GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Walau Belajar Agama Lewat Google dan YouTube Lebih Mudah, Tapi Bolehkah dalam Islam? Ustaz Adi Hidayat Bilang…

Kemajuan teknologi memudahkan untuk mencari informasi di dunia maya. Termasuk untuk memperdalam ilmu Agama Islam, seperti melalui platform Google dan Youtube.
Senin, 29 Januari 2024 - 15:55 WIB
Ustaz Adi Hidayat jelaskan hukum belajar agama Islam dengan Google dan YouTube
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Kemajuan teknologi dapat memudahkan untuk mencari segala informasi di dunia maya. Termasuk untuk memperdalam ilmu Agama Islam, seperti melalui platform Google dan Youtube.

Mempelajari dan memperdalam ilmu Agama Islam menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri pada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak dapat dipungkiri bila sejumlah umat Islam belajar ilmu agama Islam melalui Google maupun YouTube. Dengan kedua platform tersebut dapat memudahkan untuk mencari tema sesuai dengan keinginan kita. 

Memanfaatkan teknologi smartphone dalam genggaman, sebagian orang merasa lebih efisien untuk mendapatkan bimbingan dalam belajar agama Islam.

Namun efek yang ditimbulkan membuat orang semakin malas untuk pergi ke pengajian secara offline, sebab menganggap semua bisa diakses melalui Internet.

Apakah boleh umat muslim belajar agama Islam melalui internet, seperti halnya dengan platform Google dan YouTube?

Pendakwah kondang, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang hukum belajar serta memperdalam ilmu agama Islam melalui Google dan YouTube.

Seperti apa penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai hal ini? Simak informasinya berikut.

Dilansir dari tayangan di YouTube Adi Hidayat Official, awalnya Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bagaimana seharusnya belajar agama dan mengaji yang benar.

Menurut Ustaz Adi Hidayat, pada dasarnya belajar agama serta mengaji Al-Quran, bukan hanya sekedar mendapat pengetahuan.

Hal ini melainkan bertujuan agar ilmu agama Islam dapat diperoleh langsung dari sumbernya.

"Kadang-kadang maaf ya, ada orang ingin mendapatkan pengetahuan tapi ingin mudahnya saja, kemudian tidak dicek lagi tuh sumbernya," ungkap Ustaz Adi Hidayat dalam tayangan di YouTube Adi Hidayat Official.

"Paling gampang orang sekarang, ingin lihat sesuatu, tanya Ustaz google," sambungnya.

Bukan hanya itu, sebagian orang mudah dapat dengan mudah dalam menyimpulkan apa yang ada di Google dan YouTube sebagai acuan agama.

"Ada hadits nomor sekian-sekian, nomor sekian menyatakan tentang ini. Tapi gak pernah dicek lagi kitab aslinya," ujarnya. 

"Ustaz kenapa hadist yang saya baca beda dengan yang disampaikan. Bapak baca dimana? Di google," lanjut Ustaz Adi Hidayat.


Ustaz Adi Hidayat. (Ist)

Namun, Ustaz asal Pandeglang ini mencoba mengingatkan kepada para jamaah bahwa mencari hadis bukan di kitab Google dan YouTube, akan tetapi dari kitab hadis.

Sebab menurutnya, belajar agama yang bersumber dari Google dan YouTube, terkadang sumber yang dikemukakan berdasarkan makalah atau tulisan-tulisan yang belum terverifikasi.

Sumber yang tidak asli yang digunakan sebagai rujukan si pembuat makalah tersebut juga terkadang menjadi masalah lainnya.

Ustaz Adi Hidayat kemudian berpesan bahwa jika Anda ingin belajar agama dan mengaji, sebaiknya mencari orang-orang yang benar dan tepat, serta paham ilmunya.

"Kalau mampu didapatkan, jemput dia, dapatkan dari sumber utamanya," pesan Ustaz Adi Hidayat. 

Termasuk juga jika Anda sebagai orang tua yang ingin menyekolahkan anak, maka ada baiknya untuk mengecek lebih dahulu guru-gurunya.  

"Syekh itu tidak disebutkan dalam bahasa Arab, kecuali orang yang sudah matang dalam ilmunya," papar Ustaz Adi Hidayat.

"Walaupun dia masih muda misalnya, dipanggilnya Syekh. Imam As-Syafi'i umur 17 tahun sudah jadi mufti. Sudah memberikan fatwa. Orang kemudian memanggilnya dengan Syekh," lanjutnya. 

Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa di Arab yang dimaksud dengan Syekh itu ada dua. 

Pertama sebagai sebutan untuk orang yang sudah sepuh, yang dihormati dengan pengalaman ketuaannya, kemudian dipanggil Syekh sebagai panggilan kehormatan. 

Kedua, panggilan kehormatan pada ilmu yang melekat seseorang, meskipun misalnya dia belum tergolong orang tua, maka kemudian dipanggil dengan sebutan Syekh. 

Namun dalam dunia pengetahuan, sebutan Syekh itu sebagai penanda bahwa seseorang sudah matang dengan keilmuannya.

Ini merupakan sebuah pesan untuk kita bahwa jika Anda ingin manfaat ilmu pengetahuan, maka jangan tanggung, perdalam sampai ahli.

Kemudian kenali juga siapa guru Anda, dari mana dia belajar, apa yang dipelajari, dan apa jurusan yang diperdalam. 

"Mohon izin ya, mohon maaf. Tidak semua orang yang telah belajar agama, menguasai semua hal," ucap Ustaz Adi Hidayat.

"Dan jangan disimpulkan orang yang baru pulang dari Timur Tengah menguasai semua materi pengetahuan. Anda mesti lihat, dia belajar apa," terangnya.

Menurutnya, terkadang kita berlaku tidak adil dengan membebani seorang ustaz dengan pertanyaan yang bukan keahliannya dalam bidang tersebut.

"Kadang-kadang kita tidak adil. Jangan bebani Ustaz, kasian. Misal Ustaznya belajar masalah aqidah, jangan Anda undang untuk mengajarkan fikih. Gak nyambung," tegasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi adil sesuai dengan pakar keilmuannya, maka Anda akan mendapatkan manfaatnya," sambungnya.

"Ustaz paham hadis, fikih, undang dia terangkan masalah fikih. Jangan  berikan materi yang tidak sesuai dengan pakar keilmuannya," tutup Ustaz Adi Hidayat. (udn/kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Timnas Indonesia Untung Besar! FIFA Siapkan Hadiah Spesial Jika Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Garuda Berpeluang Kian Melejit

Timnas Indonesia Untung Besar! FIFA Siapkan Hadiah Spesial Jika Kalahkan Saint Kitts and Nevis, Garuda Berpeluang Kian Melejit

Timnas Indonesia berpeluang meraih tambahan poin penting dari FIFA jika mampu menumbangkan Saint Kitts and Nevis pada pertandingan FIFA Series 2025 malam ini.
KPK Tegaskan Pengalihan Penahanan Terkait Strategi Penanganan Perkara

KPK Tegaskan Pengalihan Penahanan Terkait Strategi Penanganan Perkara

KPK menegaskan kebijakan pengalihan penahanan tahanan lembaga antirasuah hanya terkait atau berdasarkan strategi penanganan perkara
Harga Batu Bara Melonjak ke Level Tertinggi, Krisis Energi Global Picu Lonjakan di Tengah Perang Timur Tengah

Harga Batu Bara Melonjak ke Level Tertinggi, Krisis Energi Global Picu Lonjakan di Tengah Perang Timur Tengah

Harga batu bara melonjak ke US$142 per ton di tengah krisis energi global akibat perang Timur Tengah. Negara Asia kembali bergantung pada batu bara.
Abaikan Ranking FIFA Timnas Indonesia yang Lebih Tinggi, St Kitts and Nevis Yakin Bisa Beri Kejutan Pahit untuk Skuad Garuda

Abaikan Ranking FIFA Timnas Indonesia yang Lebih Tinggi, St Kitts and Nevis Yakin Bisa Beri Kejutan Pahit untuk Skuad Garuda

Pelatih St Kitts and Nevis, Marcelo Augusto Silva Serrano, menegaskan bahwa timnya siap menghadapi tekanan besar saat melawan Timnas Indonesia di FIFA Series.
WNA Asal Liberia Diduga Tipu Korbannya dengan Modus Penjualan "Black Dollar", Diamankan saat Sedang Makan

WNA Asal Liberia Diduga Tipu Korbannya dengan Modus Penjualan "Black Dollar", Diamankan saat Sedang Makan

Dua WNA asal Liberia diduga menipu korbannya dengan modus penjualan "black dollar" atau dolar hitam.
Bos Warung Reman-remang di Subang Tewas Dibunuh Pegawai Usai Menolak Berhubungan Intim

Bos Warung Reman-remang di Subang Tewas Dibunuh Pegawai Usai Menolak Berhubungan Intim

Seorang pemilik warung remang-remang di Subang, Jawa Barat tewas dihabisi oleh pegawainya sendiri, lantaran menolak berhubungan intim pelaku di kamar mandi.

Trending

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

FIFA Beri Restu! 4 Pemain Keturunan yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Berpeluang Dinaturalisasi dan Memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026

PSSI dikabarkan telah menghubungi 4 pemain keturunan yang sudah mendapat restu FIFA untuk dinaturalisasi. Mereka berpotensi memperkuat Timnas Indonesia usai FIFA Series 2026.
Jurnalis Belanda Murka Bukan Main usai Kasus Paspor Dean James Mencuat, Blak-blakan Bongkar Borok Naturalisasi Timnas Indonesia yang Rugikan Pemain

Jurnalis Belanda Murka Bukan Main usai Kasus Paspor Dean James Mencuat, Blak-blakan Bongkar Borok Naturalisasi Timnas Indonesia yang Rugikan Pemain

Jurnalis Belanda kritik keras proyek naturalisasi Timnas Indonesia usai polemik paspor Dean James & Nathan Tjoe-A-On di Eredivisie. Mees Hilgers ikut terseret!
Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Postingan Lebaran Megawati Hangestri Diserbu Fans Red Sparks, Megatron Diminta 'Mudik' ke Korea

Penggemar Red Sparks serentak serbu postingan terbaru Instagram Megawati Hangestri yang mengunggah momen lebaran bersama keluarganya di Jember, Jawa Timur.
Media Vietnam Ikut Heboh Lihat Klub Belanda Saling Protes Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Media Vietnam Ikut Heboh Lihat Klub Belanda Saling Protes Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Sorotan tajam dari media Vietnam terkait polemik yang melibatkan pemain naturalisasi Timnas Indonesia di kompetisi Belanda. Soha ikut heboh lihat skandal ini.
Resmi! KNVB Akhirnya Buat Keputusan Soal Polemik Paspor Dean James hingga Nathan Tjoe-A-On, Bagaimana Nasib Pemain Timnas Indonesia di Belanda?

Resmi! KNVB Akhirnya Buat Keputusan Soal Polemik Paspor Dean James hingga Nathan Tjoe-A-On, Bagaimana Nasib Pemain Timnas Indonesia di Belanda?

KNVB selidiki polemik paspor pemain Timnas Indonesia Nathan Tjoe-A-On & Dean James. Kasus diserahkan ke jaksa khusus, klub Eredivisie diminta verifikasi dokumen
Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Pelatih Bulgaria Blak-blakan soal 'Level' Timnas Indonesia, Sebut Skuad Garuda Lebih Kuat Era Tanpa Naturalisasi

Komentar mengejutkan datang dari pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, jelang keikutsertaan timnya di FIFA Series. Skuad Garuda lebih kuat tanpa naturalisasi.
Apesnya Patrick Kluivert! Dulu Bikin Timnas Indonesia Tersingkir, Kini Gagal Bantu Suriname Lolos ke Piala Dunia 2026

Apesnya Patrick Kluivert! Dulu Bikin Timnas Indonesia Tersingkir, Kini Gagal Bantu Suriname Lolos ke Piala Dunia 2026

Nasib apes hampiri Patrick Kluivert setelah gagal membantu Suriname melangkah ke Piala Dunia 2026. Sebelumnya, ia juga gagal saat menangani Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT