GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rajin Shalat sampai Menangis Jadi Sia-sia, Dosanya Tidak Terampuni Kalau Masih Lakukan ini, Kata Buya Yahya 

Supaya mendapatkan pahala yang besar umat Islam diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT. Meski rajin beribadah ternyata ada golongan yang dosanya tidak akan diampuni
Sabtu, 31 Mei 2025 - 18:38 WIB
Potret Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al Bahjah TV

tvOnenews.com - Supaya mendapatkan pahala yang besar sebagai bekal di akhirat, umat Islam diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Jika melakukan maksiat saat hidup di dunia, maka mendapatkan dosa dan akan mendapat balasan berupa siksaan api neraka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dosa dan pahala akan terus berdampingan selama masih hidup di dunia, nantinya di akhirat akan dimintai pertanggungjawabannya.

Namun, perlu berhati-hati, meski rajin beribadah ternyata ada golongan ahli ibadah yang dosanya tidak akan diampuni.

Dilansir tvOnenews.com dari tayangan YouTube Al Bahjah TV, ada golongan orang yang rajin beribadah namun dosanya tidak diampuni sehingga tetap mendapat siksaan neraka.

Buya Yahya mengungkapkan orang tersebut lupa menghadirkan tafakur ketika dirinya beribadah.

Tafakur yaitu merenung dan memastikan ibadah yang dilakukan semata-mata hanya karena Allah SWT.

Orang yang tidak berkurang dosanya disebabkan karena rajin beribadah sekaligus berbuat maksiat.

“Kalau kita tidak bertafakur, bisa jadi kita tidak sadar melakukan satu ibadah dalam waktu yang bersamaan kita juga bermaksiat. Sehingga hasilnya adalah kosong,” ungkap Buya Yahya pada tayangan YouTube Al Bahjah TV. 

KH Yahya Zainul Ma arif alias Buya Yahya
KH Yahya Zainul Ma'arif alias Buya Yahya
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube Al-Bahjah TV

 

Walaupun sudah rajin beribadah, namun dosanya tidak akan lebur karena tidak pernah merenungi ibadahnya.

“Dosa iya, ibadah iya, ternyata ibadahnya tidak bisa menghapus dosanya. Sepertinya dia beribadah ternyata hasilnya masih ada dosa karena dia tidak merenungi ibadahnya,” katanya.

Buya Yahya membagikan sebuah contoh seseorang yang melaksanakan ibadah haji dan umroh berkali-kali, akan tetapi dirinya lupa untuk membagikan warisan.

Sehingga dirinya pergi ibadah haji atau umrah dengan bagian harta untuk rebutan warisan. 

Tak hanya itu, seseorang yang rajin ibadah namun amalannya tak jadi diterima karena pakaian yang dikenakannya haram, makanannya haram, dan sebagainya.

“Mau dapat pahala dari mana, surga mana yang didapat oleh orang itu,” ujarnya.

Tak hanya itu, ahli ibadah lainnya yang tetap akan merasakan siksaan neraka yaitu orang yang membiarkan ibunya menangis.

“Atau mungkin ada seorang yang tampak beribadah khusyuk dia menangis di masjid, ternyata di rumahnya ada ibunya yang menangis, dia yang bikin nangis,” terang Buya Yahya.

“Maka dia sebetulnya anak durhaka yang lagi sholat di masjid. Berarti dia ahli neraka yang lagi nongkrong di masjid, karena dia tidak merenungi (tafakur),” terusnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ada orang yang tampak beribadah, seharusnya berlenggang menuju surga tapi ternyata di akhirat ia dituntut oleh orang-orang yang menginginkan dirinya tidak masuk surga. 

“Rupanya orang-orang itu berkata, aku anaknya si Fulan itu. Dia rajin ibadah, rajin tahajud, rajin puasa, rajin umrah, rajin haji, tapi aku tidak dididik dengan benar. Sehingga aku tidak kenal engkau Ya Allah,” tandasnya. (kmr)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

Terbongkar Modus "Pesan Tengah Malam" Kiai Ashari di Ponpes Pati dan Dugaan Adanya Upaya Suap Tutup Kasus

LPSK mengambil langkah proaktif untuk melindungi puluhan santriwati yang menjadi korban dugaan pencabulan di Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo, Pati. 
Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah Lapor sejak 2024, Ayah Santriwati Korban Pencabulan di Pati Ngaku Dapat Tekanan 'Timun Kok Musuh Duren'

Sudah lapor sejak 2024, ayah santriwati korban pencabulan di Ponpes Pati mengaku dapat tekanan dan diremehkan oleh sejumlah pihak 'timun kok musuh duren'.
Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Waspada Cuaca di Tanah Suci, PPIH Minta Jamaah Haji 2026 Disiplin Kendalikan Komorbid

Pengaturan aktivitas fisik menjadi perhatian utama bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun ini. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Setelah sempat melakukan pelarian lintas provinsi, pelarian AS, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, akhirnya terhenti. 

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT