News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Mana yang Lebih Baik, Shalat Berjamaah di Masjid Jauh tapi Ramai atau Dekat tapi Sepi? Kata Ustaz Adi Hidayat Utamanya…

Adzan menjadi pertanda bahwa waktu shalat telah tiba. Umat muslim menghentikan seluruh aktivitasnya dan bersiap untuk menunaikan shalat berjamaah di masjid.
Selasa, 23 April 2024 - 19:08 WIB
Ustaz Adi Hidayat jelaskan lebih baik shalat di masjid ramai tapi jauh atau sepi tapi dekat
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Adzan menjadi pertanda bahwa waktu shalat telah tiba. Umat muslim menghentikan seluruh aktivitasnya dan bersiap untuk menunaikan shalat berjamaah di masjid.

Shalat berjamaah di masjid sangat dianjurkan, lantaran memiliki banyak keutamaan yang dapat menambah pahala.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak masjid yang dapat dijadikan sebagai pilihan untuk shalat berjamaah beserta macam fasilitasnya agar membuat jamaah lebih nyaman saat beribadah.

Terkadang hal ini yang membuat jamaah memilih masjid yang berada lebih jauh dari rumahnya.

Sementara itu, masjid yang lebih dekat dengan tempat tinggal justru menjadi sepi dari jamaah. 

Lantas, bolehkan bila memilih shalat berjamaah di masjid yang jauh dan ramai, sementara masjid yang dekat rumah lebih sepi? Bagaimana menurut pandangan Islam mengenai hal tersebut?

Pada satu kajiannya, Ustaz Adi Hidayat memberi penjelasan mengenai keutamaan shalat berjamaah di masjid yang jauh dari rumah atau masjid terdekat namun sepi.

Seperti apa penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat tentang hal tersebut? Simak informasinya berikut ini.

Seorang jamaah pada satu kajian menanyakan kepada Ustaz Adi Hidayat mengenai keutamaan shalat berjamaah. 

Pertanyaannya membahas tentang mana yang lebih baik bila shalat berjamaah di masjid yang jauh tapi ramai atau masjid terdekat namun sepi jamaahnya.


Ustaz Adi Hidayat. (Ist)

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan di kanal YouTube resminya, pada awalnya Ustaz Adi Hidayat menjelaskan tentang arti jamaah dalam shalat berjamaah dengan syarat batas minimal dua orang.

Pendakwah ini menyampaikan dua hal untuk menjadi bahan pertimbangan para jamaah mengenai mana yang lebih baik bila ingin shalat berjamaah di masjid. 

Menurut ajaran Islam, shalat berjamaah sangat dianjurkan serta diutamakan karena memiliki banyak keutamaan dan pahala dibandingkan dengan shalat munfarid atau sendirian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, Ustaz Adi Hidayat melanjutkan yang disebut shalat berjamaah karena ada batas minimal dua orang.

"Jadi disebut jamaah itu, Anda jangan melihat berapa jumlah shafnya, disebut jamaah itu ketika jumlah minimal dua orang," ungkap Ustaz Adi Hidayat dari tayangan pada kanal YouTube Adi Hidayat Official.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Gagal Total di Bursa Transfer Januari, Inter Milan Baru Bisa Datangkan Pemain Baru di Akhir Musim

Inter Milan sudah gagal total di bursa transfer Januari karena tidak berhasil mendapatkan pemain baru. Namun Inter Milan bisa datangkan pemain baru akhir musim.
Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Respons Kasus Anak SD Bunuh Diri di NTT Karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Menkes Siapkan Layanan Psikologi Klinis

Merespons kasus anak SD bunuh diri di NTT karena tak mampu membeli alat tulis, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut pihaknya sedang menyiapkan layanan psikologi klinis.
Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Buntut Anak SD Gantung Diri di NTT, DPR RI Desak Audit Pemanfaatan DAK Perlindungan Anak di Daerah

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko soroti pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) terkait perlindungan anak, buntut kasus anak bunuh diri...
Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Buntut Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada NTT, DPR Usul Bansos Khusus Anak: Jangan Lagi Disamaratakan ke Semua

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko mengusulkan agar pemerintah mengevaluasi skema bantuan sosial (bansos) yang dikhususkan menyasar anak.
Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Hadiri Pemakaman Istri Jenderal Hoegeng, Kapolri Ungkap Wasiat Terakhir Eyang Meri Buat Polri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri prosesi pemakaman Meriyati Hoegeng atau Eyang Meri, istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso.
Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Mantan Wawako Fitrianti Agustinda Divonis 7,5 Tahun, Korupsi BPPD PMI Palembang

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang menyatakan dua terdakwa kasus korupsi pengelolaan Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) di Palang Merah

Trending

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Siswa SD Gantung Diri di NTT, DPR: Pendidikan Harus Gratis Tanpa Bebani Keluarga Miskin

Merespons hal tersebut, Hetifah menegaskan negara harus memberikan perhatian serius untuk peristiwa tersebut. Ia menilai tak ada negara manapun yang bisa menerima peristiwa tragis tersebut.
Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Dugaan Penyebab Anak SD Bunuh Diri di NTT, Diungkap dalam Surat Berisi Kekecewaan pada Ibunya Viral

Kabar anak SD, YBS (10) bunuh diri di Ngada, NTT, Kamis (29/1/2026), viral. Isi pesan di surat wasiat pada ibunya diduga menjadi penyebab gantung diri heboh.
Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis Pakai Bahasa Bajawa, Anak Kelas IV SD di NTT yang Bunuh Diri di Pohon Cengkeh Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu Minta Sang Ibu Tak Mencarinya

Ditulis pakai bahasa Bajawa, anak kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berpesan agar sang ibu untuk tak mencarinya.
Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Tolak Penggusuran Pasar Sambas Medan, Pedagang Sebut Pemko Medan Matikan Rezeki Rakyat Kecil

Puluhan pedagang Pasar Sambas berunjuk rasa menolak penggusuran lahan di Pasar Sambas, Kota Medan, yang akan dieksekusi juru sita Pengadilan Negeri (PN) Medan,
Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Isi Surat Memilukan Bocah SD di NTT Nekat Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena: Mama Saya Pergi Dulu

Begini isi surat memilukan yang ditulis bocah SD di NTT yang nekat bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena. Surat tersebut ditujukan untuk ibunya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT