GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Walau Sudah Rajin Ibadah, Rezeki Masih Seret hingga Digempur Hidup Miskin, Penyebabnya Menurut Habib Novel Alaydrus...

Habib Novel Alaydrus menjelaskan penyebab terbesar orang yang sudah bertahun-tahun mengerjakan ibadah tetapi tak kunjung didatangkan rezeki dan hidupnya masih miskin.
Senin, 12 Mei 2025 - 23:58 WIB
Habib Novel Alaydrus
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Novel Muhammad Alaydrus

tvOnenews.com - Rezeki yang seret menjadi penyebab terbesar seseorang harus menerima nasib menjalani hidup miskin.

Kasus sederhana mengenai rezeki tak kunjung mengalir deras, biasanya mengalami kesulitan ekonomi dan tidak punya uang banyak, sehingga seseorang dilanda kemiskinan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih, banyak orang mukmin sudah rajin ibadah, sebagaimana salah satu upaya untuk menggapai aliran rezeki.

Akibat hal ini, mereka menganggap ibadah yang dikerjakan hanya sia-sia karena tak mempengaruhi keberkahan rezeki hidupnya diturunkan oleh Allah SWT.

Dalam kasus seperti ini, Habib Novel Alaydrus menjelaskan penyebab ibadah belum bisa membuat rezeki didatangkan oleh Allah SWT.

Penyebab Ibadah Gagal Datangkan Rezeki dan Masih Hidup Miskin

Ilustrasi berdoa setelah shalat Tahajud
Ilustrasi berdoa setelah shalat Tahajud
Sumber :
  • Freepik

 

Dilansir tvOnenews.com dari channel YouTube Islam Terkini, Senin (12/5/2025), Habib Novel Alaydrus menjawab pertanyaan jemaahnya tentang ibadah yang tak berfungsi ketika dilanda kemiskinan.

Mulanya, Habib Novel Alaydrus menerangkan rezeki sudah diatur, bahkan ukurannya telah tercantum dalam Lauhulmahfudz.

Terkait ukuran ini, kata Habib Novel Alaydrus, menjadikan rezeki setiap masing-masing individu atau seluruh makhluk hidup memiliki perbedaan.

"Ada orang yang dijadikan sehat, ada yang sakit, ada pula orang yang rajin ibadah tapi sakit, ada orang yang tidak pernah beribadah tapi sehat, ada orang yang taat iman kepada Allah SWT tambah miskin," kata Habib Novel Alaydrus.

Ketetapan ukuran rezeki ini telah diabadikan oleh Allah SWT melalui redaksi Surat Hud Ayat 6, Allah SWT berfirman:

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

Artinya: "Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauhulmahfuz)." (QS. Hud, 11:6).

Sebagai usahanya, mereka akhirnya berusaha mendapatkan ketetapan tersebut dan menggunakan caranya masing-masing, ada yang sampai kerja keras, ada juga mengandalkan amal ibadahnya.

Menurut Habib Novel Alaydrus, kasus seperti ini bisa diprediksi kalau ibadah tidak sebagai ukuran mutlak dalam mendapatkan rezeki dari segala arah.

"Ibadah bukan ukuran kaya atau miskin, bukan ukuran menjadikan seorang sehat atau sakit, tapi rezeki itu kalau orang kenal Allah, ngerti Allah semakin paham Allah, itu rezekinya luar biasa," jelasnya.

Habib Novel Alaydrus mencontohkan, ketika seseorang digempur mengalami masalah kesehatan, kemudian kaya hingga miskin dituntun rajin ibadah agar rezeki kembali dilimpahkan oleh Allah SWT.

Habib Novel Alaydrus berspekulasi anjuran tersebut memang baik, tetapi tidak dijadikan tolak ukur rezeki langsung datang menghampiri mereka.

Lantas, apa yang menjadi tolak ukur agar rezeki berlimpah? Keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT akan menguatkan ibadahnya mendatangkan aliran rezeki dari Allah SWT.

"Kamu rajin ibadah itu rezeki yang luar biasa. Jadi bukan salah ibadahnya, memang lagi dikasih rezeki namanya ibadah," paparnya.

Cara mustajab yang paling sederhana berbentuk bersyukur, sebagaimana menunjukkan seseorang berpasrah diri dan tetap merasakan kenikmatan dari Allah SWT.

"Yang lain saja rela menghabiskan duit puluhan juta hanya untuk beribadah di Mekah, di Madinah, ada juga yang mengeluarkan duit banyak untuk membangun mushola agar shalatnya khusyuk," bebernya.

"Ini dia bisa shalat di mana pun, bisa hadir di majelis manapun, kenceng sholawatnya, kenceng dzikirnya, terus ngomong, kenapa rezekiku seret?," lanjut dia menerangkan.

Kekeliruan dalam menafsirkan bersyukur, kata Habib Novel Alaydrus, sering terjadi dan dilakukan oleh umat Muslim, sehingga rezeki pun seret.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jawabannya, kamu gak paham kalau kamu lagi berada dalam limpahan rezeki. Maka syukuri kita bisa beribadah," tutupnya.

(akg/hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan ke Mercedes, Eks Pembalap F1 ini Sarankan Max Verstappen Gabung ke Ferrari jika Tinggalkan Red Bull

Bukan ke Mercedes, Eks Pembalap F1 ini Sarankan Max Verstappen Gabung ke Ferrari jika Tinggalkan Red Bull

Mantan pembalap F1, David Coulthard, menilai Max Verstappen akan lebih pas berlabuh ke Scuderia Ferrari ketimbang Mercedes jika berniat meninggalkan Red Bull.
Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab PJU Mabes Polri dan Kapolda, Sejumlah Jenderal Dapat Jabatan Strategis

Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab PJU Mabes Polri dan Kapolda, Sejumlah Jenderal Dapat Jabatan Strategis

Kadiv Humas Polri menyatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk mendukung pembinaan karier serta memperkuat kelembagaan.
Temui Kemensos RI, DEMA PTKIN Siap Kolaborasi dalam Bidang Pendidikan, Berfokus pada Sekolah Rakyat

Temui Kemensos RI, DEMA PTKIN Siap Kolaborasi dalam Bidang Pendidikan, Berfokus pada Sekolah Rakyat

DEMA PTKIN melaksanakan pertemuan bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia pada Senin, 19 Mei 2026, bertempat di kantor kementerian sosial di Jakarta.
Megawati Hangestri Belum Juga Berangkat ke Hyundai Hillstate, Ternyata Ini Penyebabnya

Megawati Hangestri Belum Juga Berangkat ke Hyundai Hillstate, Ternyata Ini Penyebabnya

Meski sudah resmi diperkenalkan Hyundai Hillstate, Megawati Hangestri ternyata belum juga berangkat ke Korea Selatan. Agen sang pemain akhirnya membongkar alasanya
Gojek Resmi Ubah Skema Bagi Hasil GoRide, Driver Kini Dapat 92 Persen

Gojek Resmi Ubah Skema Bagi Hasil GoRide, Driver Kini Dapat 92 Persen

Gojek resmi mengubah skema bagi hasil GoRide menjadi 92 persen untuk driver dan 8 persen untuk perusahaan mengikuti Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
Mahasiswi Teknik Unhas Ditemukan Meninggal di Area Kampus Gowa, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Korban

Mahasiswi Teknik Unhas Ditemukan Meninggal di Area Kampus Gowa, Polisi Selidiki Penyebab Kematian Korban

Kabar duka menyelimuti lingkungan Fakultas Teknik Unhas Gowa. Seorang mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur 2024 berinisial PTJ ditemukan tewas di area kampus

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT