Jangan Sembarangan Menilai, Buya Yahya Ingatkan soal Kematian Husnul Khatimah, Ternyata Begini
- Tangkapan layar Youtube Al-Bahjah TV
tvOnenews.com - Kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja dan mengharapkan dapat meninggal dalam keadaan husnul khatimah, banyak didambakan oleh kaum muslim. Lantas bagaimana caranya dan arti sebenarnya? simak penjelasan Buya Yahya.
Meninggal dalam keadaan yang baik atau dalam Islam kita mengenalnya dengan istilah husnul khatimah.
Husnul Khatimah sendiri memiliki makna akhir yang baik atau yang secara umum kita ketahui sebagai sebuah keadaan dimana seseorang wafat dalam kondisi yang baik dan diridhai oleh Allah SWT.

Ilustrasi sujud. (Freepik/Rawpixel)
Dalam sebuah majelis taklim, salah satu jemaah bertanya terkait orang yang mati dalam keadaan husnul khatimah, apakah sudah terjamin tidak mendapat siksa kubur sekaligus masuk surga.
"Bagaimana cara mendapatkan husnul khatimah?" tanya jemaah.
Mendengar hal itu, Buya Yahya menyatakan bahwa husnul khatimah itu yang mengetahui hanya Allah SWT. Kita hanya perlu mengusahakan saja.
"Dan kita pun juga tidak boleh menilai seseorang itu Husnul Khatimah hanya karena melihat cara matinya," terangkan Buya Yahya yang dilansir Youtube Al-Bahjah TV.
Salah satu contoh yang kerap kali dilakukan seseorang dalam menilai kematian adalah mukanya hitam dan dianggap husnul khatimah.
"Dia ada serangan jantung ada istilah sehingga tampak mukanya hitam, padahal dia mati dalam keadaan mulia karena button dari dalam yang sakit syahid," tuturnya.
Pada ceramahnya juga, ulama pemilik nama Yahya Prof. KH. Yahya Zainul Ma'arif berpesan agar tidak sembarangan menyebut seseorang mati husnul khatimah.
"Makanya ingat bicara su'ul khatimah, kalau su'ul khatimah jangan menunjuk ke orang sama sekali, Anda jangan katakan Fulan Su'ul Khatimah, anda tidak tahu waktu malaikat mencabutnya dengan rasa sakit yang ia rasa bisa saja dosanya dihapus saat itu," ucapnya.
"Adapun masalah orang sakit, meninggalnya dengan kesakitan bukan berarti dia itu tidak Husnul Khatimah, memang sakaratul maut itu sakit," terangnya.

Pendakwah Buya Yahya.Â
Buya Yahya menuturkan bahwa sampai sekaratnya nabi, nabi turut merasakan sakaratul maut.
Bermacam-macam cara mati seseorang, ada yang matinya dengan tenang dan hanya Allah SWT yang mengetahui.
Load more