News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pernah Nazar tapi Ternyata Tidak Mampu Menunaikan, Bisa Dibatalkan? Buya Yahya Tegaskan Hukumnya...

Apakah boleh membatalkan nazar yang pernah diucapkan? Buya Yahya jelaskan tentang nazar, bagaimana jika sampai meninggal tak mampu bayar nazar, dosa atau tidak?
Kamis, 29 Februari 2024 - 10:20 WIB
Buya Yahya, apakah nazar bisa dibatalkan?
Sumber :
  • youtube

tvOnenews.com - Suatu hari pernah nazar, jika bisa diterima kerja maka akan memberikan anak yatim sedekah sekian juta rupiah.

Tapi ternyata setelah diterima kerja, gaji yang didapat tidak akan cukup untuk menunaikan nazar tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rupanya nazar yang dulu pernah diucapkan terlalu berat dan rasanya tak mampu ditunaikan.

Apakah boleh membatalkan nazar yang pernah diniatkan?

Lalu bagaimana jika sampai meninggal tidak bisa melakukan nazar?

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Al Bahjah TV, berikut penjelasan Buya Yahya tentang nazar.

Buya Yahya mengigatkan bahwa dalam bernazar pun ada kaidahnya, jangan sampai melakukan nazar yang tidak syar'i.

Jangan lakukan nazar atas perbuatan yang tercela, atau bernazar akan lakukan keburukan.

Misalnya bernazar jika lolos maka akan keliling kota telanjang bulat.

Atau bernazar jika berhasil mencuri maka akan kasi sedekah anak yatim.

"Bukan nazar yang tidak syar'i, kalau aku bisa nyuri ini aku nazar, oh enggak boleh," ujar Buya Yahya.

"Jadi nazar kalau anakku sembuh, tapi jangan biasa dengan nazar," lanjutnya.

Buya Yahya juga mengingatkan agar jangan terbiasa dengan nazar.

"Nazar itu adalah untuk orang yang tidak mampu, sah nazar, tapi kalau orang kaya nazar itu orang pelit," tegas Buya Yahya.

"Kalau anda punya duit sedekah sekarang," lanjutnya.

Lantas apakah nazar bisa dibatalkan?

"Nazar tidak bisa dibatalkan," jelas Buya Yahya.

"Hanya perbedaannya adalah mampu melaksanakan atau tidak mampu melaksanakan," lanjutnya.

Menurut Buya Yahya, apabila seseorang tidak mampu menunaikan nazar, maka ditunggu sampai ia mampu.

"Jika ia bernazar lalu ia tidak mampu, ditunggu sampai mampu," ujar Buya Yahya.

Dan tidak akan mendapat dosa jika memang tidak mampu sampai akhirnya orang tersebut meninggal.

"Kalau mati dia belum mampu, enggak dosa," jelas Buya Yahya.

"Jadi enggak ada pembatalan nazar, akan tetapi perbedaannya adalah mampu atau tidak mampu," lanjutnya.

Jika memang tidak mampu tunaikan nazar maka jangan dipaksakan, namun jika mampu maka segera tunaikanlah.

"Anda bernazar kalau sembuh akan memberikan tetangga satu juta rupiah, kalau enggak punya duit ya jangan ngasih," ujar Buya Yahya.

"Sampai kapan, utang sampai mati," lanjutnya.

Apabila sampai meninggal, nanti dilihat harta warisannya apakah cukup untuk menunaikan nazar yang pernah disebutkan.

"Jika belum mampu yasudah, kalau mampu ya harus bayar kapan saja, karena itu bagian dari kewajiban," kata Buya Yahya.

"Bahkan kalau sampai mati pun, tidak boleh dibagi warisnya kecuali nazarnya dikeluarkan dulu, tentunya nazar yang syar'i," lanjutnya.

Kesimpulannya, menurut Buya Yahya nazar tak bisa dibatalkan.

Jika memang tidak mampu menunaikannya maka ditunggu sampai meninggal dan tak ada dosa jika benar-benar tak mampu menunaikannya.

Akan tetapi jika mampu, segeralah bayar nazar.

"Jika mampu segera bayar, jika tidak mampu sampai mati yasudah tidak dosa karena tidak mampu," jelas Buya Yahya.

Wallahua'lam.

(far)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dapatkan berita menarik lainnya dari tvOnenews.com di Google News, Klik di Sini

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Radja Nainggolan Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Menyesal Tidak Bela Timnas Indonesia, Ternyata Pernah Dibuat Sakit Hati

Radja Nainggolan Akhirnya Blak-blakan Soal Alasan Menyesal Tidak Bela Timnas Indonesia, Ternyata Pernah Dibuat Sakit Hati

Radja Nainggolan blak-blakan ungkap tiga alasan besar penyesalannya tidak membela Timnas Indonesia dan pilih Belgia sepanjang kariernya.
Media Vietnam Heran, Drama Passportgate Memanas di Belanda, tapi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Tetap Aman Bela Garuda

Media Vietnam Heran, Drama Passportgate Memanas di Belanda, tapi Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Tetap Aman Bela Garuda

Timnas Indonesia kembali jadi sorotan usai skandal 'Passportgate' mengguncang sepak bola Belanda dan menyeret sejumlah pemain keturunan. Media Vietnam heran.
Berhasil Gulung Jakarta Garuda Jaya Tiga Set Langsung, Erwin Rusni Sebut Para Pemain LAvAni Belum Tampil Maksimal

Berhasil Gulung Jakarta Garuda Jaya Tiga Set Langsung, Erwin Rusni Sebut Para Pemain LAvAni Belum Tampil Maksimal

LavAni berhasil mengantongi kemenangan pertamanya di babak final four Proliga 2026 setelah mereka sukses membungkam Jakarta Garuda Jaya.
Siswa SMK di Bandung Berbondong-bondong Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Ada Apa?

Siswa SMK di Bandung Berbondong-bondong Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Ada Apa?

8 siswa SMK Negeri 1 Bandung bersyukur dibantu Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM). Mereka telah mendapat program Beasiswa Personal Pancawaluya.
Uji Kombinasi Baru, PBSI Ungkap Harapan untuk Pasangan Ganda Putra Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah

Uji Kombinasi Baru, PBSI Ungkap Harapan untuk Pasangan Ganda Putra Bagas Maulana/Muh Putra Erwiansyah

PBSI melanjutkan langkah perombakan di sektor ganda putra dengan membentuk pasangan baru antara Bagas Maulana dan Muh Putra Erwiansyah.
Kena Bully di Negara Sendiri, 2 Pengamat Malaysia Terpukau Lihat Beckham Saat Timnas Indonesia Tampil Hadapi Saint Kitts and Nevis: Aset John Herdman

Kena Bully di Negara Sendiri, 2 Pengamat Malaysia Terpukau Lihat Beckham Saat Timnas Indonesia Tampil Hadapi Saint Kitts and Nevis: Aset John Herdman

Beckham Putra Nugraha pukau dua pengamat Malaysia usai cetak 2 gol & raih man of the match saat Timnas Indonesia hajar Saint Kitts and Nevis 4-0 sampai disebut aset John Herdman.

Trending

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Ini Jadwal Lengkap Garuda Usai Kalah di Final FIFA Series 2026

Kapan Timnas Indonesia main lagi? Simak jadwal lengkap Garuda tahun 2026 usai final FIFA Series, mulai FIFA Matchday hingga ASEAN Cup.
Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Padahal Calvin Verdonk Main Penuh, Media Prancis Nilai Timnas Indonesia Solid tapi Kurang Inisiatif di Final FIFA Series

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series 2026 ternyata ikut menjadi perhatian media Eropa. Media Prancis menyoroti performa penuh Calvin Verdonk.
Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Dedi Mulyadi Beri Kabar Baik untuk Warga Bekasi dan Jawa Barat, Apartemen Meikarta Bisa Dicicil hingga Bantuan Renovasi Puluhan Ribu Rumah

Ada dua kabar baik dari KDM, mulai dari pengumuman mengenai cicilan apartemen di wilayah Meikarta hingga menyebut soal bantuan renovasi puluhan ribu rumah.
Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kalah Tipis dari Tim Eropa, Media Vietnam Yakin Timnas Indonesia Jadi Kandidat Kuat Juara Piala AFF 2026

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak membuat pamornya meredup. Media Vietnam yakin Garuda jadi kandidat juara Piala AFF 2026.
Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Disindir Ramadhan Sananta, Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Balas Ucapan Sang Striker Timnas Indonesia

Mantan penerjemah Shin Tae-yong di Timnas Indonesia, Jeong Seok-seo atau Jeje merespons sindiran dari Ramadhan Sananta yang belakangan viral di media sosial.
Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Pundit Belanda Heran Dean James hingga Tim Geypens Mau Jadi WNI Demi Timnas Indonesia: Tertipu dan Sengsara

Salah satu pengamat sepak bola asal Belanda, Tijmen van Wissing, tak segan melabeli keputusan para pemain diaspora Timnas Indonesia sebagai tindakan "bodoh". 
Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Dedi Mulyadi 'Diamuk' Warga Kuningan dan Dituduh Penipu, Ending-nya Tak Terduga: Astagfirullahaladzim

Berniat tulus untuk membantu korban kecelakaan maut yang tertabrak truk, Dedi Mulyadi (KDM) justru dihujani makian hingga disebut penipu oleh warga Kuningan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT