Sejarah Kota Makkah, Berawal dari Nabi Ibrahim Meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di Tengah Gurun
- Sigid Kurniawan/Media Center Haji 2024
Makkah, tvOnenews.com - Kota Mekah adalah tempat dimana kiblat seluruh umat Islam di dunia berada.
Dari letak geografis, Kota Makkah terletak 72 kilometer dari pusat perekonomian Arab Saudi, Jeddah dan 400 kilometer dari Madinah.
Makkah dahulu hanya kota kecil yang ditinggali oleh anak cucu Nabi Adam AS.
Kemudian pada zaman Nabi Nuh AS, Makkah dilanda dengan banjir besar.
Kemudian, ketika zaman Nabi Ibrahim AS, Makkah mulai dibangun kembali.
![]()
Zamzam Tower yang Ada di Wilayah Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi saat Dilihat dari Terminal Syib Amir (Sumber: Tovic/Media Center Haji 2024)
Adapun perkembangan kota Makkah tak lain bermula dengan diperintahkannya Nabi Ibrahim AS untuk meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di tengah padang gurun.
Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim memiliki dua istri yakni Siti Sarah dan Siti Hajar.
Meski sudah tua, namun Nabi Ibrahim belum juga dikaruniai anak. Hingga akhirya Siti Hajar melahirkan Nabi Ismail.
Namun hingga saat itu, Siti Sarah belum juga kunjung hamil sementara usianya semakin menua.
Meski dirinya yang memberikan Siti Hajar kepada Nabi Ibrahim, namun sebagai seorang perempuan ia juga tak dapat menghilangkan rasa cemburu di hatinya.
Siti Sarah akhirnya mengatakan tidak akan mau tinggal bersama dengan Siti Hajar dan Nabi Ismail.
Kisah ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari. Dalam riwayatnya, Ibnu Abbas r.a. berkata:
“….. Dan sebagai lazimnya seorang istri sebagai Siti Sarah merasa telah dikalahkan oleh Siti Hajar sebagai seorang dayangnya yang diberikan kepada Nabi Ibrahim a.s. Dan sejak itulah Siti Sarah merasakan bahwa Nabi Ibrahim a.s. lebih banyak mendekati Hajar karena merasa sangat gembira dengan putranya yang tunggal dan pertama itu, hal ini yang menyebabkan permulaan ada keretakan dalam rumah tangga Nabi Ibrahim a.s. sehingga Siti Sarah merasa tidak tahan hati jika melihat Siti Hajar dan minta pada Nabi Ibrahim a.s. supaya menjauhkannya dari matanya dan menempatkannya di lain tempat.”
![]()
Suasana di Masjidil Haram saat Musim Haji 2024 (Sumber: Tovic/Media Center Haji 2024)
Load more