Naskah Khutbah Jumat 29 November 2024: Kekeliruan Percaya Arwah Gentayangan Pemicu Penyimpangan Akidah
- ANTARA/Yulius Satria Wijaya
tvOnenews.com - Naskah khutbah Jumat mengandung makna sebagai nasihat kepada jemaah shalat Jumat yang hadir di masjid dan bagi mendengarkannya.
Naskah khutbah Jumat merupakan secarik kertas berisi teks bersifat ajakan, perintah, dan peringatan agar selalu menerapkan kebenaran dan menjauhi larangan dari Allah SWT.
Naskah khutbah Jumat kali ini bersifat singkat untuk bahan khatib shalat Jumat menyampaikan ceramah pada 29 November 2024.
Adapun tema naskah khutbah Jumat ini mengambil judul tentang "Arwah Gentayangan" sebagaimana menunjukkan roh orang meninggal dunia masih berada di sekitaran manusia yang masih hidup.
Banyak yang masih mengalami kekeliruan terhadap perspektif adanya arwah gentayangan. Ini sangat berbahaya dan memicu penyimpangan akidah.
- Istockphoto
Ā
Dikutip dari laman resmin Yayasan Amal Jariyah Indonesia, Kamis (28/11/2024), berikut bahan naskah khutbah Jumat bertema "Kekeliruan Percaya Arwah Gentayangan Pemicu Penyimpangan Akidah".
Naskah Khutbah Jumat Tema Kekeliruan Percaya Arwah Gentayangan Pemicu Penyimpangan Akidah
Ų§ŁŁŲŁŁ ŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŲ£ŁŲ¹ŁŁ ŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŲ§Ų±ŁŁŁŲ©, ŁŁŲ§ŁŲµŁŁŁŁŲ§Ų©Ł ŁŁŲ§ŁŲ³ŁŁŁŁŲ§Ł Ł ŁŲ§ŁŲØŁŲ±ŁŁŁŲ§ŲŖŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŲØŁŲ±ŁŁŁŁŲ©Ų ŁŁŲØŁŁŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŲŁŁ ŁŁŲÆŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁ Ų¢ŁŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŲµŁŲŁŲ§ŲØŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŲ°ŁŁŲ±ŁŁŁŁŁŲ©
Ų£ŁŲ“ŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŁŁ ŁŲ§Ł Ų„ŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲŁŲÆŁŁŁ ŁŲ§Ł Ų“ŁŲ±ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁ, ŁŁŲ£ŁŲ“ŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŁŁŁ Ł ŁŲŁŁ ŁŁŲÆŁŲ§ Ų¹ŁŲØŁŲÆŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų¢Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŲŁŁŁŁ ŲŖŁŁŁŲ§ŲŖŁŁŁ ŁŁŁŲ§Ł ŲŖŁŁ ŁŁŲŖŁŁŁŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ£ŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ł ŁŲ³ŁŁŁŁ ŁŁŁŁ
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų±ŁŲØŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ³Ł ŁŁŲ§ŲŁŲÆŁŲ©Ł ŁŁŲ®ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŲ§ Ų²ŁŁŁŲ¬ŁŁŁŲ§ ŁŁŲØŁŲ«ŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų±ŁŲ¬ŁŲ§ŁŲ§Ł ŁŁŲ«ŁŁŲ±ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł ŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁ ŲŖŁŲ³ŁŲ§Ų”ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŲ£Ł Ų±ŁŲŁŲ§Ł Ł Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų±ŁŁŁŁŲØŁŲ§
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų¢Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ§Ł Ų³ŁŲÆŁŁŲÆŁŲ§ ŁŁŲµŁŁŁŲŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų£ŁŲ¹ŁŁ ŁŲ§ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲŗŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁ Ł Ų°ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŲ·ŁŲ¹Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲÆŁ ŁŁŲ§Ų²Ł ŁŁŁŁŲ²ŁŲ§ Ų¹ŁŲøŁŁŁ ŁŲ§
Ų£ŁŁ ŁŁŲ§ ŲØŁŲ¹ŁŲÆŁ
Sidang Jumat yang berbahagia dan disayangi oleh Allah SWT
Khatib pertama-tama ingin mengajak para jemaah shalat Jumat agar menanamkan rasa syukur dan memberikan pujian kepaga Tuhan kita Allah SWT Yang Maha Pemberi dan Maha Penyayang atas keberkahan dari-Nya senantiasa dilimpahkan kepada kita semua sampai detik ini untuk menjadi pengingat mempertebal ketakwaan dan ketaatan kita kepada-Nya.
Tak lupa senantiasa kita melantunkan kalimat berupa sholawat dan salam kepada Baginda Nabi Muhammad SAW beserta para keluarga dan sahabatnya yang memperjuangkan Islam sebagai agama kebenaran langsung disebarkan olehnya yang berguna untuk kita menjadi golongan orang beriman kepada Allah SWT.
Kaum muslimin rahimahumullah
Dalam kesempatan sesi ceramah pada kali ini, izinkan saya selaku khatib menjelaskan betapa dahsyatnya kita mengalami kekeliruan apabila mempercayai adanya arwah gentayangan dari orang-orang telah mengalami kematian.
Akidah kehidupan mempercayai setelah kematian harus diketahui bersama oleh kita saat ini. Bahwasanya pada zaman jahiliyah juga telah mengalami serupa adanya penyimpangan kepercayaan tentang arwah gentayangan.
Kita harus mengetahui perbedaan titik sengketa antara akidah dalam Islamiyah dan akidah ajaran kaum jahiliyah pada masanya.
Saat itu orang-orang jahiliyah mempercayai perihal manusia telah meninggal dunia tidak bisa bangkit dan hidup kembali.
Mereka lalu menyambangi Nabi Muhammad SAW dengan cara menantang dan menenteng tulang-belulang dijelaskan dalam dalil Al Quran dari Surat Yasin Ayat 78-79, Allah SWT berfirman:
ŁŁŲ¶ŁŲ±ŁŲØŁ ŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŲ«ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŲ³ŁŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁŁŁŪ ŁŁŲ§ŁŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŁŲŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŲøŁŲ§Ł Ł ŁŁŁŁŁŁ Ų±ŁŁ ŁŁŁŁ Ł, ŁŁŁŁ ŁŁŲŁŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ“ŁŲ§ŁŁŁŲ§Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŲ±ŁŁŲ©Ł ŪŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁ Ł Ū
Artinya: "Dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal penciptaannya. Dia berkata, "Siapakah yang bisa menghidupkan tulang-belulang yang telah hancur luluh?" Katakanlah (Nabi Muhammad), "Yang akan menghidupkannya adalah Zat yang menciptakannya pertama kali. Dia Maha Mengetahui setiap makhluk." (QS. Yasin, 36:78-79)
Selain itu, orang jahiliyah sampai mengucap sumpah kalau mereka percaya tidak ada kebangkitan bagi orang meninggal dunia diterangkan dalam Surat An Nahl Ayat 38, Allah SWT berfirman:
ŁŁŲ§ŁŁŁŲ³ŁŁ ŁŁŁŲ§ ŲØŁŲ§ŁŁŁŁ°ŁŁ Ų¬ŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁ ŁŲ§ŁŁŁŁŁ ŁŪ ŁŁŲ§ ŁŁŲØŁŲ¹ŁŲ«Ł Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŁŲŖŁŪ ŲØŁŁŁ°Ł ŁŁŲ¹ŁŲÆŁŲ§ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁ ŲŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁ°ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ«ŁŲ±Ł Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł ŁŁŲ§ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŪ
Artinya: "Mereka sungguh-sungguh bersumpah dengan (nama) Allah, āAllah tidak akan membangkitkan orang yang mati.ā Bukan demikian (justru Allah pasti akan membangkitkannya). (Yang demikian ini) adalah janji yang pasti Dia penuhi, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. An Nahl, 16:38)
Bagi orang jahiliyah, orang meninggal dunia atau telah wafat tidak mempunyai urusan lagi dan tidak perlu merasakan proses penghisaban atas pertanggungjawaban segala amalan di dunia pasca mengalami kematian.
Kepercayaan ini menuntun orang jahiliyah masuk dalam golongan durhaka dan semakin zalim, jahat hingga rakus dalam sibuk mencari berbagai kenikmatan selama di dunia.
Surat Al Jasiyah Ayat 24 menerangkan respons dari pendapat orang jahiliyah, Allah SWT berfirman:
ŁŁŁŁŲ§ŁŁŁŁŲ§ Ł ŁŲ§ ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ§ ŲŁŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲÆŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁ ŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŲŁŁŁŲ§ ŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŁŁŁŁŲ§Ł Ų§ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŲÆŁŁŁŁŲ±ŁŪ ŁŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŁ Ł ŲØŁŲ°Ł°ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ ŁŪ Ų§ŁŁŁ ŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŁŲ§ ŁŁŲøŁŁŁŁŁŁŁŁ
Artinya: Mereka berkata, "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa." Padahal, mereka tidak mempunyai ilmu (sama sekali) tentang itu. Mereka hanyalah menduga-duga." (QS. Al Jasiyah, 45:24)
Kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah SWT
Jika masih ada yang benar-benar mempercayai adanya arwah kesasar setelah mengalami kematian bahwa mereka telah keliru. Bahwasanya tidak ada manusia telah meninggal dunia kembali merasakan kehidupan kedua kalinya.
Pada dasarnya kepercayaan arwah gentayangan menunjukkan orang meninggal dunia bisa merasakan hidup lagi sama saja memuja budaya dari Arab jahiliyah. Penyimpangan akidah ini menjadi perlawanan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW untuk memperjuangkan agama Islam menunjukkan kebenaran.
Orang-orang meyakini akidah bahwa orang meninggal dunia bisa kembali ke dunia dijelaskan dalam Surat Al Mu'minun Ayat 99-100, Allah SWT berfirman:
ŲŁŲŖŁŁ°ŁŁ Ų§ŁŲ°ŁŲ§ Ų¬ŁŲ§Ū¤Ų”Ł Ų§ŁŲŁŲÆŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁ ŁŁŁŲŖŁ ŁŁŲ§ŁŁ Ų±ŁŲØŁŁ Ų§Ų±ŁŲ¬ŁŲ¹ŁŁŁŁŁ Ū, ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ¹ŁŁ ŁŁŁ ŲµŁŲ§ŁŁŲŁŲ§ ŁŁŁŁŁ ŁŲ§ ŲŖŁŲ±ŁŁŁŲŖŁ ŁŁŁŁŁŲ§ ŪŲ§ŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁ ŁŲ©Ł ŁŁŁŁ ŁŁŲ§Ū¤ŁŁŁŁŁŁŁŲ§Ū ŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŁŲ±ŁŲ§Ū¤ŁŁŁŁŁŁ Ł ŲØŁŲ±ŁŲ²ŁŲ®Ł Ų§ŁŁŁ°Ł ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲØŁŲ¹ŁŲ«ŁŁŁŁŁ
Artinya: "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu) hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku dapat beramal saleh yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Di hadapan mereka ada (alam) barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan." (QS. Al Mu'minun, 23:99-100)
Kaum muslimin rahimahumullah
Pada dasarnya jika seluruh arwah masih menyatu dengan jasadnya meski mereka telah meninggal dunia, sesungguhnya itu menjadi ciri-ciri ibadah selama hidup di bumi sangat kurang.
Mereka telah meninggal dunia berusaha ingin kembali hidup ke bumi untuk mempertebal amalan dan tak pernah meninggalkan ibadah shalat sebagaimana kewajiban menyembah Allah Ta'ala.
Namun, apa kata Allah SWT? Tidak ada jaminan bagi mereka kembali ke dunia untuk memperbanyak amalan. Sayangnya sampai saat ini masih banyak orang mempercayainya kalau arwah yang balik ke dunia karena tidak terima menjalani kehidupan di akhirat.
Pandangan ini masih populer perihal ada yang menyebutkan bahwa arwah orang meninggal dunia masih berada di dunia selama 40 hari sejak wafat. Bahkan harus menetap di rumah.
Ada juga mempercayai arwah bisa kembali jika di bulan Sya'ban. Kehadiran mereka bersifat bergentayangan untuk menunjukkan tanda-tanda orang meninggal dunia masih ada di bumi.
Kepercayaan ini semakin menguat sejak orang-orang mengaku punya keahlian lebih, seperti kiai, dukun dan orang pintar. Mereka memberikan ungkapan bohong bisa menarik arwah kembali ke dunia.
Ini rentan berbahaya bagi orang yang sengaja datang untuk mengungkapkan rasa penasarannya dengan cara minta pertolongan kepada orang-orang pintar itu. Apalagi jika sampai meminta bayaran, maka sangatlah rugi.
Jemaah shalat Jumat yang berbahagia dan dilindungi oleh Allah SWT
Demikianlah khatib menjelaskan khutbah Jumat pertama, semoga kita terhindar dan tidak menjadi korban kepercayaan yang membuat adanya penyimpangan terhadap akidah. Kepercayaan hal-hal gaib memang menjadi anjuran karena ada makhluk bersifat gaib, seperti jin dan malaikat tak bisa dilihat dengan kasat mata.
Namun, jangan sampai kita mempercayai hal-hal gaib apalagi bersifat arwah orang wafat bisa balik ke dunia. Itu merupakan permainan setan memberdayai orang-orang tidak berilmu.
ŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŲ±ŁŲ¢ŁŁ Ų§ŁŁŲ¹ŁŲøŁŁŁŁ ŁŲ ŁŁŁŁŁŁŲ¹ŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŁŁŲ§ŁŁŁ Ł ŲØŁŁ ŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ¢ŁŁŲ§ŲŖŁ ŁŁŲ§ŁŲ°ŁŁŁŁŲ±Ł Ų§ŁŁŲŁŁŁŁŁŁ ŁŲ ŁŁŲŖŁŁŁŲØŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁ Ł ŲŖŁŁŲ§ŁŁŲŖŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŁ ŁŁŁŲ¹Ł Ų§ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁŁ Ł
(hap)
Load more