ŁŲ¹Ł ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲŗŁ ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁŁ Ų®ŁŲ·ŁŁŁŲ©Ł Ų¹ŁŁ ŁŁŁ Ų³ŁŁŁŲ©Ł Ų£ŁŲ¬ŁŲ±Ł ŲµŁŁŁŲ§Ł ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŲ§Ł ŁŁŁŲ§
Artinya: Barangsiapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun. (HR. Al-Tirmidzi dan al-Hakim).
Hadits ini menurut Imam al-Tirmidzi berstatus hadits Hasan dan menurut al-Hakim mencapai derajat hadits Shahih.
Sedangkan dalam hadits Imam Muslim disebutkan keutamaan orang yang berwudhu di hari Jumat.
Ł ŁŁŁ ŲŖŁŁŁŲ¶ŁŁŲ£Ł ŁŁŲ£ŁŲŁŲ³ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ¶ŁŁŲ”Ł Ų«ŁŁ ŁŁ Ų£ŁŲŖŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł ŁŁŲÆŁŁŁŲ§ ŁŁŲ§Ų³ŁŲŖŁŁ ŁŲ¹Ł ŁŁŲ£ŁŁŁŲµŁŲŖŁ ŲŗŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁ Ł ŁŲ§ ŲØŁŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲØŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁ ŁŲ¹ŁŲ©Ł ŁŁŲ²ŁŁŁŲ§ŲÆŁŲ©Ł Ų«ŁŁŁŲ§Ų«ŁŲ©Ł Ų£ŁŁŁŁŲ§Ł Ł
Artinya: Barangsiapa berwudhu kemudian memperbaiki wudhunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khutbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni. (HR. Muslim).
Wallahuaālam
Load more