News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hati-hati jika Pakai Sampo dan Sabun saat Mandi Junub, Kata Buya Yahya Mandinya Bisa Tidak Sah karena...

Perhatikan bagaimana penggunaan sampo dan sabun saat sedang mandi junub, Buya Yahya ingatkan jika mandi junub bisa tidak sah gara-gara sampo dan sabun, kenapa?
Senin, 1 Januari 2024 - 09:58 WIB
Buya Yahya, sampo dan sabun dalam mandi junub
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Biasanya orang-orang menggunakan sampo dan sabun saat mandi junub karena dianggap sebagai sebuah keharusan agar mandinya sah.

Perhatikan baik-baik bagaimana penggunaan sampo dan sabun agar mandi junub tetap sah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sah tidaknya mandi junub akan sangat berpengaruh terhadap amalan lainnya karena mandi junub diperlukan untuk menghilangkan hadas besar.

Lantas mengapa perlu berhati-hati dalam penggunaan sampo dan sabun saat mandi junub?

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, berikut penjelasan tentang mandi junub.

Buya Yahya mengingatkan bahwa penggunaan sampo dan sabun yang keliru bisa membuat mandi junub menjadi tidak sah.

Sebelum itu, Buya Yahya menjelaskan terlebih dahulu tentang tata cara mandi junub yang benar.

"Jadi waktu anda mengguyur yang pertama itu anda sudah niat, itu namanya mengangkat hadas," jelas Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya, yang disebut mandi junub itu adalah ketika diawali dengan niat dan mulai mengguyur air ke sekujur tubuh secara merata.

"Mandi junub babnya beda, jadi anda bisa saja malam hari mandi junub yang penting air merata ke seluruh tubuh untuk shalat," ujar Buya Yahya.

"Jadi mandi junub itu bukan waktu pakai sampo, itu sabunan, waktu anda niat guyur mandi besar," lanjutnya.

Selama sudah niat dan air mengenai seluruh tubuh, maka mandi junub dianggap sudah sah.

"Anda mengguyur air itu sudah sah, yang penting air merata ke sekujur tubuh anda, tubuh yang akan anda bawa shalat," terang Buya Yahya.

"Jadi setelah itu anda sabunan, sabunan udah bukan mandi junub lagi," lanjutnya.

Sementara jika ingin sabunan terlebih dahulu lalu niatnya belakangan, Buya Yahya mengingatkan ada potensi lupa dan malah membuat mandi junub tidak sah.

"Atau anda balik, sabunan dulu habis itu mandi junub, ini boleh tapi biasanya kena was-was, kedinginan, buru-buru sampai belum niat," ujar Buya Yahya.

Selain itu, ada juga penyebab mandi junub tidak sah yang diakibatkan oleh sampo dan sabun.

Menurut Buya Yahya, apabila sampo atau sabun itu langsung dicampurkan ke dalam air, maka bisa membuat mandi junub jadi tidak sah.

"Mandi junub campur sampo, kalau airnya dicampur sampo tidak sah," tegas Buya Yahya.

"Karena sampo merusak air," lanjutnya.

Yang benar menurut Buya Yahya, penggunaan sampo atau sabun adalah sebelum atau setelah mandi junub dan jangan dicampurkan langsung ke dalam air yang digunakan untuk mandi.

"Akan tetapi mandi junub itu adalah setelah atau sebelum pakai sampo," kata Buya Yahya.

"Kalau sampoan ini enggak ada urusan masalah junub, sampo untuk membersihkan," lanjutnya.

Yang perlu diingat adalah menurut Buya Yahya, mandi junub untuk menghilangkan hadas, sementara sabun dan sampo untuk menghilangkan kotoran. 

Wallahua'lam.


(far)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mahkamah Agung AS Kandaskan Perintah Trump soal Pembatasaan Hak Kewarganegaraan

Mahkamah Agung AS Kandaskan Perintah Trump soal Pembatasaan Hak Kewarganegaraan

Perintah Presiden Donald Trump yang membatasi kewarganegaraan bagi individu yang lahir di wilayah AS dibatalkan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat pada Selasa
Melegakan, Lalu Lintas Kapal Komersial di Selat Hormuz Terus Meningkat

Melegakan, Lalu Lintas Kapal Komersial di Selat Hormuz Terus Meningkat

Di tengah berlanjutnya perundingan setelah tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran, lalu lintas kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan pekan sebelumnya.
Piala Dunia Kembali Memakan Korban, Ronald Koeman Resmi Mundur dari Pelatih Belanda

Piala Dunia Kembali Memakan Korban, Ronald Koeman Resmi Mundur dari Pelatih Belanda

Ronald Koeman memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala De Oranje dalam unggahannya di Instagram, pada Rabu (1/7/2026). 
Paman Dokter Icha Ungkap Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Tantang Dilaporkan, Apa Alasannya?

Paman Dokter Icha Ungkap Anggota DPRD TTU yang Diduga Intimidasi Tantang Dilaporkan, Apa Alasannya?

Paman dr Eliza Princila Utami Pakaenomi atau Dokter Icha, Fabianus Banase geram dengan reaksi tiga anggota DPRD Kabupaten TTU bantah intimidasi keponakannya.
Hari Ini Harga BBM Non Subsidi Turun, Berikut Daftarnya

Hari Ini Harga BBM Non Subsidi Turun, Berikut Daftarnya

PT Pertamina (Persero) mengumumkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis solar, seperti Pertamina Dex dan Dexlite, dan Pertamax Turbo turun mulai 1 Juli 2026.
Kang So-hwi Masih Jauh di Atas Megawati Hangestri, Intip Daftar Gaji Tertinggi Pemain Lokal Liga Voli Korea 2026-2027

Kang So-hwi Masih Jauh di Atas Megawati Hangestri, Intip Daftar Gaji Tertinggi Pemain Lokal Liga Voli Korea 2026-2027

Menariknya, gaji pemain lokal seringkali jauh di atas pemain asing baik dari kuota Asia mau pun non Asia. KOVO pun resmi mengumumkan daftar gaji yang diterima para pemain lokal pada Selasa (30/6/2026).

Trending

Klub Super League Geriliya Pemain Abroad, Ini Prediksi Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Klub Super League Geriliya Pemain Abroad, Ini Prediksi Skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Timnas Indonesia akan menjalani Piala AFF 2026 dengan bersaing di Grup A mulai pada akhir Juli 2026 mendatang. 
Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Masih Ingat Lee So-young? Sahabat Megawati Hangestri yang Sempat Mundur dari Liga Voli Korea Meski Digaji Rp14 Miliar Kini Siap Comeback

Lee So-young dan Megawati Hangestri sempat bekerja sama dengan membela Red Sparks di Liga Voli Korea 2023-2024.
Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Vonis Kasus Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Dihukum 10 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan vonis terhadap mantan Mendikbudristek, Nadiem Makarim pidana 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Pulangkan Pantai Gading, Tantang Brasil di Babak 16 Besar

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 mencatatkan skor akhir 2-1 atas kemenangan Norwegia dari Pantai Gading tercipta di Stadion Dallas, Arington, Rabu (1/7/2026) dini hari WIB.
HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

HUT Bhayangkara ke-80 Digelar di Satlat Brimob Cikeas, Polri Ungkap Alasannya

Polri mengungkap alasan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, digelar di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7/2026). Diketahui pada tahun 2025 lalu, dilaksanakan di Monas, Jakarta Pusat.
Isu Tarif Ojol Naik usai Potongan Komisi Aplikator jadi 8 Persen per 1 Juli, Menhub: Kalau Naik, Bisa Jadi Bumerang

Isu Tarif Ojol Naik usai Potongan Komisi Aplikator jadi 8 Persen per 1 Juli, Menhub: Kalau Naik, Bisa Jadi Bumerang

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan bahwa tarif ojek online tidak akan naik setelah diterapkannya pemangkasan komisi maksimal 8 persen per 1 Juli 2026.
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Prancis Vs Swedia

Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Prancis Vs Swedia

Timnas Prancis menatap babak 32 besar Piala Dunia 2026 dengan kepercayaan diri. Di sisi lain, Timnas Swedia melangkah ke babak knockout melalui tiket lolos salah satu tim peringkat 3 terbaik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT