News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gara-gara Kasus Gus Miftah Hina Penjual Es Teh, MUI Sambut Usulan Sertifikasi Juru Dakwah: Tidak Bisa Bayangkan...

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung usulan program sertifikasi juru dakwah semenjak kasus Gus Miftah viral akibat mengolok-olok penjual es teh, Sunhaji.
Rabu, 11 Desember 2024 - 16:01 WIB
Gus Miftah olok-olok penjual es teh, Sunhaji pemicu sertifikasi juru dakwah didukung MUI
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut merespons atas usulan program sertifikasi juru dakwah semenjak kasus Gus Miftah viral akibat mengolok-olok penjual es teh, Sunhaji.

Dalam kasus Gus Miftah bercanda kepada penjual es teh membuat MUI dukung pembuatan usulan sertifikasi juru dakwah yang ditekankan ke Kementerian Agama (Kemenag).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Sa'adi menyebut usulan sertifikasi juru dakwah guna menciptakan para penceramah berkualitas agar kejadian seperti Gus Miftah tidak terjadi lagi.

"MUI menyambut baik gagasan untuk diselenggarakan program sertifikasi juru dakwah," ungkap Zainut Tauhid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/12/2024).

Menurut Zainut, penguatan kompetensi juru dakwah lebih tepat dalam penyebutan pada program yang pertama kali diusulkan oleh anggota DPR RI.

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Sa adi bicara sertifikasi juru dakwah efek kasus Gus Miftah
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Sa'adi bicara sertifikasi juru dakwah efek kasus Gus Miftah
Sumber :
  • Antara

 

Ia berpendapat penyebutan program sertifikasi kurang tepat dibandingkan penguatan kompetensi juru dakwah karena bisa mengacu ke arah penyeragaman dan formalistik.

"Saya tidak bisa membayangkan kalau program sertifikasi juru dakwah nanti diberlakukan, maka hanya para juru dakwah yang memiliki sertifikat saja yang boleh berceramah. Sementara para ustad dan kyai kampung yang tidak memiliki sertifikat, mereka tidak boleh berdakwah. Padahal secara keilmuan mereka memiliki kemampuan," jelas dia.

Lanjut, ia menuturkan para penceramah, pendakwah, tokoh agama saat berdakwah memiliki kompetensi yang kuat terhadap pemahaman nilai-nilai agama.

Dalam aspek materi, metodologi dan wawasan kebangsaan yang lebih kuat menjadi penguatan wawasan yang dimiliki para juru dakwah di Indonesia.

Program ini akan menjadi tepat untuk menyampaikan materi di bidang isu tentang keagamaan, moderasi terhadap beragama, relasi agama dan negara.

Kemudian, literasi di media digital hingga menyampaikan strategi dalam berdakwah sesuai sasaran terutama kepada generasi Z.

"Substansi materi penguatan kompetensi lebih pada pengayaan wawasan dan penguatan metodologi dakwahnya," terangnya.

Ia menyampaikan program penguatan ini disarankan tidak bersifat wajib melainkan sukarela jika para juru dakwah mempromosikan berbagai nilai berbasis toleransi, moderasi beragama dan lain-lain.

"Pesertanya bisa perorangan atau utusan dari ormas Islam, majelis taklim, dan lembaga keagamaan Islam lainnya. Adapun penyelenggaranya bisa Kementerian Agama, ormas Islam, lembaga keagamaan Islam, serta perguruan tinggi keagamaan Islam baik negeri maupun swasta," tuturnya.

"Jadi menurut saya, penekanannya bukan pada sertifikasinya, tetapi lebih pada penguatan kapasitas juru dakwahnya," sambungnya.

Sebelumnya, potongan video Gus Miftah dalam suatu ceramah sedang mengolok-olok penjual es teh menggemparkan publik.

Gus Miftah sedang menjadi penceramah di suatu acara kajian di Magelang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman itu memicu amarah publik akibat mengeluarkan kalimat yang tidak pantas.

Tak hanya itu, beberapa penceramah di sampingnya turut menertawakan Sunhaji saat Miftah Maulana Habiburrahman melontarkan kalimat kasar.

"Es tehmu masih banyak enggak? Masih? Ya sana dijual, g*k. Jual dulu, nanti kalau masih belum laku, ya sudah itu takdir," kata Gus Miftah dalam potongan video ceramah yang viral tersebut dikutip, Rabu.

Sontak, amarah netizen dan publik tidak terbendung karena sikap dari Miftah tidak sesuai dengan cerminan pendakwah.

Saat itu, Miftah juga berstatus sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Bagi publik, Miftah yang memegang jabatan dalam menjaga kerukunan beragama tidak sepantasnya melontarkan kalimat tersebut.

Kemudian, video Miftah lainnya sedang merendahkan seniman senior, Yati Pesek juga mendadak viral setelah potongan video ceramah Sunhaji dihina menghebohkan publik.

Miftah yang menjabat Utusan Presiden Prabowo Subianto langsung menyambangi kediaman Sunhaji di Magelang setelah video tersebut viral.

tvonenews

Miftah mengaku telah teledor dan tidak sepantasnya sebagai penceramah dan Utusan Presiden mengolok-olok Sunhaji.

Namun begitu, amarah publik tidak mudah menyulut dan terus menyuarakan agar Miftah turun dari jabatannya.

Miftah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Ia menggelar konferensi pers pengunduran dirinya di awasan Pondok Pesantren Ora Aji Sleman, DI Yogyakarta pada Jumat (6/12/2024).

"Hari ini, dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, dan dengan penuh kesadaran, saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam," ungkap Miftah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah berdoa, bermuhasabah, dan istighfar, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," tukas Miftah.

(ant/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Full Senyum, Aprilia Sebut Persaingan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sebagai "Masalah Paling Menyenangkan" di MotoGP 2026

Full Senyum, Aprilia Sebut Persaingan Marco Bezzecchi dan Jorge Martin sebagai "Masalah Paling Menyenangkan" di MotoGP 2026

Aprilia mendominasi awal musim MotoGP 2026 lewa
Mendagri Soroti Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Rekrutmen Pilkada Langsung Dinilai Bermasalah

Mendagri Soroti Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Rekrutmen Pilkada Langsung Dinilai Bermasalah

Mendagri Tito Karnavian menilai banyak kepala daerah kena OTT akibat masalah rekrutmen pilkada langsung dan tingginya biaya politik
Bojan Hodak Sempat Dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Kiper Persija Ingatkan Pengalaman Buruk dan Singgung Nama Ini

Bojan Hodak Sempat Dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Kiper Persija Ingatkan Pengalaman Buruk dan Singgung Nama Ini

Nama Bojan Hodak sempat dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Indonesia. Namun, wacana tersebut mendapat tanggapan dari kiper senior Persija Jakarta, Andritany.
Usai Wisuda Purnabakti, Anwar Usman Hampir Pingsan dan Dibopong ke Gedung Utama MK

Usai Wisuda Purnabakti, Anwar Usman Hampir Pingsan dan Dibopong ke Gedung Utama MK

Hakim Konstitusi Anwar Usman dilaporkan hampir pingsan usai mengikuti prosesi wisuda purnatugas di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Senin (13/4/2026).
Kronologi Dua Wanita di Lebak Banten Bersumpah dengan Menginjak Al Quran, Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kronologi Dua Wanita di Lebak Banten Bersumpah dengan Menginjak Al Quran, Sudah Ditetapkan Sebagai Tersangka

Viral dua wanita yang melakukan aksi penistaan agama dengan menginjak Al Quran. Kedua wanita tersebut berasal dari Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten
Warga Miskin Masuk Kopdes, 1,4 Juta Penerima Bansos PKH Disiapkan Pekerjaan di Koperasi Desa Merah Putih

Warga Miskin Masuk Kopdes, 1,4 Juta Penerima Bansos PKH Disiapkan Pekerjaan di Koperasi Desa Merah Putih

Menkop menyebut, upaya ini tidak hanya mendorong penerima bansos PKH menjadi anggota koperasi, tetapi juga membuka peluang untuk terlibat langsung dalam pengelolaan operasional kopdes.

Trending

Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang Justru Ucap Terima Kasih ke Dedi Mulyadi Berkat Kompensasi

Bangunan Liar Dibongkar, Pedagang Justru Ucap Terima Kasih ke Dedi Mulyadi Berkat Kompensasi

Penertiban bangunan liar di Lembang oleh Dedi Mulyadi justru disambut positif pedagang. Ini karena dapat Kompensasi modal usaha dan pembukaan rekening.
Timnas Indonesia Akhirnya Jadi Hadapi Italia di Playoff Piala Dunia 2026? Iran di Ambang Pencoretan FIFA

Timnas Indonesia Akhirnya Jadi Hadapi Italia di Playoff Piala Dunia 2026? Iran di Ambang Pencoretan FIFA

Timnas Indonesia bisa saja menghadapi Italia di playoff Piala Dunia 2026. Prediksi mengenai pencoretan Iran oleh Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) meningkat.
Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Gagal Rebut Kemenangan dari Megawati Hangestri Cs di Final Four Proliga 2026

Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Gagal Rebut Kemenangan dari Megawati Hangestri Cs di Final Four Proliga 2026

Jakarta Electric PLN ungkap biang kerok gagal merebut kemenangan dari Jakarta Pertamina Enduro saat kembali bersua dengan Megawati Hangestri di final four Proliga 2026.
2 Striker Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Borong Gol di Luar Negeri, John Herdman Tak Resah Lagi Lini Depan Tumpul

2 Striker Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Kompak Borong Gol di Luar Negeri, John Herdman Tak Resah Lagi Lini Depan Tumpul

John Herdman berbunga-bunga setelah dua calon striker naturalisasi Timnas Indonesia yaitu Luke Vickery dan Dean Zandbergen kompak borong gol di luar negeri.
Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Intip Skuad Mewah 'Local Pride' Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Tanpa Pemain Eropa

Di bawah komando pelatih anyar John Herdman, Timnas Indonesia mengusung misi besar yakni mematahkan kutukan enam kali runner-up dan membawa pulang trofi juara -
Jusuf Kalla Dituding Nistakan Ajaran Kristen, Jubir JK: Kami Membantah dengan Tegas Tuduhan Itu

Jusuf Kalla Dituding Nistakan Ajaran Kristen, Jubir JK: Kami Membantah dengan Tegas Tuduhan Itu

Belakangan ini, viral di media sosial terkait Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) dituding melakukan dugaan penistaan ajaran kristen buntut
Jusuf Kalla Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Isi Ceramah

Jusuf Kalla Resmi Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Isi Ceramah

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik resmi melaporkan JK ke SPKT Polda Metro Jaya, Minggu (12/4/2026) malam, terkait ceramah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT