News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral! Jokowi Berdoa di Depan Peti Mati Paus Fransiskus, Ini Pandangan Islam Menurut Ketua PWNU Jatim

Momen Jokowi dan utusan Presiden Prabowo melayat Paus Fransiskus di Vatikan viral dan mengundang komentar. Lalu bagaimana sebenarnya pandangan dalam Islam?
Minggu, 27 April 2025 - 19:08 WIB
Momen Saat Jokowi dan Utusan Prabowo Hadiri Pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan
Sumber :
  • Tangkapan Layar/Instagram Jokowi

tvOnenews.com - Momen saat Jokowi dan utusan Presiden Prabowo melayat Paus Fransiskus di Vatikan viral dan mengundang banyak komentar.

Sebagaimana diketahui, Menteri HAM Natalius Pigai, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Ignasius Djonan melayat Paus Fransiskus. Dalam video yang beredar Jokowi berdoa di depan peti mati Paus Fransiskus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlihat Jokowi dan rombongan mengenakan setelan jas dan peci hitam. Jokowi kemudian menatap ke depan, berdiri di antara Thomas dan Pigai. Ignasius Jonan selaku Ketua Panitia Penyambutan Paus Fransiskus di Indonesia mengenakan kaca mata hitam. Jokowi pun disambut Uskup saat akan menuju peti mati Paus Fransiskus.

"Saya bersama Wakil Menteri Keuangan, Bapak Thomas Djiwandono, ketua panitia penyambutan saat kunjungan Paus Fransiskus di Jakarta pada September silam, Bapak Ignasius Jonan, serta Menteri Hak Asasi Manusia, Bapak Natalius Pigai, memenuhi perintah Presiden Prabowo untuk menghadiri pemakaman Yang Ter-Amat Suci Paus Fransiskus di Vatikan, memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin besar umat Katolik. Semoga beliau diberikan kedamaian abadi," katanya, Minggu (27/4/2025).

Upacara pemakaman Paus Fransiskus yang berlangsung di Kota Vatikan telah dimulai ketika peti jenazah sang Pemimpin Katolik sedunia itu dibawa ke Alun-Alun Santo Petrus pada hari Sabtu.

Menurut otoritas Kepolisian Roma, lebih dari 160 delegasi dari berbagai negara dan organisasi internasional telah tiba untuk menghadiri pemakaman. Mendiang Fransiskus akan dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Kota Roma.

Fransiskus, yang merupakan Paus Amerika Latin pertama, berpulang pada tanggal 21 April di kediamannya, Vatikan, pada usia 88 tahun. 

Momen ketika Jokowi menengadah berdoa layaknya umat Islam ini kemudian viral dan banyak dikomentari oleh Netizen.

Lalu sebenarnya bagaimana dalam pandangan Islam? Salah satu yang memberikan pandangan adalah Ketua Aswaja NU Center (Asnuter) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, KH Ma'ruf Khozin.

Dalam unggahan yang dipantau oleh tim tvOnenews.com di media sosial miliknya, ia menilai melayat ke Non Muslim berada di antara ranah sosial dan ibadah. Ia juga mengingatkan bahwa sebaiknya seluruh pihak jangan langsung memvonis haram secara keseluruhan.

“Dari gambar ini saya tidak bisa langsung memvonis haram secara keseluruhan atau boleh kesemuanya,” ungkap KH Ma’ruf Khoizin.

Hal ini menurutnya sama halnya ketika seorang dokter memutuskan jenis penyakit, maka tentu dalam kondisi itu diperlukan diagnosis.

“Kalau dihukumi langsung haram saya tidak tahu siapa yang beliau doakan, boleh jadi mendoakan agar pengganti Paus adalah sosok yang melanjutkan perdamaian, atau mendoakan hal-hal yang tidak terlarang dalam Islam,” tandasnya,

Namun ia mengingatkan bahwa apa yang sedang disorot ini tentu tidak lepas antara ranah ibadah dan sosial. Maka ia merasa perlu menjelaskan mana sisi sosial yang diperselisihkan di antara ulama dan ranah ibadah yang disepakati keharamannya. 

“Sebab saya 20 tahun lebih tinggal di kota. Saya menyaksikan sendiri bagaimana dalam satu keluarga ada yang Muslim dan Non-muslim. Di tempat kerja juga tidak ada halangan atasan dan bawahan yang tersekat karena agama,” tuturnya.

“Demikian pula bertetangga di perumahan, persahabatan dan sebagainya. Maka dalam hal sosial saya cenderung mengikuti ulama yang membolehkan,” lanjut KH Ma’ruf Khoizin.

Menurutnya, jika sekedar takziah dirinya memilih ikut pendapat ulama yang menghukumi sebagai ranah sosial. 

Ia lalu menukil salah satu penjelasan ulama Hanafiyah:

ﻗﺎﻝ ﻣﺤﻤﺪ ﺃﺧﺒﺮﻧﺎ ﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ، ﻋﻦ ﺣﻤﺎﺩ، ﻋﻦ ﺇﺑﺮاﻫﻴﻢ، ﺃﻥ اﻟﺤﺎﺭﺙ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺭﺑﻴﻌﺔ ﻣﺎﺗﺖ ﺃﻣﻪ اﻟﻨﺼﺮاﻧﻴﺔ، ﻓﺘﺒﻊ ﺟﻨﺎﺯﺗﻬﺎ ﻓﻲ ﺭﻫﻂ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﻣﺤﻤﺪ: ﻻ ﻧﺮﻯ ﺑﺎﺗﺒﺎﻋﻬﺎ ﺑﺄﺳﺎ، ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﻳﺘﻨﺤﻰ ﻧﺎﺣﻴﺔ ﻋﻦ اﻟﺠﻨﺎﺯﺓ، ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺃﺑﻲ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ

Ibu dari Haris bin Rabiah meninggal, ia wanita Nasrani. Ia mengikuti jenazah ibunya bersama rombongan para Sahabat Nabi Shalallahu alaihi wasallam. Muhammad Syaibani (murid Imam Hanafi) berkata: Kami tidak mempermasalahkan untuk ikut bersama jenazah Nasrani. Hanya saja ia berada di pinggir. Ini adalah pendapat Abu Hanifah (Al-Atsar, 179)

Sementara hal yang terlarang dalam Islam adalah yang berkaitan menyalatkan dan mendoakan ampunan bagi Non Muslim. Hal ini berdasarkan Nash Qur'an:

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِ ۖ 

"Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya." (QS. Tawbah: 84)

Maka menurutnya, selama tidak mendoakan ampunan, seperti mendoakan sabar untuk keluarga maka hal itu boleh-boleh saja.

“yang tidak ada kaitan dengan Rahmat dan akhirat maka boleh-boleh saja,” jelasnya.

“Sementara persoalan mendoakan di alam akhirat atas keyakinan mereka tentu cukup didoakan oleh tokoh agama masing-masing. Prinsip di bagian doa ampunan dan ibadah adalah "Lakum dinukum wa liya Din",” lanjutnya.

Sementara untuk non muslim yang sudah meninggal ia mengaku menyebut dengan kata "Mendiang", bukan almarhum atau almarhumah.

“Sebab memiliki arti yang mendapat Rahmat, yang menurut saya sudah ranah doa ibadah.  Untuk Rest in peace saya belum sepenuhnya mengamalkan ungkapan ini. ” tandasnya.

KH Ma’ruf Khoizin lalu menjelaskan bahwa jika ada teman non muslim yang meninggal, ia menyarankan cukup ucapkan belasungkawa.

“Ketika ada teman saya yang non muslim atau keluarganya yang meninggal saya cukup mengucapkan turut berbelasungkawa atau berduka untuk keluarga yang masih hidup,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia lalu menilai, jika Jokowi hanya berdiri tentu tidak akan disorot, namun menurutnya itulah karakter Jokowi yang selalu meninggalkan jejak yang kerap menjadikannya sorotan.

“Andaikan beliau sekedar maju berdiri di dekat peti dan tidak mengangkat tangan maka tidak akan ada perdebatan di medsos. Tapi bukan tipikal Pak Jokowi bila tidak meninggalkan jejak pro-kontra.” tutupnya. (put)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

7 Atlet Panjat Tebing Indonesia Tampil di World Climbing Series Santiago 2026, Ini Daftarnya

7 Atlet Panjat Tebing Indonesia Tampil di World Climbing Series Santiago 2026, Ini Daftarnya

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) kembali mengirimkan para atlet terbaiknya untuk mengikuti series terakhir World Climbing Series Santiago 2026.
ART Cabuli Anak Majikan di Jakarta Timur Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Alat Bukti hingga Saksi Didalami

ART Cabuli Anak Majikan di Jakarta Timur Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Alat Bukti hingga Saksi Didalami

Polda Metro Jaya mengungkapkan telah menerima adanya pelayangan laporan terhadap ART yang melakukan pencabulan terhadap anak majikan berinisial DKA (5) di wilayah Matraman, Jakarta Timur. Perkara tersebut ditangani oleh Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya.
Polda Jatim Kerahkan Pasukan BKO untuk Tangani Karhutla di 9 Wilayah

Polda Jatim Kerahkan Pasukan BKO untuk Tangani Karhutla di 9 Wilayah

Polda Jawa Timur mengerahkan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) selama tujuh hari untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Menegakkan Kedaulatan Di Era Baru: 8 Capaian Strategis Pertahanan Dua Tahun Prabowo-Gibran

Menegakkan Kedaulatan Di Era Baru: 8 Capaian Strategis Pertahanan Dua Tahun Prabowo-Gibran

Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menegaskan arah baru geopolitik Indonesia kedaulatan
Karisma Evi Tiarani Klarifikasi Klaim Rekor Dunia usai Raih Emas di Asian Para Games 2026

Karisma Evi Tiarani Klarifikasi Klaim Rekor Dunia usai Raih Emas di Asian Para Games 2026

Atlet para atletik Indonesia, Karisma Evi Tiarani, meluruskan informasi mengenai klaim rekor dunia yang ia catatkan usai meraih medali emas di nomor lari 100 meter putri T63 di Asian Para Games 2026.
Pengemudi Pajero Tabrak Anak hingga Tewas di Mampang Prapatan Jadi Tersangka

Pengemudi Pajero Tabrak Anak hingga Tewas di Mampang Prapatan Jadi Tersangka

Polisi menetapkan pengemudi mobil Pajero berinisial ADPI (26) sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan yang menewaskan anak berinisial ATR (14) di kawasan Mampang Prapatan. Atas peristiwa ini, Polda Metro Jaya menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarganya.

Trending

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Tiba-tiba Garuda Calling! Wonderkid yang Dipanggil Hong Kong untuk Ajang FIFA Muncul di TC Timnas Indonesia Buat Piala Asia U-20 2027

Sempat dipanggil ke skuad Hong Kong untuk ajang FIFA, nama pemain keturunan ini tiba-tiba muncul di pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.
Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kursi Bupati Bekasi Resmi Berganti, Kemendagri Angkat Asep Surya Atmaja Jadi Definitif

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) resmi menerbitkan keputusan pengangkatan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan 2025–2030.
Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi Resmi Luncurkan Pajero Terbaru di Thailand, Kapan Masuk Indonesia?

Mitsubishi resmi meluncurkan Pajero terbaru di Thailand dan menyiapkan ekspansi ke 100 negara. Lantas, kapan SUV legendaris ini akhirnya dijual di Indonesia?
Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Siapa Briptu Asky Rizal Toding? Ajudan Gubernur Kaltim yang Senggol Mahasiswa di Demo Karhutla

Sosok ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud yakni Briptu Asky Rizal Toding menjadi sorotan setelah aksi arogannya yang menyenggol mahasiswa dalam demo karhutla.
Jadwal KRL Hari Ini 21 Oktober 2026 Rute Nambo-Jakarta Kota

Jadwal KRL Hari Ini 21 Oktober 2026 Rute Nambo-Jakarta Kota

Simak jadwal KRL hari ini 21 Oktober 2026 rute Nambo-Jakarta Kota. Ada 16 perjalanan dari yang paling pagi pukul 04:55 WIB.
Respons Cesc Fabregas usai Diminta Gantikan Michael Carrick untuk Latih Manchester United

Respons Cesc Fabregas usai Diminta Gantikan Michael Carrick untuk Latih Manchester United

Pelatih Como, Cesc Fabregas, berbicara tentang perbandingan dirinya dengan Michael Carrick. Sang juru taktik Manchester United sedang berada dalam tekanan dahsyat jelang duel di Liga Champions.
Empat Agenda Perubahan Prabowo-Gibran Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Bangsa

Empat Agenda Perubahan Prabowo-Gibran Dinilai Jadi Kunci Kemandirian Bangsa

BEM PTNU Se-Nusantara secara terbuka memberikan apresiasi atas empat agenda perubahan yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT