Bukan Cuma Bela Ketum GRIB, Mantan Kepala BIN Hendropriyono Bilang Hercules yang Religius Jadi Korban Konspirasi
- Kolase tangkapan layar YouTube Rhenald Kasali & ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono mencuri perhatian publik setelah videonya membela Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal viral di media sosial.
Pembelaan Hendropriyono kepada Hercules di tengah Ketua Umum GRIB Jaya itu membenahi diri sebagai kepribadian yang religius disorot oleh mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo.
Dalam video yang merebak di media sosial, Hendropriyono memahami Hercules sudah teledor akibat menyinggung Purnawirawan TNI, Sutiyoso alias Bang Yos yang mendukung revisi UU Ormas.
"Kita bisa saja mengajar dia dengan keras, tapi jangan membunuh secara perdata, kalau kita terus kita ramai-ramai menghujat, semuanya langsung pro-kontra dan membully, itu sama saja membunuh secara perdata," ujar Hendropriyono dalam video viral di media sosial X dan Instagram tersebut dikutip, Senin (5/5/2025).
Sebagai mantan Kepala BIN, Hendropriyono mempertanyakan sikap Hercules. Akan tetapi, ia meminta publik juga tidak perlu mencaci akibat adanya tuduhan aksi premanisme.
- kolase tvOnenews.com
Hendropriyono menyinggung masa lalu Hercules pernah menjadi seorang portir di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) pada masa integrasi Timor Timur.
Saat itu Hercules sampai mengalami kecelakaan akibat terlibat dalam Operasi Seroja saat membantu TNI AD dalam perang melawan Fretilin pada 1975 silam.
Padahal, Hercules merupakan pria kelahiran asal Timor Timur, tetapi lebih memilih Indonesia. Bagi Hendropriyono, kecintaannya kepada NKRI sudah tidak diragukan lagi.
"Waktu Timor Timur saat ini Timor Leste merdeka, kan banyak yang nyeberang ke sana, ada yang nyeberang tetap setia kepada Indonesia, dia kan termasuk menyeberang dan ikut tetap setia kepada Republik Indonesia," jelasnya.
Hendropriyono tidak memahami Hercules sebegitu cintanya kepada NKRI sampai kecelakaan dalam proses invasi tersebut, sehingga kakinya harus buntung.
Untuk kondisi masa lalunya menjadi preman berbahaya di Tanah Abang, menurut Hendropriyono, Hercules tidak akan memilih sebagai preman jika hidupnya sejahtera.
Nahasnya, kondisi tubuhnya yang cacad, baik dari tangan buntung, hanya mengandalkan mata satu, hingga kaki buntung membuat kehidupan Hercules tidak sejahtera.
Load more