News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tahlilan Menjadi Tradisi di Indonesia tapi Sahabat Nabi SAW Tak Pernah, Kenapa? Gus Baha Peringatkan Jangan Keliru

KH Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha mengatakan ada kekeliruan jika membandingkan kondisi tahlilan di zaman sahabat Nabi SAW dengan tradisi di Indonesia.
Kamis, 20 Februari 2025 - 19:20 WIB
Gus Baha ulas mengapa zaman sahabat Nabi SAW tidak tahlilan
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Kurnia FM

tvOnenews.com - Tahlilan bisa dibilang menjadi tradisi keagamaan dalam Islam. Kegiatan ini telah mendarah daging di Indonesia.

Tahlilan pasalnya melibatkan beberapa bacaan, seperti kalimat doa, dzikir, Ayat Suci Al Quran. Lafalnya mengarahkan kepada orang telah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Persoalan hukumnya, zaman sekarang masih memperdebatkan apakah tahlilan dibolehkan dalam agama Islam. Pada zaman Nabi, belum ada sahabat mengadakan kegiatan keagamaan ini.

Hal ini berkaitan dengan tradisi tahlilan di Indonesia sudah melekat, terkhusus bagi umat Islam di pulau Jawa.

Lantas, mengapa para sahabat Nabi SAW tidak melakukan tahlilan apabila ada orang meninggal dunia?

Ilustrasi tahlilan di kuburan
Ilustrasi tahlilan di kuburan
Sumber :
  • iStockPhoto

Ā 

Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Kalam-Kajian Islam, Kamis (20/2/2025), Gus Baha menyoroti perdebatan soal tahlilan.

Ada beberapa hal mengapa tahlilan selalu menjadi kegiatan umat Muslim jika tetangga sekitar atau keluarganya ada yang meninggal dunia.

Tahlilan secara umumnya mengutarakan sikap empati dan simpati, apalagi orang di sekitaran sedang berduka setelah ditinggal salah satu anggota keluarganya yang meninggal dunia.

Tujuan tahlilan memang memberikan hal kebaikan, namun mendapatkan pertentangan yang hingga kini diperdebatkan persoalan hukumnya.

Gus Baha memahami sebagian orang menyebutkan tahlilan dianggap sebagai kegiatan bid'ah. Aktivitas keagamaan ini walaupun disebut bertentangan telah mendarah daging di Indonesia.

Kebanyakan mengadakan tahlilan di pulau Jawa, walaupun di wilayah lainnya hanya kecipratan kebiasaan ini. Namun, tetap saja hampir semua umat Muslim di Indonesia melakukannya.

Gus Baha menyayangkan walaupun hukum tahlilan masih diperdebatkan oleh berbagai kalangan, tidak boleh membandingkan kondisi saat ini dengan di zaman para sahabat Nabi SAW.

"Maka orang-orang di luar sana mengatakan, andaikan tahlil itu baik, pasti dilakukan sahabat. Itu logika yang keliru," ujar Gus Baha.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pendakwah asal Rembang ini mencontohkan, ibaratnya jika sahabat mengadakan tahlilan, apalagi dalam kondisi Nabi Muhammad SAW setelah meninggal dunia, hanya bisa memunculkan kekeliruan.

"Sahabat tidak mungkin kan menahlilkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Mengatakan inkana muhsinan, sido kafir ngoten niku (jadi kafir begitu itu)," terang dia menggunakan khas bahasa Jawa.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Karena Lepas Kewarganegaraan Indonesia, Ini Alasan Nathan Tjoe-A-On Bisa Kembali Bermain di Liga Belanda

Bukan Karena Lepas Kewarganegaraan Indonesia, Ini Alasan Nathan Tjoe-A-On Bisa Kembali Bermain di Liga Belanda

Nathan Tjoe-A-On diizinkan untuk kembali memperkuat Willem II setelah sempat menepi selama beberapa pekan atas rekomendasi dari Asosiasi Pengusaha Klub Liga Belanda (FBO).
Klasemen Final Four Proliga 2026, Putri: Megawati Hangestri Cs Rebut Puncak Klasemen, Persaingan ke Grand Final Memanas!

Klasemen Final Four Proliga 2026, Putri: Megawati Hangestri Cs Rebut Puncak Klasemen, Persaingan ke Grand Final Memanas!

Klasemen Final Four Proliga 2026 usai laga pembuka seri kedua yang berlangsung di Kota Solo antara Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Indonesia.
Top 3: KDM Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno Hatta, Pembuat Konten Dijemput KDM, hingga Pemain Timnas Indonesia Masuk Radar Klub Raksasa

Top 3: KDM Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno Hatta, Pembuat Konten Dijemput KDM, hingga Pemain Timnas Indonesia Masuk Radar Klub Raksasa

Top 3: Dedi Mulyadi nonaktifkan kepala Samsat Soekarno Hatta, pembuat konten dijemput KDM, hingga pemain Timnas Indonesia masuk radar klub raksasa eredivisie.
Novel Bamukmin Ungkap Ada Pelapor Minta Lanjut Proses Pandji Pragiwaksono: Masalah Hukum Bisa Saja Lanjut

Novel Bamukmin Ungkap Ada Pelapor Minta Lanjut Proses Pandji Pragiwaksono: Masalah Hukum Bisa Saja Lanjut

Pelapor Pandji Pragiwaksono, Novel Bamukmin menerangkan ada pelapor yang ingin melanjutkan proses hukum soal materi Stand Up Comedy Mens Rea.
BNN Minta Vape Dilarang Total, DPR Respons Begini

BNN Minta Vape Dilarang Total, DPR Respons Begini

Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menilai pelarangan vape layak dipertimbangkan, terutama jika didukung hasil riset soal kandungan berbahaya di dalamnya.
Rekontruksi Pembunuhan Disertai Mutilasi dan Perampokan di Brebes, Pelaku Peragakan 23 Adegan

Rekontruksi Pembunuhan Disertai Mutilasi dan Perampokan di Brebes, Pelaku Peragakan 23 Adegan

Kasus pembunuhan disertai mutilasi dan perampokan yang terjadi di Desa Sukareja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada pertengahan bulan Februari 2026, lalu akhirnya memasuki tahap rekontruksi.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT