News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Geger Sumpah Pocong Saka Tatal di Kasus Vina Cirebon, MUI Tegaskan Hanya Bentuk Kreativitas, Bisa Dipercayakah?

Hal ini menarik perhatian publik karena masih berkaitan dengan kasus Vina Cirebon. Sumpah Pocong dilakukan Mantan terpidana kasus Vina Cirebon si Saka Tatal...
Sabtu, 10 Agustus 2024 - 04:51 WIB
Geger Sumpah Pocong Saka Tatal di Kasus Vina Cirebon, MUI Tegaskan Hanya Bentuk Kereativitas di Indonesia, Bagaimana Pandangan Islam Bisa Dipercayakah?
Sumber :
  • dok.kolase tvOne

Jakarta, tvOnenews.com-- Sumpah Pocong tengah menghebohkan masyarakat Indonesia, juga ikut meramaikan di Media Sosial (Medsos). 

Hal ini menarik perhatian publik karena masih berkaitan dengan kasus Vina Cirebon. Praktiknya langsung dilakukan oleh Mantan terpidana kasus Vina Cirebon dan Eky, Saka Tatal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi sumpah pocong itu resmi, Saka Tatal menjalani ritualnya di Padepokan Amparan Jati Cirebon, Jumat (9/8/2024), sekitar pukul 14.04 WIB.

Ratusan warga turut menyaksikan, saat Saka Tatal melakukan ritual sumpah pocong dipimpin oleh Pimpinan Padepokan Amparan Jati Cirebon, Raden Gilap Sugiono.

 

Melihat fenomena ini, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, K.H. Colil Nafis dalam keterangannya di Kabar Petang tvOne, sumpah pocong merupakan kereativitas Indonesia.

Dalam penjelasannya, K.H Cholil sumpah pocong bukanlah ajaran dalam agama Islam.

Menegaskan dengan adanya aksi yang dilakukan Saka Tatal memutuskan Sumpah Pocong, hanya bentuk kearifan lokal.

 

"Sumpah pocong ini adalah kreativitas dari kebudayaan lokal dengan cara orang dibungkus kain kafan, adakalanya juga dikalungin kain kafan, masing-masing daerah berbeda-beda. Sebenarnya di Islam tidak ada menyebut sumpah pocong, yang ada adalah sumpah dengan menyebut nama Allah," kata Cholil, dikutip Sabtu (10/8/2024).

 

 

Sehingga dengan melihat, sumpah pocong pada praktiknya.

Menurut K.H Cholil menambahkan kalau sumpah yang ditujukan hanya untuk nama Allah SWT.

Juga tidak mengharamkan atau menghalangi seseorang berbuat baik kepada kedua orang tua, tentu sumpahnya diperbolehkan.

 

"Cuma saja barangkali secara psikologis, siapa yang berani mau dikutuk oleh Allah? apalagi sampai mati seketika pada saat dia bohong. Jadi Sumpah itu untuk meyakinkan orang lain yang belum percaya terhadap kebenarannya, atau ingin memastikan bahwa orang lain yang salah, dirinya yang benar," jelas Cholil.

 

 

Lantas bisa dipercayakah Sumpah Pocong itu dalam Islam?. 

 

Lebih lanjut, K.H Cholil menjelaskan kalau sumpah pocong dalam Islam tidak ada, yang ada istilah Mubahalah.

Jelas mubahalah yang hanya bersumpah langsung kepada Allah SWT, dengan menyebut nama Allah SWT saja.

Tujuannya, untuk meyakinkan siapapun yang meragukan seseorang saat diwaktu sangat mendesak atau dibutuhkan.

 

Sebab mubahalah sumpah kepada Allah SWT. Apabila melanggar atau dusta maka mendapatkan kutukan langsung dari All SWT. 

"Di Islam juga ada kenal namanya mubahalah, nah mubahalah itu sumpah yang dengan keluarganya, untuk memastikan bahwa dirinya benar, kalau kedapatan salah, dia siap dikutuk oleh Allah. Jadi siapa yang salah dikutuk Allah," tegas K.H Cholil.

 

Mengingat yang namanya Mubahalah dalam Islam, kata Cholil pembuktian di negara hukum untuk suatu perkara tetap menjadi ranah Pengadilan. 

Hal ini sebagai pembuktian atas kasus tertentu, benar atau salah harus didukung dengan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dalam hukum.

 

"Ini adalah menyeramkan, karena siapa sih orang beriman yang mau dikutuk oleh Allah. Oleh karena itu, saya kira kalau dalam pengadilan bukan dengan sumpah, tentu dengan bukti-bukti dan saksi-saksi," jelasnya.

 

"Biasanya sumpah dilakukan di luar pengadilan untuk memastikan bahwa dia dalam keadaan yang benar," pesan K.H Cholil. (Klw)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Waallahualam 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Istri Pengacara di Indramayu Diculik Lalu Dibunuh, Jasad Korban Gosong Terbakar dalam Mobil

Istri Pengacara di Indramayu Diculik Lalu Dibunuh, Jasad Korban Gosong Terbakar dalam Mobil

Dalam perampokan tersebut, pemilik rumah bernama Hj. Komariah (45) dilaporkan dianiaya hingga diculik oleh pelaku. Bahkan sejumblah barang milik korban hilang.
Habiburokhman Tegaskan Gerindra Tak Intervensi Kasus Narkoba 3 Anggota DPRD di Jatim

Habiburokhman Tegaskan Gerindra Tak Intervensi Kasus Narkoba 3 Anggota DPRD di Jatim

Habiburokhman menegaskan bahwa Gerindra juga telah memecat tiga orang anggotanya itu sebagai legislator karena penyalahgunaan narkoba di hotel Surabaya....
Bakal Diluncurkan Prabowo, Menteri LH: Tobat Ekologis harus Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Bakal Diluncurkan Prabowo, Menteri LH: Tobat Ekologis harus Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Istilah tobat ekologis mengandung semangat keagamaan yang diwujudkan melalui kesadaran untuk memperbaiki hubungan manusia dengan bumi.
Situasi Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Memanas Pasca F1 GP Meksiko! Juara Dunia 7 Kali Itu Minta Ferrari Lakukan Ini

Situasi Lewis Hamilton dan Charles Leclerc Memanas Pasca F1 GP Meksiko! Juara Dunia 7 Kali Itu Minta Ferrari Lakukan Ini

Situasi internal Ferrari kembali jadi sorotan setelah Lewis Hamilton dan Charles Leclerc terlibat insiden saat memperebutkan posisi terdepan F1 GP Meksiko 2026.
Mengenal Mercy Monica Yolanda, Hakim Muda dari Pengadilan Negeri Koto Baru yang Meninggal Dunia

Mengenal Mercy Monica Yolanda, Hakim Muda dari Pengadilan Negeri Koto Baru yang Meninggal Dunia

Berikut profil hingga rekam jejak Mercy Monica Yolanda, hakim muda berstatus Hakim Pratama (III/b) Pengadilan Negeri Koto Baru, Sumatera Barat, yang tutup usia.
Dilaporkan ke Polisi oleh Herri Pras, Pegulat MMA Yudi Cahyadi Pilih Berlatih Boxing

Dilaporkan ke Polisi oleh Herri Pras, Pegulat MMA Yudi Cahyadi Pilih Berlatih Boxing

Di tengah kekisruhannya dengan Herri Pras bahkan sampai dilaporkan ke polisi, fighter MMA Yudi Cahyadi memilih untuk memposting videonya saat latihan boxing.

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Viral Video Pasangan Egar dan Fina Banyuwangi di TikTok, Pakar Siber Warning Modus Link Pishing Penguras Rekening

Platform media sosial TikTok dan Instagram belakangan dihebohkan oleh perburuan masif warganet terhadap pasangan asal Banyuwangi, Jawa Timur, yakni Egar - Fina
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT