News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Teks Khutbah Jumat Singkat 28 Maret 2025: Idul Fitri Menang dari Hawa Nafsu dan Awal Babak Perjalanan Baru

Materi teks khutbah Jumat singkat kali ini untuk pelaksanaan shalat Jumat, 28 Maret 2025 tentang esensi Hari Raya Idul Fitri bagian kemenangan dari awa nafsu.
Kamis, 27 Maret 2025 - 18:44 WIB
Ilustrasi gambaran Hari Raya Idul Fitri
Sumber :
  • iStockPhoto

tvOnenews.com - Teks khutbah Jumat berfungsi untuk mengisi rangkaian pidato bagi umat Islam di seluruh dunia setiap hari Jumat.

Teks khutbah Jumat memiliki bentuk sebagai kegiatan dakwah. Temanya berperan bagi umat Islam untuk menjalani kehidupan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam sesi ceramah, materi teks khutbah Jumat menjadi kebutuhan khatib untuk menyampaikan pesan tersirat kepada para jemaah shalat Jumat.

Khatib yang bertugas dapat menyesuaikan bagaimana bisa seluruh materi tercantum dalam secarik kertas, bisa tersampaikan dengan baik sebagai ilmu pengetahuan baru untuk jemaah yang hadir.

Teks khutbah Jumat ini bersifat singkat, hanya membutuhkan dua lembar kertas mampu menjadi pedoman bagi umat Islam khususnya kalangan laki-laki sebelum memulai shalat Jumat.

Ada pun teks khutbah Jumat singkat pada kali ini berguna sebagai bahan kebutuhan khatib pada shalat Jumat, 28 Maret 2025.

Sementara, tema dari teks khutbah ini mengambil judul tentang Hari Raya Idul Fitri menandakan sebagai bentuk hari kemenangan bagi seluruh umat Islam di dunia.

Oleh karena itu, tvOnenews.com akan membagikan teks khutbah Jumat singkat berjudul "Idul Fitri Menang dari Hawa Nafsu dan Awal Babak Perjalanan Baru".

Teks Khutbah Jumat Singkat Tema Idul Fitri Menang dari Hawa Nafsu dan Awal Babak Perjalanan Baru

Ilustrasi khatib berdoa - Teks khutbah Jumat
Ilustrasi khatib berdoa - Teks khutbah Jumat
Sumber :
  • Freepik

 

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْإِسْلَامِ، وَأَعَزَّنَا بِهِ قُوَّةً وَإِيْمَانًا، وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِنَا فَجَعَلَنَا أَحِبَّةً وَإِخْوَانًا، وَأَشْهَدُ أَن لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، أَنْزَلَ كِتَابَهُ هُدًى وَرَحْمَةً وَتِبْيَانًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، هَدَى اللهُ بِهِ مِنَ الضَّلَالَةِ، وَعَلَّمَ بِهِ مِنَ الْجَهَالَةِ، وَأَعَزَّ بِهِ بَعْدَ الذِّلَّةِ، وَكَثَّرَ بِهِ بَعْدَ القِلَّةِ، صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الَّذِينَ كَانُوا لَهُ عَلَى الْحَقِّ إِخْوَانًا وَأَعْوَانًا؛ أَمَّا بَعْدُ.

عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

Ma'asyiral muslimin rahimahumullah

Sebentar lagi kita akan memasuki Hari Raya Idul Fitri, hari yang bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk kembali kepada fitrah, kesucian, dan kebersihan jiwa. Mari kita sambut hari kemenangan ini dengan penuh ketakwaan, kebersamaan, dan semangat untuk terus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Tak lupa, marilah kita mengucapkan sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umat Islam yang tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.

Hari ini kita akan merefleksikan diri bagaimana kita bisa merayakan Idul Fitri, bukti keberhasilan kita dalam menahan hawa nafsu dan meningkatkan kualitas ketakwaan.

Oleh karena itu, khutbah Jumat pada kesempatan ini akan membahas tentang makna kemenangan sejati atas hawa nafsu dan bagaimana kita memulai perjalanan baru dalam menjalankan kehidupan setelah Ramadhan.

Kaum muslimin rahimahumullah

Idul Fitri merupakan momen dan waktu yang paling dinanti oleh seluruh umat Islam setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Namun, kemenangan yang diraih bukan sekadar terbebas dari kewajiban puasa, melainkan keberhasilan dalam mengendalikan hawa nafsu serta memperbaiki diri agar menjadi insan yang lebih bertakwa.

Sebagaimana dalam redaksi Surat Al-Baqarah Ayat 183 mengenai perintah berpuasa, Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah, 2:183)

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama dari ibadah puasa adalah mencapai ketakwaan. Oleh karena itu, kemenangan sejati adalah ketika kita berhasil menjaga ketakwaan tersebut setelah Ramadhan berlalu.

Pertama, khatib akan menjelaskan terkait mengendalikan hawa nafsu sebagai tanda makna kemenangan sejati.

Selama bulan Ramadhan, kita diajarkan untuk menahan diri dari berbagai godaan, baik itu lapar, haus, maupun hawa nafsu lainnya. 

Namun, ujian yang sesungguhnya adalah bagaimana kita tetap bisa mengendalikan hawa nafsu setelah Ramadhan, Rasulullah SAW bersabda:

"Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam perkelahian, tetapi yang mampu menahan dirinya saat marah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hawa nafsu tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan fisik, tetapi juga dengan emosi seperti amarah, iri hati, dan kecenderungan terhadap hal-hal yang dilarang Allah SWT.

Kemenangan sejati di Hari Raya Idul Fitri adalah ketika kita mampu menjaga diri dari hal-hal tersebut dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama bulan Ramadhan.

Sidang Jumat yang berbahagia

Kemudian, Hari Raya Idul Fitri merupakan awal perjalanan baru, di mana kita mendapat tuntunan agar menjaga spirit Ramadhan.

Idul Fitri bukanlah akhir dari perjalanan spiritual kita, melainkan awal dari perjalanan baru yang lebih menantang. Jika selama Ramadhan kita terbiasa dengan ibadah, maka tugas kita selanjutnya adalah mempertahankan kebiasaan tersebut.

Dalam redaksi dalil Al-Quran dari Surat Al-Ankabut Ayat 69, Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ

Artinya: "Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam (mencari keridhaan) Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Ankabut, 29:69)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa Allah akan memberikan bimbingan kepada siapa saja yang berusaha untuk tetap berada di jalan-Nya.

Oleh karena itu, setelah Idul Fitri, mari kita mempertahankan kebiasaan baik yang telah kita latih selama Ramadhan, seperti:

Menjaga shalat berjamaah di masjid, melanjutkan kebiasaan membaca Al-Quran setiap hari, memperbanyak sedekah kepada sesama, menjalankan puasa sunnah, seperti puasa enam hari di bulan Syawal.

Dengan menjaga kebiasaan-kebiasaan ini, kita akan semakin dekat dengan Allah SWT dan menjadikan Idul Fitri sebagai awal dari kehidupan yang lebih baik.

Sidang Jumat yang dibahagiakan Allah

Demikianlah khatib menyampaikan sesi khutbah pertama. Sebagai penutup, marilah kita menjadikan Idul Fitri sebagai momentum untuk terus memperbaiki diri dan menjaga semangat Ramadhan dalam kehidupan sehari-hari.

Mari kita raih kemenangan sejati dengan tetap istiqamah dalam ibadah dan menjadikan hawa nafsu sebagai sesuatu yang kita kendalikan, bukan sebaliknya.

Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita sebagai hamba yang bertakwa. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ؛

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(hap)

Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, Tafsir Ibnu Katsir, Buku "Fikih Puasa" oleh Dr. Yusuf Al-Qaradawi.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Eks Menag Yaqut Cholil Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Gugat Status Tersangka Korupsi Kuota Haji

Eks Menag Yaqut Cholil Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Gugat Status Tersangka Korupsi Kuota Haji

Gugatan itu diajukan untuk menguji keabsahan status tersangka yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pakai Promo Spesial BRI, Kini Nonton Film di XXI Jadi Bisa Lebih Hemat

Pakai Promo Spesial BRI, Kini Nonton Film di XXI Jadi Bisa Lebih Hemat

Ada promo nonton yang bisa kamu manfaatkan di bioskop XXI dengan pembayaran menggunakan BRI Debit maupun Kartu Kredit berlogo Mastercard.
Update Ranking Tinju Dunia: Shakur Stevenson Melesat, Ancam Dominasi Naoya Inoue dan Oleksandr Usyk

Update Ranking Tinju Dunia: Shakur Stevenson Melesat, Ancam Dominasi Naoya Inoue dan Oleksandr Usyk

Update ranking Pound-for-Pound (P4P) atau lintas divisi versi The Ring Magazine, di mana Shakur Stevenson kini mengancam dominasi Naoya Inoue dan Oleksandr Usyk di papan atas.
Michael Carrick Tak Sepenuhnya Kecewa Manchester United Gagal Kalahkan West Ham, Ini Alasannya

Michael Carrick Tak Sepenuhnya Kecewa Manchester United Gagal Kalahkan West Ham, Ini Alasannya

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, tidak sepenuhnya kecewa dengan hasil imbang melawan West Ham United. Duel tersebut berakhir dengan skor 1-1.
Amalan Rezeki buat Suami Dijamin Mengalir Deras, Kata Gus Baha Insyaallah Dilancarkan dengan Syarat ini

Amalan Rezeki buat Suami Dijamin Mengalir Deras, Kata Gus Baha Insyaallah Dilancarkan dengan Syarat ini

Berikut amalan rezeki buat suami, insyaallah mudah dilakukan. Simak penjelasan Gus Baha.
Siap-siap! THR PNS, TNI dan Polri Cair Jelang Lebaran 2026, Cek Tanggal hingga Besarannya per Golongan

Siap-siap! THR PNS, TNI dan Polri Cair Jelang Lebaran 2026, Cek Tanggal hingga Besarannya per Golongan

Selain ASN aktif, pensiunan PNS, TNI, dan Polri juga diperkirakan akan menerima THR dengan jumlah yang mengacu pada satu kali jumlah uang pensiun bulanan, tanpa potongan, sebagaimana kebijakan pada tahun-tahun sebelumnya. 

Trending

Kabar Bahagia untuk John Herdman, Pemain Keturunan yang Cetak Hattrick di Arsenal Ingin Bela Timnas Indonesia

Kabar Bahagia untuk John Herdman, Pemain Keturunan yang Cetak Hattrick di Arsenal Ingin Bela Timnas Indonesia

Peluang Timnas Indonesia mendapatkan tambahan amunisi muda berbakat kembali terbuka. Wonderkid Arsenal, Demiane Agustien, akhirnya masuk radar John Herdman?
Janda Memuaskan Syahwat dengan Alat, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? 

Janda Memuaskan Syahwat dengan Alat, Bagaimana Hukumnya dalam Islam? 

Seorang janda memuaskan syahwatnya menggunakan alat, apakah diperbolehkan dalam Islam? Simak penjelasan Buya Yahya berikut ini.
Meski Mohan Hazian Bikin Pernyataan, Korban Pelecehan Seksual Muak Pelaku Malah Ogah Akui Kesalahannya

Meski Mohan Hazian Bikin Pernyataan, Korban Pelecehan Seksual Muak Pelaku Malah Ogah Akui Kesalahannya

Korban pelecehan seksual, Saa dengan akun X @aarummanis merasa pelaku tidak beritikad baik. Itu terjadi pasca Mohan Hazian bikin pernyataan permintaan maafnya.
Maarten Paes Bisa Minder? Timnas Indonesia Berpeluang Tambah Opsi Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya

Maarten Paes Bisa Minder? Timnas Indonesia Berpeluang Tambah Opsi Kiper Eropa 199 Cm Berdarah Surabaya

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan satu nama baru. Kiper Eropa, Kayne van Oevelen layak masuk radar John Herdman usai tampil impresif di Eredivisie.
Rekam Jejak Mohan Hazian, Pendiri Thanksinsomnia yang Kini Terseret Dugaan Skandal Pelecehan Seksual

Rekam Jejak Mohan Hazian, Pendiri Thanksinsomnia yang Kini Terseret Dugaan Skandal Pelecehan Seksual

Dilansir dari berbagai sumber, termasuk laman resmi Thanksinsomnia dan kanal YouTube CONNX, Mohan Hazian lahir di Lampung pada 4 Februari 1990. Selain berprofes
2 Agenda Denada di Singapura, Kuasa Hukum Tegaskan Penting sebelum Pertemuan dengan Ressa

2 Agenda Denada di Singapura, Kuasa Hukum Tegaskan Penting sebelum Pertemuan dengan Ressa

​​​​​​​2 agenda Denada di Singapura ditegaskan kuasa hukum sebagai langkah penting sebelum pertemuan dengan Ressa Rizky Rossano akhirnya bisa terwujud.
Red Sparks Kembali Diterpa Kabar Buruk, Sahabat Megawati Hangestri Berpotensi Absen Panjang di Liga Voli Korea

Red Sparks Kembali Diterpa Kabar Buruk, Sahabat Megawati Hangestri Berpotensi Absen Panjang di Liga Voli Korea

Red Sparks kembali diterpa kabar buruk setelah pemain andalannya yang juga merupakan sahabat Megawati Hangestri dikabarkan berpotensi absen panjang di Liga Voli Korea.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT