Bolehkah Tidak Ikut Nyoblos Capres alias Golput saat Pemilu? Ustaz Syafiq Riza Basalamah Jelaskan...
- youtube
tvOnenews.com - Fenomena golput kerap muncul saat masa pemilihan umum atau pemilu berlangsung.
Dengan berbagai alasan, ada pihak-pihak yang memutuskan untuk golput alias tidak memilih dalam pemilu.
Mungkin ada yang menganggap para calon pemimpin tersebut tidak sesuai dengan kriteria yang mereka harapkan sehingga memilih untuk golput.
Lantas apa hukumnya golput dalam Islam?
![]()
Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Ustaz Syafiq Riza Basalamah, berikut penjelasan tentang hukum golput dalam Islam.
Terlebih dahulu Ustaz Syafiq Riza Basalamah menerangkan tentang pandangan ulama terkait pemilu dan proses politik.
"Para ulama menjelaskan, jadi ikut pemilu, pemilihan, bahkan ikut ke dalamnya, menjadi anggota DPR, atau menjadi gubernur, atau menjadi apapun itu melihat kepada maslahat," jelas Ustaz Syafiq Riza Basalamah.Â
Dalam hal ini ada ulama yang melarang, dan ada juga yang membolehkan.
Namun pendapat yang paling kuat adalah boleh terlibat dalam proses pemilu asalkan sudah memenuhi syarat yang begitu ketat.
"Ada sebagian ulama yang melarang sama sekali, ada yang sebagian membolehkan bebas. Tapi pendapat yang paling kuat mengatakan ada syaratnya," ujar Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
"Ada syaratnya yang cukup ketat berurusan dengan pemilu," lanjutnya.
Di antara syarat yang dimaksud Ustaz Syafiq Riza Basalamah adalah terkait patokan dalam memilih pemimpin.
"Yang pertama, kalau kita bicara. Kita milih nggak ustadz? Kalau ada pilihan, pilih. Kalau nggak ada pilihan, ada apa milih," kata Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
"Kalau 2 pemimpinnya yang satu kafir, yang satu kafir juga. Milih yang mana, ya nggak ada yang bisa dipilih," lanjutnya.
Namun bila di antara dua pemimpin kafir tersebut ada yang bersikap baik terhadap umat Islam, maka pilihlah dia.
"Tapi nggak ustadz, ini satu kafir ini masih baik sama umat Islam. Oh, kita pilih. Umpama seperti itu," jelas Ustaz Syafiq Riza Basalamah.
"Itu kalau berada di negeri kafir, nauzubillah min dzalik," lanjutnya.
Dalam kasus misalnya di Indonesia, calon pemimpin sama-sama muslim, maka yang mana yang harus dipilih?
Load more