Megawati Hangestri Terbuka soal Gaji yang Diterima di Red Sparks, Atlet Muslim Indonesia ini Singgung Ketimpangan: Kalau di Korea...
- KOVO
Jakarta, tvOnenews.com- Informasi pendapatan Megawati Hangestri selama berlaga di Korea Selatan kembali mencuri perhatian publik.
Bayangan penggemar soal pendapatannya di kontrak Dua Musim bersama Red Sparks pun dibongkar. Megawati Hangestri pun sedikit mengoreksi.
- KOVO
Gaji atau pendapatan atlet Muslim Indonesia ini, dianggap lebih kecil dibanding Pemain lokal Korea Selatan. Lantas berapa nominal gajinya Megatron itu?
Hal tersebut ia ungkap saat diwawancarai tvOne, memang tidak disebutkan nominal pastinya dan memang ada sedikit ketimpangan soal itu.
“Kalau di Korea, enggak (lebih tinggi), karena pemain Korea lebih besar gajinya bahkan berkali-kali lipat daripada aku,” kata Megawati Hangestri dalam wawancara khusus di program Apa Kabar Indonesia, dikutip Rabu (23/4/2025).
"Kalau di Indonesia mungkin iya (lebih besar)," tambahnya.
Ucapan tersebut, seolah memberi sinyal bahwa penghasilannya di klub lokal bisa lebih menguntungkan secara finansial.
Disamping dari persoalan gaji, sudah banyak prestasi yang ia capai. Dalam masa kontraknya 2 musim bersama Red Sparks saja sudah buat Pelatih Ko Hee-jin sedih ditinggalkan anaknya.
Pevoli Indonesia ini memiliki catatan performa sangat baik, Megatron bertengger di peringkat ketiga sebagai top skor V-League 2024/2025 dengan 614 poin.
Bahkan salah satu capain secara individu Megawati Hangestri, ia juga membawa Red Sparks catatkan rekor 13 kemenangan berturut-turut.
Media Korea Selatan Pernah Menyoroti Gaji Megawati Hangestri
- Kolase tvOnenews.com / KOVO / Petrokimia
Pembahasan Pendapatan Megawati pernah ramai karena dibahas oleh Media Korea.
Dalam info yang beredar, gaji yang diterima berbeda oleh para Atlet lokal, Megawati tidak seperti pemain asing non-Asia serta bintang-bintang lokal diungkap dalam pemberitaan media Segye.
Dalam artikel yang diunggah pada Kamis (23/1) disebut gaji pemain asing dari Amerika atau Eropa mencapai US$250 ribu atau sekitar Rp4 miliar pada tahun pertama.
Lalu melonjak menjadi US$300 ribu atau senilai Rp4,8 miliar pada tahun kedua, dan bisa menanjak lagi pada tahun berikutnya.
Load more