Sudah Bertahun-tahun Memberi Utang tapi Tak Kunjung Dibayar, Gus Baha Tegaskan jika Ikhlas akan Berdampak...
- Tangkapan layar YouTube LASEM TV OFFICIAL
tvOnenews.com - Hukum melunaskan utang adalah wajib. Gus Baha menuturkan dalam agama Islam menganjurkan umat Muslim wajib membayarnya.
Gus Baha mengatakan sebenarnya agama Islam memperbolehkan utang, namun siapa sangka, kalau utang tidak boleh berlarut-larut dan harus dibayar kepada pemberinya.
Namun, tidak semua orang mempunyai utang tak mampu membayar atau mengganti ke pemberinya. Gus Baha menyoroti debitur rata-rata akan menghilangkan jejaknya.
Sebagai pendakwah, Gus Baha memberikan solusi terhadap pihak kreditur atau pemberi utang, apabila mengalami kasus tersebut.
Gus Baha menyarankan utang yang tidak kunjung dibayar, sebaiknya diikhlaskan karena akan berdampak baik pada diri sendiri.
- iStockPhoto
Â
Lantas, apa saja manfaat dari mengikhlaskan utang yang tidak pernah dibayar debitur?
Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Kajian Cerdas Official, Minggu (23/2/2025), Gus Baha membicarakan dampak dari utang.
Utang memberikan manfaat untuk yang melakukannya, seperti ketika kekurangan ekonomi, mereka mendapatkan bantuan dari orang lain.
Utang berupa solusi saat digempur kesulitan hidup lantaran rezeki tidak pernah datang dan sulit dinikmati seseorang.
Nahasnya, utang bisa berbahaya jika tidak diganti, apalagi saat meminjamnya telah membentuk kesepakatan jangka waktu pembayarannya.
Label pencuri akan melekat bagi orang enggan membayar utang seperti yang dijelaskan dalam hadis riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
"Siapa saja yang berutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri." (HR. Ibnu Majah)
Teruntuk orang yang memberikan utang tidak ada masalah apa pun, bahkan bisa bermanfaat untuk diri sendiri.
Jika seseorang (pemberi) mengikhlaskan utang untuk orang lain akan meraih keutamaan besar berupa surga. Hal ini berdasarkan hadis riwayat dari sahabat Hudzaifah, Rasulullah SAW bersabda:
"Ada seorang laki-laki yang hidup di zaman sebelum kalian. Lalu datanglah seorang malaikat maut yang akan mencabut rohnya. Dikatakan kepadanya (oleh malaikat maut), 'Apakah engkau telah berbuat kebaikan?' Laki- laki itu menjawab, 'Aku tidak mengetahuinya' Malaikat maut berkata: 'Telitilah kembali apakah engkau telah berbuat kebaikan.' Dia menjawab, 'Aku tidak mengetahui sesuatu pun amalan baik yang telah aku lakukan selain bahwa dahulu aku suka berjual beli barang dengan manusia ketika di dunia dan aku selalu mencukupi kebutuhan mereka. Aku memberi keluasan dalam pembayaran utang bagi orang yang memiliki kemampuan dan aku membebaskan tanggungan orang yang kesulitan.' Maka Allah (dengan sebab itu) memasukkannya ke dalam surga." (HR. Bukhari)
Dalam hadis riwayat ini, kata Gus Baha, sebenarnya telah mewakilkan apa saja keutamaan dari keikhlasan membebaskan utang jika ada orang yang sulit membayarnya bertahun-tahun.
Gus Baha mengambil contoh keutamaan dari keikhlasan utang, apabila penerimanya dari orang saleh, semisal tokoh agama maupun kiai.
Keluasan hati ini menandakan cara mendapatkan ridho dari Allah SWT, jaminan membebaskan utang tidak dianggap sepele, yakni berupa surga.
"Nanti di hari Kiamat Allah berfirman: Wahai para ulama, ini surga-Ku, Aku berikan pada kalian. Ini ridho-Ku, Aku meridhoi kalian. Ini yang sering saya ceritakan, disuruh masuk surga," ujar Gus Baha.
Allah SWT sangat menyukai hamba-hamba-Nya yang mempunyai keikhlasan hati, walaupun sesungguhnya juga membutuhkan harta maupun benda dijadikan dalam bentuk utang kepada orang lain.
Terkadang, ada beberapa faktor mengapa pemberi utang rela memberikan harta atau benda kepada orang lain. Gus Baha mencontohkan ada yang niat bantu, ada juga disebabkan karena pekerjaan.
Namun begitu, semuanya akan berperang sama jika mengikhlaskan, maka Allah SWT memberikan ganjaran dalam bentuk surga di akhirat nanti.
"Makanya (Allah SWT memerintahkan) jangan masuk surga dulu, berilah syafaat terlebih dahulu kepada orang lain," terang dia.
Pendakwah asal Rembang ini lebih menyarankan banyak-banyak memberi utang, terkhusus berniat ingin membantu kiai dan orang saleh.
Menurut Gus Baha, kiai dan orang saleh yang menerima utang apabila tidak bisa membayarnya, maka pihak pemberi akan merasakan manfaatnya di akhirat.
Ibaratnya seperti ini, seseorang mengetahui kiai tersebut tidak akan menggantikannya, mungkin disebabkan keterbatasan ekonomi. Pihak pemberi bisa mengikhlaskan di dunia dan menagih utangnya di akhirat.
Gus Baha mengatakan hal ini berdasarkan dari cerita Nabi Muhammad SAW terkait orang saleh mempunyai utang. Seluruh amal kebaikannya di dunia akan berpindah kepada pihak pemberi utangnya.
Pihak pemberi utang langsung bertanya-tanya mengapa dirinya bisa mendapat kenikmatan surga yang begitu mewah. Allah SWT melimpahkan itu semua karena hamba-Nya telah mengikhlaskan apa pun berkaitan di dunia.
Allah SWT seraya berfirman kepada hamba-Nya (pihak pemberi) agar orang saleh yang tidak mampu membayarnya juga diajak masuk ke dalam surga.
Gus Baha menyimpulkan keluasan dan keikhlasan hati ditanamkan oleh pemberi utang apabila terdapat kasus seperti itu, maka akan memperoleh keutamaannya yaitu diceburkan ke dalam surga.
(hap)
Load more