GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Memangnya Boleh Makan dan Minum Setelah Imsak? Gus Baha Mewanti-wanti Hukumnya kalau di Wilayah Indonesia

Gus Baha mengungkapkan soal hukum makan dan minum walaupun waktu imsak telah tiba sebagai persiapan puasa Ramadhan akibat keasikan sahur dari sepertiga malam.
Rabu, 19 Februari 2025 - 19:38 WIB
Gus Baha uraikan hukum makan dan minum setelah waktu imsak tiba sebelum puasa Ramadhan
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Cak Kliwon

tvOnenews.com - Imsak menandakan waktu umat Muslim setidaknya menahan diri untuk makan dan minum.

Setiap ingin puasa, umat Muslim melaksanakan sahur. Artinya, mereka makan dan minum sebelum waktu imsak tiba.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nahasnya, tidak sedikit dari mereka terlalu asik makan dan minum saat sahur, tetapi tak sadar telah memasuki waktu imsak.

Selain keasikan sahur, kebanyakan orang mukmin makan dan minum setelah imsak akibat bangun tidur kesiangan.

Lantas, apa hukum makan dan minum setelah imsak hendak melaksanakan puasa? Gus Baha membandingkan hukumnya dari waktu puasa di wilayah Indonesia.

Ilustrasi dua wanita Muslimah makan dan minum setelah imsak sebelum puasa
Ilustrasi dua wanita Muslimah makan dan minum setelah imsak sebelum puasa
Sumber :
  • iStockPhoto

 

Dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Sekolah Akhirat, Rabu (19/2/2025), Gus Baha mengupas tuntas hukum puasa dan imsak.

Imsak menjadi tantangan terberat bagi umat Muslim selama mengarungi bulan suci Ramadhan.

Pasalnya, imsak berfungsi sebagai waktu umat Muslim ancang-ancang melaksanakan puasa. Maksudnya, tanda mereka menahan makan dan minum setelah menjalani sahur.

Merujuk dari sejumlah kasus, umat Muslim selalu terlena menikmati hidangan makanan dan minuman, namun mereka tanpa memperdulikan waktu imsak.

Gus Baha mengatakan tidak sedikit dari mereka tak mengetahui apa arti imsak. Sebab, hanya memahami waktu Subuh adalah tanda berhentinya sahur dan tidak lagi dianjurkan untuk makan dan minum.

Secara gamblang menjelaskan dengan kelakarnya, Gus Baha mengambil jalan tengahnya dengan memaparkan kapan waktu imsak sebenarnya.

Ia membandingkan antara waktu imsak dan Subuh di wilayah Indonesia, berdasarkan jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Pendakwah bernama KH Ahmad Bahauddin Nursalim itu menegaskan waktu antara imsak dan Subuh memiliki nama tersendiri, yakni imtiyad.

Di waktu inilah, kata Gus Baha, sering menjadi permasalahan yang mempengaruhi ibadah puasanya.

"Ini seperti santri imsak. Imsak kurang empat menit masih menikmati rok*k, kurang satu menit masih boleh. Setelah diumumkan, oh itu ada waktu imtiyad antara waktu imsak dan Subuh," terangnya.

"Aku zaman ngaji falaq imtiyad itu berapa menit, lima menit, berarti masih. Aduh! Membunuh orang," sambung dia.

Pendakwah kondang asal Rembang ini menjelaskan banyak orang yang keliru terhadap waktu imtiyad, sebab mereka tidak mendalami keilmuannya tentang hal tersebut.

Menurut Gus Baha, orang yang tidak membekali ilmu seputar imsak dan puasa Ramadhan, rentan menimbulkan keraguan dalam dirinya selama berpuasa.

"Repot menghadapi santri semacam itu, dimarahi, anak pintar, sebab punya logika. Tapi dibiarkan berlebihan. Kalau yang khusyuk sudah jelas, jam tiga (dini hari) sikatan, Tahajud. Sudah pasti benar kalau ibadah," paparnya.

"Namun biasanya tidak terlalu mengetahui hukum. Kalau imtiyad itu boleh," tambahnya melanjutkan.

Murid kesayangannya Mbah Moen itu membicarakan hakikat yang terkandung dalam waktu imsak.

Secara umum, waktu Subuh tiba menandakan bahwa waktu sahur telah berakhir, sekaligus tidak boleh memasukkan apa pun lagi ke dalam mulut, termasuk makanan dan minuman.

Lantas, mengapa Indonesia selalu menyertakan dan membuat waktu imsak untuk yang berpuasa?

"Semisal imsak jam empat. Bunyi alarm jam empat itu, lantas hakikatnya imsak jam berapa? Jam empat lebih empat menit. Jam 4 lebih 4 menit masuk Subuh, sudah masuk sebenarnya, diimtiyadkan," tuturnya.

Gus Baha mengakhiri biasanya setelah waktu imsak tiba, diberikan beberapa menit untuk persiapan puasa. Artinya, memberikan alarm bahwa muadzin segera mengumandangkan adzan Subuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Contohnya imsak itu jam 4, hakikatnya (di Indonesia), yang benar-benar imsak kan, jam 4 lebih 4 menit. Nah, mestinya kalau imsak habis, otomatis Subuh. Berarti hakikatnya jam 4 lebih 4 sudah Subuh," tandasnya.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Polemik jawaban siswi SMAN 1 Pontianak dianulir dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MPR RI beri klarifikasi
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Timnas Indonesia U-17 menjadi pesakitan di Grup B Piala Asia U-17 setelah kalah dari Jepang di laga terakhir babak penyisihan Grup. 
Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Timnas Indonesia U-17 gagal ke perempat final Piala Asia U-17 setelah dikalahkan oleh Jepang di laga terakhir Grup B pada Selasa (12/5/2026) malam WIB. 
Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.

Trending

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Siswi SMAN 1 Pontianak yang Berani Koreksi Juri LCC Ditawari Beasiswa ke Tiongkok hingga Pekerjaan Setelah Lulus

Josepha Alexandra, siswi kelas 11 SMAN 1 Pontianak yang berani sanggah kekeliruan juri LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar ditawari beasiswa kuliah S1 ke Tiongkok.
Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ini Permintaan Hector Souto pada AFI Usai Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Peringkat ke-14 Ranking FIFA

Ketua Umum Asosiasi Futsal Indonesia, Michael Sianipar, mengungkapkan bahwa pelatih sekaligus direktur teknik Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah memberikan sejumlah masukan penting untuk pengembangan futsal nasional ke depan.
Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Klasemen Akhir Grup B Piala Asia U-17: Jepang dan China Lolos Perempat Final, Timnas Indonesia Tersingkir Akibat Selisih Gol

Timnas Indonesia U-17 menjadi pesakitan di Grup B Piala Asia U-17 setelah kalah dari Jepang di laga terakhir babak penyisihan Grup. 
Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Kurniawan Dwi Yulianto Pusing, Jalan Timnas Indonesia di Piala Asia U-17 Terhenti Usai Jepang Sapu Bersih Grup B

Timnas Indonesia U-17 gagal ke perempat final Piala Asia U-17 setelah dikalahkan oleh Jepang di laga terakhir Grup B pada Selasa (12/5/2026) malam WIB. 
DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

DPR Ingatkan Penghapusan Guru Honorer Tak Boleh Berujung PHK Massal

Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera mengingatkan kebijakan penghapusan tenaga honorer tidak boleh berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, terutama terhadap guru honorer yang masih aktif mengajar.
Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

Raperda Banjir Surabaya Masuk Finalisasi, DPRD Komisi C Soroti Pola Penanganan Sporadis

DPRD Kota Surabaya melalui Komisi C tengah memfinalisasi pembahasan Raperda Pengendalian dan Penanggulangan Banjir yang diarahkan untuk mengubah pola penanganan banjir dari sporadis menjadi sistematis dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Buntut Polemik Anulir Jawaban Siswa, MPR Nonaktifkan Juri dan MC dari Lomba Cerdas Cermat, Begini Alasannya

Polemik jawaban siswi SMAN 1 Pontianak dianulir dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR RI berbuntut panjang. MPR RI beri klarifikasi
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT