GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Keresahan Ustaz Adi Hidayat Soroti Koin Jagat Aplikasi Buru Harta Karun yang Penggunanya Rusaki Fasilitas Umum: Mendingan...

Ustaz Adi Hidayat (UAH) turut berkomentar fenomena viral aplikasi Koin Jagat, kreatifitas permainan berburu harta karun bisa ditukarkan menjadi nilai rupiah.
Kamis, 23 Januari 2025 - 02:13 WIB
Ustaz Adi Hidayat (UAH) soroti fenomena aplikasi Koin Jagat permainan berburu harta karun
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube tvOneNews

Bantul, tvOnenews.com - Pendakwah karismatik Ustaz Adi Hidayat menyoroti Jagat atau Koin Jagat, aplikasi berbasis memburu harta karun.

Ustaz Adi Hidayat merasa resah setelah mendengar para pengguna Koin Jagat saat berburu harta karun sampai merusaki fasilitas umum demi dapat koin bisa ditukar secara riil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemarin sangat disayangkan ya, termasuk banyak yang rusak di GBK dan sekitarnya," ungkap Ustaz Adi Hidayat (UAH) kepada tim program AKIS tvOne di Bantul, Yogyakarta dikutip, Kamis (23/1/2025).

Kehadiran Koin Jagat ini, UAH telah mengetahui cara menciptakan kreatifitas baru dalam bentuk permainan digunakan melalui aplikasi.

Aplikasi berburu koin ini dikaitkan dengan secara dunia nyata yang dapat diunduh. Penggunanya dapat mengikuti titik lokasi letak koin-koin yang tersebar ditampilkan dalam peta.

ILUSTRASI - Koin Jagat
ILUSTRASI - Koin Jagat
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com

 

Petunjuk dalam peta ini akan memberikan arahan ke titik koin yang ditentukan secara spesifik. Namun pada dasarnya pengguna tetap harus berusaha letak koin yang sebenarnya dengan tepat.

Koin Jagat ini berbentuk diameter sekitar 10 cm. Ada tulisan di dalam koin ini juga menampilkan motif dibuat dengan kreatifitas seperti menunjukkan lambang bangunan yang ikonik.

Namun begitu, Direktur Quantum Akhyar Institute itu sangat menyayangkan kreatifitas Koin Jagat tidak bermanfaat, apalagi pemainnya sulit dikendalikan karena tak peduli jaga fasilitas hingga merusak di tempat umum.

"Jadi ketika apa pun yang bertentangan dengan nilai manfaat, sebaiknya saya kira dialihkan ke hal-hal positif," tegas dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan para pemain harus mendapat pendampingan dari pihak pengelola Koin Jagat saat bermain aplikasi tersebut.

Kerusakan fasilitas umum tidak baik dilakukan para pemain atau penggunanya, meski tujuannya ke arah mencari uang tunai melalui usaha berburu harta karun sebagai tantangan dari permainan tersebut.

"Harus didampingi oleh organisasi terkait supaya kreatifitas itu diarahkan ke hal yang membangun positif," jelasnya.

"Daripada Koin Jagat mending kita bikin program koin ketahanan pangan sejagat," kelakar UAH menutupkan.

Sebelumnya, Founder Jagat atau Koin Jagat Barry Beagen menemui Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo, atas respon tindakan banyaknya kasus kerusakan fasilitas umum akibat berburu harta karun belum lama ini.

Pertemuan Barry Beagen menghasilkan kesepakatan sebagai tindakan dari pemerintah, pihak pengelola Jagat, serta masyarakat agar tidak kembali adanya kasus kerusakan fasilitas umum.

Konsep baru bertajuk "Misi Jagat" munculkan kontribusi agar peduli terhadap lingkungan sekitar saat mencari keuntungan hadiah bisa mencapai puluhan juta rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Misi Jagat adalah sebuah inisiatif dari Jagat untuk mengajak pengguna, khususnya anak muda, lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar," tandas Barry Beagen.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Rp700 Juta Raib untuk Modal Pilkada, Wanita Ini Menangis Minta Vicky Prasetyo Kembalikan Uangnya

Rp700 Juta Raib untuk Modal Pilkada, Wanita Ini Menangis Minta Vicky Prasetyo Kembalikan Uangnya

Seorang wanita bernama Nunun Lusida menangis menagih Vicky Prasetyo untuk mengembalikan uang Rp700 juta yang disebut dipinjam untuk modal Pilkada 2024.
KKB Anak Buah Elkius Kobak yang Bakar Kelas SMAN 2 Dekai Ditangkap 

KKB Anak Buah Elkius Kobak yang Bakar Kelas SMAN 2 Dekai Ditangkap 

Empat anggota KKB anak buah Elkius Kobak ditangkap Satgas Damai Cartenz di Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan. Dua di antaranya pelaku pembakaran SMAN 2 Dekai.
Ramalan Cinta Zodiak 18 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces

Ramalan Cinta Zodiak 18 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces

Ramalan Cinta Zodiak 18 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, hingga Pisces. Tanggal 18 Februari 2026 menghadirkan dinamika cinta yang cukup menantang -
Resmi Jadi Pelatih Maverick Vinales, Legenda MotoGP Ini Bertekad Bangkitkan Insting Rider Andalan KTM Tech3 Musim Ini

Resmi Jadi Pelatih Maverick Vinales, Legenda MotoGP Ini Bertekad Bangkitkan Insting Rider Andalan KTM Tech3 Musim Ini

Rider asal Spanyol yang dujuluki Top Gun yakni Maverick Vinales, kini akan memasuki babak baru pada gelaran MotoGP 2026 yang akan mulai dalam waktu dekat ini. 
Sepak Bola Indonesia Dapat Pujian, Eks Kasta Teratas Belanda Curhat usai Debut Bersama PSIM di Super League: Liganya Sedang Berkembang

Sepak Bola Indonesia Dapat Pujian, Eks Kasta Teratas Belanda Curhat usai Debut Bersama PSIM di Super League: Liganya Sedang Berkembang

Pemain asing anyar PSIM, Jop van der Avert, mengaku puas dengan debutnya bersama Laskar Mataram. Ia tampil penuh saat PSIM bermain imbang 2-2 melawan Persik.
Daftar 3 Pemain Keturunan Top yang Tak Perlu Dinaturalisasi untuk Bergabung dengan Timnas Indonesia di FIFA Series, John Herdman Tertarik?

Daftar 3 Pemain Keturunan Top yang Tak Perlu Dinaturalisasi untuk Bergabung dengan Timnas Indonesia di FIFA Series, John Herdman Tertarik?

John Herdman bisa langsung memanggil tiga pemain keturunan tanpa naturalisasi untuk FIFA Series 2026. Elkan Baggott, Ezra Walian, dan Cyrus Margono siap perkuat Timnas Indonesia?

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Mengenal Neraysho Kasanwirjo, Bek Belanda Bernama Jawa yang Disebut Calon Diaspora Timnas Indonesia

Siapa Neraysho Kasanwirjo? Bek Belanda bernama Jawa ini kerap disebut calon diaspora Timnas Indonesia. Seperti apa garis keturunan sang pemain serbabisa itu?
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT