News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pesan Menohok Buya Yahya ke Ulama yang Deklarasikan Capres Pilihannya: Sah-sah Saja, Asalkan…

Buya Yahya memberi pesan kepada ulama yang telah deklarasikan calon presiden (capres) pilihannya. Apakah ulama perlu mendeklarasikan capres yang didukungnya?
Selasa, 2 Januari 2024 - 09:56 WIB
Pesan Menohok Buya Yahya ke Ulama yang Deklarasikan Capres Pilihannya
Sumber :
  • Tangkapan Layar/YouTube Al-Bahjah TV

Jakarta, tvOnenews.com - Buya Yahya memberi pesan kepada ulama yang telah deklarasikan calon presiden (capres) pilihannya.

Sebagaimana kita tahu, Pemilu Presiden (Pilpres) akan dilakukan pada 14 Februari 2024 mendatang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum pencoblosan, umumnya masyarakat saling menunjukkan capres mana yang mereka mendukung. Namun bagaimana dengan ulama?

Bagaimana seharusnya sikap ulama dalam politik? Apakah ulama perlu mendeklarasikan capres yang didukungnya?

Sebagai informasi, ulama adalah seseorang yang memiliki pengetahuan mendalam tentang ajaran Islam.

Beliau paham secara mendalam mengenai Al-Quran, hadits, fikih (hukum Islam), aqidah (keyakinan), sejarah Islam, dan bidang-bidang ilmu keislaman lainnya.

Ulama memiliki peran penting dalam membimbing dan memberikan panduan kepada umat Islam.

Sehingga ajaran ulama amatlah penting bagi umat.

Lalu bagaimana jika ulama mendeklarasikan kepada siapa ia mendukung capres?

Mengenai hal ini, Buya Yahya memberikan pesan yang cukup menohok.

Buya Yahya mengingatkan agar jika sudah memantapkan hatinya maka jangan pernah mencaci maki hingga menjadi pemicu perpecahan umat.

“Sebab semua calon itu juga umat Nabi Muhammad yang harus anda bawa kepada kemuliaan,” ujar Buya Yahya, dikutip tvOnenews.com pada Selasa (2/1/2024) dari YouTube Al-Bahjah TV.


Ilustrasi Pilpres (ANTARA)

Buya Yahya mempersilahkan jika seorang ulama sudah memiliki keyakinan dan ingin memperlihatkannya.

Namun Buya Yahya mengingatkan agar itu benar sudah terbebas dari kepentingan pribadi.

“Jika Anda seorang Ustaz yang memang Anda punya keyakinan tentang calon yang Anda pilih dan sudah membebaskan diri Anda dari kepentingan pribadi maka anda boleh kok mengajak orang lain,” ujar Buya Yahya.

Namun Buya Yahya mengingatkan agar ulama tersebut tidak melakukan hal ini.

“Tapi catatannya tadi jangan caci maki, jangan mencaci calon yang lainnya,” saran Buya Yahya. 

“Anda Ustaz cukup Anda bilang saya cenderung kepada ini, semoga dia menjadi pemimpin yang baik,” sambung Buya Yahya.

Buya Yahya sangat menegaskan agar jangan sampai ulama-ulama yang sudah memutuskan dukungannya membuat dinding pemisah.

“Enggak usah pakai begituan, ngapain Ustaz kok, Anda Ustaz jangan membuat dinding pemisah,” tegas Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan seseorang akan jadi hebat jika berhasil membuat semua umat tidak bermusuhan. 

“Anda baru menjadi orang hebat kalau ternyata bisa menjadikan hati mereka gak musuhan dengan Anda,” jelas Buya Yahya.

“Jadi Anda boleh memilih calon tertentu sesuai dengan ijtihad Anda, keyakinan Anda,” lanjut Buya Yahya.

Maka jika sudah memutuskan siapa yang didukungnya, maka mohon tidak mengolok calon lainnya.

“Anda memilih kemudian setelah itu jangan caci maki,jangan mengolok, jangan merendahkan yang lain. Cukup!” kata Buya Yahya. 

“Wahai saudara-saudaraku, wahai jemahku, misalnya nya aku memang kecenderungan di hatiku memilih dia sesuai dengan yang aku pahami tentang program-programnya selesai. Sampai di sini ya tolong kalau kamu ikut aku, jangan mencaci yang lainnya,” sambung Buya Yahya seraya menyarankan bagaimana perkataan ulama tersebut kepada jamaahnya.


Tiga Calon Presiden (capres) di Pilpres 2024 (tim tvOnenews/Julio)

Buya Yahya menegaskan jangan sampai ada perpecahan umat akibat pilpres.

“Jangan sampai kita membuat Masyaallah permusuhan umat,” tandas Buya Yahya.

Hal ini karena di masyarakat awam, membela secara berlebihan amat mungkin terjadi. 

“Mohon maaf kita menemukan orang itu serius ini kan ada tiga ya 3. Kalau Anda di kampung Anda lihat orang kampung itu debat itu orang kampung enggak dapat enggak enggak dapat kursi dia itu membelau mati-matian bener,” ujar Buya Yahya. 

“Berantem itu serius itu. Mereka itu bukan karena dikasih duit tapi memang merekA punya keyakinan,” kata Buya Yahya.

“Karena apa? orang awam itu memang dengan pengetahuannya dan dia meyakini seyakin-yakinnya lihat kalau tiba-tiba Anda ngomong pemimpinmu enggak benar tuh itu dia sakit hatinya nya. Paling tidak dia jauh dari Anda seperti itu,” sambung Buya Yahya.

Padahal Buya Yahya yakin jika memang calonnya baik, maka jika diajak, maka orang tidak akan lari.

“Kalau ternyata Anda meyakini calon Anda adalah hebat benar, kemudian Anda menyerukan kebaikannya dengan akhlak mulia, maka dia akan terpesona kok bukan lari,” katanya.

Sementara pendukung yang suka mencaci maka artinya ia tidak sayang dengan calonnya.

“Maka yang suka mencaci adalah menjatuhkan calonnya selesai. Anda tidak sayang kepada calonnya, Anda mengundang orang untuk mencaci dia,” kata Buya Yahya.

Maka meski seorang ustaz, maka jika memutuskan memilih siapa itu sah saja.

“Jadi Ustaz, boleh Ustaz, sah punya pilihan sah-sah aja,” jelas Buya Yahya.

Jika ada ustaz yang belum punya dukungan, itu juga tak apa-apa. 

“Kalau ada ustaz yang belum punya pilihan mungkin masih ada pertimbangan lain juga sah,” kata Buya Yahya.

“Karena dia mungkin ada punya misi besar di balik belum menampakkan siapa yang dipilih itu, sah saja kenapa? Yang penting dia tidak mencaci ya,” tandas Buya Yahya.

Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa mencaci ada banyak cara. Maka dengan cara bagaimanapun tidak boleh mencaci.

“Ustaz kok milih atau Ustaz kok gak milih. Lah ini kan sama saja caci maki kan macam-macam modelnya,” jelas Buya Yahya. 

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa ustaz yang diam saja juga harus dihargai.

“Diam saja sudah ya tidak milih, mungkin kebimbangan, khusnudnya kuat dipikir tiga-tiganya baik semuanya atau membingungkan semuanya. Kan dia bisa sadar dalam keraguan,” jelas Buya Yahya.

Jika itu terjadi, saran Buya Yahya maka tinggalkan karena belum waktunya istikharah.

“Istikharah terakhir nanti, misalnya kalau malam besok pilihan saya istikharah seperti apa besok bisa saja 

mungkin saat ini masih penggalian informasi makanya ya kalau ada Ustaz belum memutuskan sah saja,” kata Buya Yahya.

“Semoga nanti juga memilih yang terbaik. Tapi yang sudah memilih tolong beradab yang baik. Itu yang kita rindukan,” lanjut Buya Yahya mengingatkan.

Itulah nasihat Buya Yahya kepada ulama atau masyarakat yang sudah menetapkan dukungannya kepada calon presiden pilihannya.

Semoga artikel ini bermanfaat dan kita tidak mengalami perpecahan akibat berbeda dukungan.

Agar mendapatkan pemahaman yang lebih dalam, disarankan bertanya langsung kepada ulama, pendakwah atau ahli agama Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wallahu'alam

(put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Haris Rusly Moti: Prabowo Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Gejolak Geopolitik

Haris Rusly Moti: Prabowo Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Gejolak Geopolitik

98 Resolution Network nilai Prabowo mampu bangun stabilitas di tengah ketidakpastian geopolitik
Bos Aprilia Sebut Marco Bezzecchi Bisa Jauh Lebih Mengerikan di MotoGP 2026 Jika Dirinya Bisa Memperbaiki...

Bos Aprilia Sebut Marco Bezzecchi Bisa Jauh Lebih Mengerikan di MotoGP 2026 Jika Dirinya Bisa Memperbaiki...

Rider Aprilia, Marco Bezzecchi, tampil nyaris sempurna pada balapan utama di MotoGP 2026 yang sudah berjalan tiga seri.
Ternyata Ini Makna Selebrasi Ramon Tanque Saat Cetak Gol Untuk Persib Bandung

Ternyata Ini Makna Selebrasi Ramon Tanque Saat Cetak Gol Untuk Persib Bandung

Menariknya, Ramon Tanque punya ciri khas sendiri dalam melakukan selebrasinya ketika mencetak gol. 
Akui Ada Obrolan Perpanjang Kontrak, Ini Alasan Bojan Hodak Tunda Kesepakatan dengan Persib

Akui Ada Obrolan Perpanjang Kontrak, Ini Alasan Bojan Hodak Tunda Kesepakatan dengan Persib

Ikatan kerja sama pelatih asal Kroasia ini selesai pada akhir musim 2025/2026. Kinerja apik Persib di musim ini pun membuat jasa Bojan Hodak dianggap masih layak untuk menukangi tim.
Kebakaran Gedung Polres Metro Jakarta Barat, Polisi Pastikan Tak Ada Dokumen Penting yang Terbakar

Kebakaran Gedung Polres Metro Jakarta Barat, Polisi Pastikan Tak Ada Dokumen Penting yang Terbakar

Polisi masih menyelidiki peristiwa kebakaran yang melanda sebuah ruangan di lantai 2 Polres Metro Jakarta Barat pada Rabu (8/4/2026) pagi.
PSSI Resmi Kantongi Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Masuk Radar Termasuk Timnas Italia?

PSSI Resmi Kantongi Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Masuk Radar Termasuk Timnas Italia?

PSSI mulai buka peluang lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026. Italia hingga Bolivia masuk radar, satu negara sudah dikunci. Siapa lawan Garuda?

Trending

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Polres Metro Jakarta Barat Kebakaran, 13 Mobil Damkar Dikerahkan

Berdasarkan video yang diterima tvOnenews.com, api berkobar di sebuah ruangan lantai dua dan keluar dari jendela.
Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Megawati Hangestri Berubah Pikiran Usai Bertemu Kapten Red Sparks? Diam-diam Ingin Kembali ke Liga Voli Korea

Nampaknya Megawati Hangestri buka peluang kembali ke Liga Voli Korea usai bertemu kapten Red Sparks. Tiga keinginan jadi penentu keputusan penting ini.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Hasil Liga Champions: Bayern Bungkam Real Madrid di Bernabeu, Neuer Jadi Tembok Tak Tertembus

Bayern Munich sukses mencuri kemenangan penting saat bertandang ke markas Real Madrid dalam leg pertama perempat final Liga Champions UEFA.
Yeum Hye-seon Siap Hengkang dari Red Sparks, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Rebutan di Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Yeum Hye-seon Siap Hengkang dari Red Sparks, Sahabat Megawati Hangestri Jadi Rebutan di Bursa Transfer Liga Voli Korea 2026-2027

Yeum Hye-seon selaku kapten Red Sparks dan sahabat Megawati Hangesstri secara terang-terangan siap bergabung ke tim manapun bahkan jika harus meninggalkan tim lamanya di Liga Voli Korea 2026-2027.
Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026: Turnamen Debut Mantan Pelatih Como Kurniawan Dwi Yulianto

Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala AFF U-17 2026: Turnamen Debut Mantan Pelatih Como Kurniawan Dwi Yulianto

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, telah memanggil 26 pemain yang dibawa untuk Piala AFF U-17 2026. Ini menjadi turnamen pertama Kurniawan setelah menjabat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT