News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meski Main Sebentar di Liga 1, Eks Pemain Asing Persita ini Tertegun dengan Budaya dan Agama di Indonesia, Katanya...

Salah satu mantan pemain asing dari Persita Tangerang berbagi kisah kepada media asing terkesima dengan budaya dan agama di Indonesia selma berkutat di Liga 1.
Kamis, 24 April 2025 - 17:57 WIB
Yevhen Budnik saat di sesi latihan Persita Tangerang
Sumber :
  • Instagram/@evgeniybudnik90

tvOnenews.com - Salah satu mantan pemain asing dari Persita Tangerang berbagi kisah kepada media asing terkait kepiawaiannya selama berkutat di Liga 1 2020.

Mantan pemain asing milik Persita Tangerang itu adalah sosok Yevhen Budnik. Mantan penggawa Timnas Ukraina U-21 ini menceritakan tentang sepak bola di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu bagian cerita dari mantan penggawa Persita Tangerang itu mengenai seputar budaya dan agama.

Dikutip dari media asing asal Ukraina, Footboom1, Kamis (24/4/2025), Yevhen Budnik mengenang bagaimana kariernya selama di Indonesia.

Yevhen Budnik Bicara Budaya dan Agama di Indonesia selama Bela Persita Tangerang

Mantan penggawa asing Persita Tangerang, Yevhen Budnik
Mantan penggawa asing Persita Tangerang, Yevhen Budnik
Sumber :
  • Instagram/@evgeniybudnik90

 

Yevhen Budnik menjelaskan soal yang pertama terkait kondisi dirinya pertama kali datang ke Indonesia.

Menurut Budnik, perbandingan dari segi usia orang luar negeri dan di Indonesia sangat berbeda. Ia mengatakan bahwa, dirinya baru benar-benar bekerja pada usia 29 tahun.

"Di Indonesia, dunianya benar-benar berbeda," kata Yevhen Budnik.

Budnik menjelaskan kondisi selama ia menetap di Persita Tangerang mendapatkan sesuatu hal yang berbeda.

Budnik menyoroti stadion di Indonesia banyak yang baru dan besar, bahkan bisa menjadi tempat latihan seperti stadion di negara lainnya.

"Namun, di ruang ganti, tidak ada satu pun meja pijat. Pijat dilakukan di lantai, di atas matras. Anda berbaring, dan mereka memijat Anda," terangnya.

Mantan pemain Timnas Ukraina U-21 itu mulai menyinggung soal budaya dan agama di Indonesia, khususnya ada perbandingan keyakinan agama masyarakat di seluruh wilayah Indonesia dan Bali.

Bagi Budnik, hampir setiap wilayah di Indonesia mayoritas menganut agama Islam ketimbang kondisi di Bali yang identik sebagai tempat wisatawan dan banyak orang mancanegara.

"Di sana, mentalitasnya berbeda, mereka makan dengan tangan. Semuanya berbeda. Namun, itu adalah pengalaman yang sangat menarik," jelasnya.

Terkait level sepak bola di Indonesia, Yevhen Budnik mengatakan atmosfer yang didapatkan olehnya sangat luar biasa. Setiap klub langsung disaksikan sekitar 40-50 penonton.

Hal ini membuat stadion bergemuruh dan menganggap kalau sepak bola di Indonesia disebut layaknya agama, seperti negara-negara penggila bola, yakni Brasil, Argentina, Italia, dan lain-lain.

Klub langganan papan tengah di Liga 1 memiliki kualitas yang setara dengan di papan bawah liga di luar negeri dan saling berlomba memiliki pemain asing yang berkualitas.

Yevhen Budnik mengatakan bahwa, sebenarnya ia hanya ingin tinggal di Indonesia lebih lama, karena tak ada masalah untuk urusan berkomunikasi dengan pemain lokal maupun masyarakat Indonesia.

"Tetapi COVID melanda, dan klub berhenti membayar. Itu sebabnya saya harus pergi," ucapnya.

Lebih lanjut, mantan penyerang asing Persita Tangerang itu mengenang bagaimana kondisi cuaca dan budaya makanan di Indonesia.

Budnik menjelaskan bahwa, iklim di Indonesia begitu panas dan kelembapannya bisa mencapai 80 persen dan berpotensi selalu mengeluarkan keringat.

"Makanannya sebagian besar pedas. Saya terus-menerus mencoba memesan sesuatu yang lebih netral. Tetapi ada saat-saat infeksi mata, infeksi perut," paparnya.

Pemain Digenis Ypsona itu mengatakan bahwa, khas makanan di Indonesia rata-rata lebih condong yang sesuai dengan syariat agama Islam ketimbang jenis makanan lainnya.

"Semuanya berbeda di sana. Mereka tidak makan daging babi karena mereka beragama Islam. Membeli steak sangat mahal. Daging utamanya adalah ayam. Nasi dan keju juga mahal. Tidak ada produk susu yang layak atau sosis kami," paparnya.

Selain itu, Yevhen Budnik menyoroti kebiasaan sering terjadi seusai pertandingan melihat para pemain melingkar di tengah lapangan sebagai suasana yang begitu mengejutkan baginya.

"Tidak, tidak ada yang epik terjadi. Namun, ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya. Setelah pertandingan, tim berdiri membentuk lingkaran di tengah lapangan dan bertahan di posisi tersebut selama sekitar 15-20 menit," bebernya.

"Para penggemar tidak meninggalkan tribun dan stadion tetap penuh. Lagu kebangsaan dimainkan. Anda berdiri dan mendengarkan itulah bentuk penghormatan," tukasnya.

Yevhen Budnik merupakan mantan pemain asing Persita Tangerang saat berkutat di Liga 1 2020. Ia hanya baru bermain sebanyak 3 pertandingan dan belum menciptakan gol.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepiawaiannya tidak berlangsung lama karena kondisi pandemi COVID-19 dan manajemen Persita Tangerang akhirnya mendepak Yevhen Budnik.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia 2026: Ada Dua Debutan, PBSI Turunkan 17 Pebulu Tangkis Andalan

Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia 2026: Ada Dua Debutan, PBSI Turunkan 17 Pebulu Tangkis Andalan

Daftar pemain Indonesia di Kejuaraan Asia 2026, di mana PBSI akan menurunkan sebanyak 17 wakil andalannya dan dua diantaranya berstatus debutan di ajang bulu tangkis bergengsi ini.
Sinyal Bahaya! Bali United Pamer Kekuatan Usai Libas PSBS Biak 6-1

Sinyal Bahaya! Bali United Pamer Kekuatan Usai Libas PSBS Biak 6-1

Bali United tampil menggila saat menjamu PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (6/4/2026) malam WIB, Serdadu Tridatu pesta gol dengan kemenangan telak 6-1.
Peluang Emas Terbuang! Como Gagal Tembus 4 Besar Usai Ditahan Udinese

Peluang Emas Terbuang! Como Gagal Tembus 4 Besar Usai Ditahan Udinese

Como harus puas membawa pulang satu poin setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Udinese dalam lanjutan Serie A, Senin (6/4/2026).
Dominasi Tanpa Hasil, Persik Kediri Dipaksa Puas Berbagi Poin Lawan Persijap

Dominasi Tanpa Hasil, Persik Kediri Dipaksa Puas Berbagi Poin Lawan Persijap

Persik Kediri harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Persijap Jepara tanpa gol dalam lanjutan Super League 2025/2026.
Pengelolaan Aset Rampasan Dinilai Semrawut, Pakar UGM Usul Lembaga Khusus Langsung di Bawah Presiden

Pengelolaan Aset Rampasan Dinilai Semrawut, Pakar UGM Usul Lembaga Khusus Langsung di Bawah Presiden

Pengelolaan aset rampasan hasil tindak pidana dinilai masih berantakan dan belum berjalan dengan arah yang jelas. Pakar UGM beri pandangan begini.
Media Vietnam Girang Bukan Main Timnas Indonesia Terancam, hingga Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker Baru

Media Vietnam Girang Bukan Main Timnas Indonesia Terancam, hingga Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker Baru

Kabar seputar Timnas Indonesia kembali jadi perhatian dan masuk daftar terpopuler. Mulai dari sorotan media Vietnam, Bung Ropan desak PSSI, hingga Ole Romeny.

Trending

Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Dedi Mulyadi umumkan 3 program besar di Jawa Barat, dari gentengisasi, renovasi puluhan ribu rumah hingga apartemen subsidi yang menguntungkan UMKM dan MBR.
Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Pernyataan Feri Amsari yang menuding Presiden Prabowo Subianto membohongi publik soal swasembada pangan menuai kritik keras. 
Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Berbagai upaya ditempuh para orang tua siswa dan komite sekolah dalam memperjuangkan nasib pendidikan ratusan siswa SMK IDN Bogor. Apa saja ini rangkumannya..
Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Solo, Ada Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal Final Four Proliga 2026 Pekan Ini: Dimulainya Seri Solo, Ada Big Match Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska

Jadwal final four Proliga 2026 pekan ini, di mana ada sejumlah big match termasuk Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska dan LavAni vs Jakarta Bhayangkara Presisi di seri Solo.
Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN mengungkapkan alasan dibalik kekalahan telak atas Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia di final four Proliga 2026 Seri Surabaya.
Top Skor Final Four Proliga 2026 Putri: Irina Voronkova Terlalu Hebat, Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya Pemain Lokal di 10 Besar

Top Skor Final Four Proliga 2026 Putri: Irina Voronkova Terlalu Hebat, Megawati Hangestri Bukan Satu-satunya Pemain Lokal di 10 Besar

Top skor final four Proliga 2026, di mana para pemain Jakarta Pertamina Enduro mendominasi termasuk Irina Voronkova menjadi pemain tersubur dan Megawati Hangestri menyusul.
Bung Ropan Desak PSSI Segera Bertindak, Mau Tak Mau Timnas Indonesia Harus Rekrut Pemain Ini ke Skuad John Herdman

Bung Ropan Desak PSSI Segera Bertindak, Mau Tak Mau Timnas Indonesia Harus Rekrut Pemain Ini ke Skuad John Herdman

Bung Ropan mendesak agar PSSI mencari pemain baru untuk mengisi posisi ini di Timnas Indonesia. Siapa kira-kira yang harus direkrut ke Skuad John Herdman nanti?
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT