News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rudalnya Hujani Target Militan Houthi di Yaman, Inggris dan Amerika Serikat Justru Dalam Keadaan Bahaya. Ini Alasannya

Serangan gabungan AS-Inggris ke Yaman, berdasarkan data dari Komando Sentral Amerika Serikat, menghantam lebih dari 60 target di lokasi militan Houthi. Serangan justru membahayakan Ingris dan AS. Apa Sebabnya?
Minggu, 14 Januari 2024 - 05:30 WIB
Serangan AS-Inggris ke Yaman justru akan sulitkan ekonomi kedua negara tersebut
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta, tvOnenews.com- Di tengah serangan udara yang dilancarkan pasukan gabungan Amerika Serikat dan Inggris, Presiden AS Joe Biden mengabarkan kepada dunia bahwa pasukan negaranya bersama-sama dengan Inggris berhasil melakukan serangan ke sejumlah target milik "pemberontak" Houthi.

Serangan dari negara-negara "Anglo-Saxon" itu dilakukan dengan argumen bahwa Houthi telah membahayakan kebebasan bernavigasi di Laut Merah yang merupakan salah satu jalur pelayaran penting di rute laut internasional.

Seperti diketahui, Houthi telah melakukan berbagai serangan dengan menggunakan rudal dan drone atau pesawat nirawak kepada sejumlah kapal layar dan kapal kargo yang melintasi di Laut Merah.

Hal tersebut dilakukan Houthi sebagai respons atas serangan biadab yang dilakukan Israel ke Gaza, yang hingga medio Januari ini telah menewaskan lebih dari 23.000 warga Palestina.

Terkait dengan serangan gabungan AS-Inggris ke Yaman, berdasarkan data dari Komando Sentral Amerika Serikat, serangan itu menghantam lebih dari 60 target di lokasi militan Houthi.

Serangan tersebut dimaksudkan untuk melumpuhkan kemampuan Houthi dalam menyimpan hingga melakukan peluncuran rudal serta drone yang membahayakan pelayaran di Laut Merah.

Serangan itu dilaksanakan dengan meluncurkan lebih dari 100 amunisi rudal yang disebut memiliki presisi tinggi. Sejumlah warga di Yaman membenarkan adanya ledakan di pangkalan militer dekat bandara di ibu kota negara itu, Sana'a, serta di Kota Taiz.

Akibat serangan AS-Inggris itu, banyak orang yang berkerumun di kota-kota Yaman untuk melakukan aksi protes terhadap tindakan teror yang dilancarkan kepada mereka oleh dua negara Barat tersebut.

Dampak pelayaran global

Aksi Houthi dengan rudal dan dronenya memang membuat dampak yang signifikan bagi pelayaran internasional, sehingga berdampak pula kepada banyak pelaku perekonomian di berbagai wilayah di dunia.

Serangan ke berbagai kapal laut itu tentu saja sangat berpotensi untuk meningkatkan biaya pengiriman barang global yang melalui jalur Laut Merah.

Apalagi, data dari laman berita marinelink.com menyebutkan bahwa dalam waktu normal, bisa lebih dari 23.000 kapal yang melewati Selat Bab al-Mandab di Laut Merah, yang memudahkan Houthi untuk memilih target yang akan mereka sasar.

Ancaman dari Houthi tersebut juga membuat perhitungan premium bisa bertambah karena banyak perusahaan asuransi pengapalan yang menyatakan kawasan Laut Merah selatan (di dekat Yaman) sebagai daerah yang berbahaya.

Selain itu, masih menurut marinelink.com, kondisi di Laut Merah juga mengakibatkan tarif harian rata-rata untuk kapal supertanker (kapasitas maksimal 2 juta barel minyak mentah), telah meningkat menjadi lebih dari 60.000 dolar AS (sekitar Rp932,29 juta) per hari pada Desember 2023.

Padahal, pada November 2023, tarif harian tersebut rata-rata masih di kisaran 40.000 dolar AS (sekitar Rp621,52 juta) per hari.

Hal itu mengakibatkan ada perusahaan pelayaran yang memilih untuk mengubah rute kapal dengan memutar lebih jauh melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Banyak pula yang akhirnya memutuskan untuk berhenti mengirim kapal ke kawasan Laut Merah karena bahaya ancaman dari serangan Houthi tersebut.

Biaya serangan militer

Selain dampak perekonomian kepada sektor pelayaran internasional, ada pula faktor lainnya yang penting untuk diungkap terkait dengan balas-membalas serangan di Laut Merah ini, yaitu biaya untuk melakukan serangan militer.

Seperti disebut laman majalah daring responsiblestatecraft.org, AS harus mengeluarkan biaya yang besar dalam rangka melaksanakan perannya sebagai "pembela utama" dari jalur pelayaran global di Laut Merah.

Ongkos yang dikeluarkan untuk itu juga sangat signifikan. Diketahui bahwa setiap amunisi yang digunakan untuk menembak jatuh rudal dan drone Houthi memiliki kisaran harga 1 juta - 3,4 juta dolar AS (sekitar Rp15 miliar hingga Rp52 miliar).

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Musim Lalu Dijuluki Persija "Brasil", Macan Kemayoran Kini Bertransformasi Jadi Miniatur Timnas Indonesia

Musim Lalu Dijuluki Persija "Brasil", Macan Kemayoran Kini Bertransformasi Jadi Miniatur Timnas Indonesia

Persija Jakarta kini makin kental nuansa Timnas Indonesia setelah 12 pemain yang pernah dilatih Shin Tae-yong berada dalam skuad Macan Kemayoran musim ini.
Debut Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate Langsung Panas, 4 Hari Kemudian Hadapi Mantan Klub: Red Sparks

Debut Megawati Hangestri di Hyundai Hillstate Langsung Panas, 4 Hari Kemudian Hadapi Mantan Klub: Red Sparks

Debut Megawati Hangestri bersama Hyundai Hillstate dimulai 3 November 2026 melawan IBK Altos. Empat hari kemudian, ia menghadapi mantan klub Red Sparks
‎Usai Gagal di Piala AFF, John Herdman Siap Bawa Timnas Indonesia Bangkit dan Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup

‎Usai Gagal di Piala AFF, John Herdman Siap Bawa Timnas Indonesia Bangkit dan Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup

John ‎Herdman menyampaikan ambisinya menjelang pertandingan pertama Timnas Indonesia menghadapi Singapura.
Round Up Demo Hari Ini: Massa Buruh Bergerak dari Semanggi, UOB dan DPR Jadi Titik Aksi

Round Up Demo Hari Ini: Massa Buruh Bergerak dari Semanggi, UOB dan DPR Jadi Titik Aksi

Demo hari ini di Jakarta berlangsung di sejumlah titik. Massa buruh bergerak dari Semanggi menuju UOB dan aksi juga digelar di sekitar DPR/MPR.
Hasil Asian Games 2026: Tiga Wakil Berlaga di Babak Final, Tim Renang Indonesia Masih Belum Bisa Bawa Pulang Medali

Hasil Asian Games 2026: Tiga Wakil Berlaga di Babak Final, Tim Renang Indonesia Masih Belum Bisa Bawa Pulang Medali

Hasil Asian Games 2026 dari cabang olahraga renang dimana tterdapat iga wakil Indonesia bertanding do tiga nomor pada hari ini Kamis 24 September pagi tadi WIB.
Wushu Koleksi 5 Medali di Asian Games 2026, 3 Perunggu Tambahan dari Nomor Sanda

Wushu Koleksi 5 Medali di Asian Games 2026, 3 Perunggu Tambahan dari Nomor Sanda

Terbaru, ada tambahan tiga medali dari tiga pewushu nomor sanda, Bintang Reindra Nada Guitara, Fereddy Sinaga, dan Thania Kusumaningtyas, sama-sama mengamankan medali perunggu setelah langkah mereka terhenti di semifinal, Rabu (23/9/2026).

Trending

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Lupakan Megawati Hangestri, Red Sparks Sambut Musim Baru dengan Trio Bukilic, Yeum Hye-seon dan Zhong Hui

Move on dari Megawati Hangestri, Red Sparks sambut musim baru V-League dengan trio Yeum Hye-seon, Vanja Bukilic dan Zhong Hui yang belum lama gelar photo shoot.
4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

4 Fakta Terbaru dari Video Mesum A Day in My Life yang Viral di Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan video berjudul A Day in My Life. Ternyata ada beberapa fakta yang baru disampaikan pihak Kepolisian.
Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama Kali Berlatih dengan Megawati Hangestri, Pemain Hyundai Hillstate Tak Habis Pikir dengan Hal Ini

Pertama kali berlatih dengan Megawati Hangestri, Kim Hee-jin mengungkap hal yang membuatnya terkesan. Simak proses adaptasi Mega di Hyundai Hillstate.
Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Fakta Terbaru Savanna Azzahra yang Ngaku Calon Suaminya Selingkuh dengan Sang Kakak: Ternyata Rekayasa AI

Kisah Savanna Azzahra, gadis yang curhat di TikTok kalau calon suaminya selingkuh dengan sang kakak hingga hamil tiga bulan ternyata merupakan rekayasa dari AI.
‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

‎Pelatih Thailand Akui FIFA ASEAN Cup 2026 Lebih Berat dari Piala AFF, Timnas Indonesia Jadi Salah Satu Ancaman

Pelatih Timnas Thailand, Anthony Hudson, langsung memasang target tinggi setelah tiba di Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Juru taktik asal Inggris itu menegaskan Gajah Perang datang dengan ambisi membawa pulang gelar juara.
Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Polisi Minta Video Mesum Berkedok "A Day in My Life" Tidak Disebarluaskan Lagi

Pihak kepolisian meminta agar video mesum berkedok “A Day in My Life” tidak disebarluaskan lagi.
Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polisi Ungkap Hubungan Singkat Dua Pemeran Video Mesum "A Day in My Life", dari Media Sosial Lanjut ke Pertemuan

Polres Bogor mengungkap hubungan singkat dua pemeran video mesum “A Day in My Life” yang saat ini sedang viral di jagat maya. Dari perkenalan di media sosial, keduanya melanjutkan pertemuan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT