News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Alissa Wahid Menyesalkan Adanya Pergub ASN Poligami: Cita-cita Adil, Makmur Sentosa Bisa Terancam

Ketua PBNU Bidang Kesra Alissa Alissa Wahid menyesalkan adanya Pergub poligami ASN. Menurutnya, negara seharusnya fokus dalam memikirkan kemaslahatan bangsa. 
Jumat, 24 Januari 2025 - 12:28 WIB
Ketua PBNU Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Alissa Wahid Ketika Berikan Keterangan Kepada Awak Media di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (24/1/2025)
Sumber :
  • tim tvOnnews/Putri Rani

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau yang akrab disapa Alissa Wahid menyesalkan adanya Peraturan Gubernur (Pergub) poligami Aparat Sipil Negara (ASN).

“Kami juga sangat menyesalkan (adanya Pergub ASN Poligami), saya secara pribadi,” ujar Alissa ketika ditemui wartawan di Kantor PBNU, Jakarta pada Jumat (24/1/2025).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Putri sulung dari Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid itu menilai, meski diperbolehkan dalam ajaran Islam namun semua jelas tertuang dalam Undang-undang Perkawinan.

“Walaupun dibolehkan dalam agama Islam tapi kan dalam uu perkawinan agama islam jelas,” ujar kakak Yenny Wahid itu.

Alissa khawatir Pergub soal ASN poligami ini malah akan membuat tujuan negara dalam memakmurkan dan membuat adil serta sentosa rakyatnya malah sulit terwujud.

“Jika ada kebijakan seperti ini kesannya normalisasi ini khawatir malah tidak terwujud,” menurut Alissa.

“Ini jadi pertanyaan saya mengapa ini negara jadi begini ya? Ini negara melihat dari boleh atau tidak, bukan kemaslahatan,” lanjut Alissa.

Padahal menurut Alissa, negara seharusnya fokus dalam memikirkan kemaslahatan bangsa. 

“Dalam bahasa uud makmur adil sentosa,” tandasnya.

Namun dengan adanya Pergub ASN poligami ini menurut Alissa malah menormalisasi dan mengancam cita-cita bangsa.

“Dengan menormalisasi poligami menurut saya cita-cita adil makmur sentosa bisa terancam,” ungkap Alissa Wahid.

Alissa kemudian mengingatkan bahwa dalam Islam ada tiga tingkat keputusan.

“Satu boleh atau tidak, kedua baik atau tidak dan ketiga pantas atau tidak,” jelasnya.

“Jadi haram atau tidak halal, baik atau tidak toyib atau tidak, ketiga makruf apa tidak layak apa tidak,” tambahnya.

Alissa lalu mencontohkan sistem perbudakan dimana itu diperbolehkan dalam Islam namun kini sudah tidak dipraktekkan.

“Perbudakan tidak layak apa boleh dalam Islam? boleh tapi sudah tidak ada prakteknya karena dianggap tidak layak,” ujar Alissa.

“Nah poligami dimana, boleh memang tapi demi kemashlatan bagaimana?” lanjut Alissa Wahid.

Padahal menurut Alissa, yang saat ini merupakan Ketua Kongres Keluarga Maslahat NU cara melindungi keluarga ASN bukanlah dengan Pergub poligami.

“Melindungi keluarga ASN dengan mendidik para asn untuk tidak poligami,” saran Alissa Wahid.

“Wanita jadi korban, warga kelas 2 yang terkena dampak,” tutup Alissa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai informasi, masyarakat dihebohkan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 2 Tahun 2025 yang mengatur izin perkawinan dan perceraian bagi ASN dimana dalam Pergub yang ditandatangani oleh Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Teguh Setyabudi pada Senin, 6 Januari 2025 itu, tercantum ketentuan bahwa ASN pria dapat beristri lebih dari satu atau poligami, dengan syarat tertentu dan izin dari pejabat berwenang.

Polemik Pergub ASN Poligami itu hingga kini terus menjadi polemik dan disoroti oleh banyak pihak. (put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT