News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kisah Gus Dur, Prediksi Kans Timnas Indonesia Unjuk Gigi di Piala Dunia hingga Didukung Jadi Komentator Sepak Bola

Kisah KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga memahami sepak bola. Ia prediksi kiprah Timnas Indonesia berlaga di Piala Dunia dan ditawari jadi komentator.
Selasa, 18 Februari 2025 - 17:24 WIB
Gus Dur prediksi kiprah Timnas Indonesia di Piala Dunia bahkan ditawari sebagai komentator sepak bola di televisi
Sumber :
  • Kolase PSSI & Istimewa

tvOnenews.com - Siapa yang tidak mengenali Gus Dur? Presiden ke-4 RI itu pernah memprediksikan kiprah Timnas Indonesia di Piala Dunia, bahkan sempat dijagokan sebagai komentator sepak bola.

KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tidak hanya berkutat di kancah politik, agama belaka. Ia juga sempat berbagi opini soal kans Timnas Indonesia di Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Gus Dur memang mampu menjadi inspirasi dari semua kalangan, terkhusus di umat Muslim karena menumbuhkan sikap plural.

Gus Dur selalu mengedepankan betapa berartinya persatuan. Tak heran, ia menyandang status sebagai Bapak Pluralisme di Indonesia.

Kiprahnya di politik juga tidak begitu mendapatkan perspektif buruk, apalagi saat menyibukkan diri di organisasi masyarakat (ormas) berbasis agama.

Prediksi Timnas Indonesia Berlaga di Piala Dunia

Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Sumber :
  • Istimewa

 

Gus Dur tampaknya menjadi penikmat sepak bola. Saat itu ia mendapat pertanyaan dari wartawan soal Timnas Indonesia dan Piala Dunia.

Wartawan mempertanyakan kepada Gus Dur soal kapan Timnas Indonesia bisa berkiprah di Piala Dunia. Kebetulan pertanyaan itu berlangsung sejak 2006 silam.

"Gus, yang masuk final kira-kira siapa ya?," tanya wartawan kepada Gus Dur dikutip, Selasa (18/2/2025).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengikuti kekuatan tim-tim andalan yang menjadi langganan dan bisa merebut gelar juara Piala Dunia 2006.

"Ya, pokoknya kalau enggak Argentina, Jerman, Brasil, ya Prancis," respons Gus Dur.

Tiba-tiba, wartawan menyeletuk sebuah pertanyaan seputar Timnas Indonesia kapan dianggap layak bisa berkiprah di Piala Dunia.

Timnas Indonesia tengah berjuang masuk Piala Dunia 2026. Perjalanan Garuda ini mengingatkan prediksi Gus Dur bahwa mereka layak di ajang bergengsi internasional sekitar butuh 20 tahun lagi.

"Masih lama," senyum Gus Dur saat merespons pertanyaan wartawan itu.

Gus Dur menyampaikan alasannya mengapa tim nasional Indonesia harus membutuhkan waktu yang begitu lama untuk bisa unjuk gigi di Piala Dunia.

"Bukan masalah apa-apa, disiplin kita enggak punya (saat ini)," tuturnya.

"Ya gimana lagi, lah PSSI-nya kayak gitu. Bagaimana persepak bolaan kita mau maju. Gitu aja kok repot," tambahnya.

Gus Dur Komentari Kualitas Piala Dunia

Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur
Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur
Sumber :
  • laman OPOP Pemprov Jatim

 

Gus Dur pernah mengkritik kualitas penyelenggaraan Piala Dunia musim 1990. Komentarnya ini tertuang dalam artikel yang ditulis di Harian Kompas.

Ia menulis sekaligus menganalisis perhelatan Piala Dunia melalui artikel bertajuk "Piala Dunia, Eskapisme Berskala Raksasa" yang diunggah pada 11 Juli 1990.

Bagi Gus Dur, kualitas Piala Dunia 1990 tidak berdampak positif dan penyelenggaraannya dianggap sangat buruk, salah satunya dari kinerja wasit dan kualitas pemain.

Ia mengambil contoh permainan Italia yang selalu didambakan menjadi juara Piala Dunia. Pada musim tersebut hanya mencatatkan 2,21 gol di dalam pertandingan.

"Secara keseluruhan, Piala Dunia 1990 menunjukkan kualitas lebih rendah bila dibandingkan dengan dua Piala Dunia sebelumnya," kata Gus Dur dalam tulisannya di Harian Kompas.

Didukung Menjadi Komentator Sepak Bola

tvonenews

Sebenarnya Gus Dur menyoroti olahraga sepak bola juga telah dikenal banyak orang, selain sibuk di urusan agama dan politik.

Dilansir tvOnenews.com dari Tebuirengonline, Selasa, Gus Dur di semasa kecilnya menjadi gemar membaca, meskipun juga sanga menyukai bermain sepak bola, musik, menonton film, dan bergulat di dunia catur.

Namun demikian, Gus Dur pernah mendapat tawaran sebagai komentator pertandingan sepak bola, bahkan bisa berkomentar melalui stasiun televisi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pantas saja Gus Dur pernah ditawari sebagai komentator sepak bola. Ia selalu menganalisis beragam pertandingan di dunia olahraga ini, seperti prediksi kans Timnas Indonesia di Piala Dunia yang dinilai hampir tepat.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Konflik Panjang di Tubuh PBNU, Warga Nahdliyin Ingatkan Harmonisasi

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur menyorot soal harmonisasi PBNU jelang pelaksanaan Muktamar ke-35.
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Misteri Kematian Wanita Jombang di Surabaya, Korban Alami 7 Luka Tusuk, Ditemukan Hampir Tanpa Busana

Kematian SN (51), perempuan asal Jombang yang ditemukan tewas di rumah kontrakan Putat Jaya, Surabaya, diduga kuat merupakan pembunuhan. Polisi menemukan tujuh luka tusuk
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor

Trending

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Lensa Berbicara: Ribuan Warga Padati Malam Puncak HUT Ke-499 Jakarta di Bundaran HI

Ribuan warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Sabtu (27/6/2026), untuk menyaksikan malam puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta.
Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Rekam Jejak Mengerikan Pelaku Kasus Jenar, Residivis Pembunuhan Dua Kali dan Kini Korbannya Bocah 11 Tahun

Kasus Jenar di Sragen akhirnya terungkap. Suparman alias Blendus, residivis dua kali kasus pembunuhan, tega menghabisi nyawa Bilqis Rajiansyah Lestari demi mencuri sepeda motor
Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Pasukan Israel Ditarik, Kesepakatan Lebanon-Israel Dimulai

Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat mengatakan bahwa pelaksanaan kesepakatan kerangka kerja dengan Israel akan dimulai dengan penarikan pasukan Israel dari dua wilayah percontohan di Lebanon selatan.
Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Pramono Anung: Pemindahan Kabel Udara ke Tanah Segera Dieksekusi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera lanjutkan
Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading Hadirkan MitraClip, Terobosan Atasi Katup Jantung Bocor Tanpa Operasi

Primaya Hospital Kelapa Gading menghadirkan MitraClip, teknologi minimal invasif untuk mengatasi katup jantung bocor tanpa operasi jantung terbuka. Simak selengkapnya.
Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Fakta Mengerikan Kasus Jenar! Bocah 11 Tahun Dibunuh Brutal Demi Motor, Pelaku Sempat Bersihkan Jejak Sebelum Kabur

Kasus pembunuhan sadis bocah 11 tahun di Jenar, Sragen, akhirnya terungkap. Pelaku yang merupakan residivis dua kali membunuh korban demi menguasai sepeda motor
PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

PSI Bantah Tudingan Jokowi Turun ke Daerah untuk Amankan Gibran: Jangan Dipersempit!

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ahmad Ali membantah tudingan Jokowi turun ke daerah untuk amankan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Bahkan kata dia
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT