Teks Khutbah Jumat Singkat 11 Juli 2025: Saat Muharram Menjadi Momentum Riya, Ibadah Tanpa Ruh yang Tertolak
- Pixabay
tvOnenews.com - Ibadah di bulan Muharram akan sia-sia apabila masih riya menjadi tema menarik dalam pembahasan teks khutbah Jumat.
Bagi khatib yang bertugas di pelaksanaan shalat Jumat, 11 Juli 2025, tema teks khutbah Jumat singkat ini mengingatkan agar tidak riya di bulan Muharram.
Pada dasarnya, bulan Muharram menjadi momentum terbaik mempertebal ibadah. Jika tanpa sadar selalu riya, maka dosanya juga akan berlipatganda.
tvOnenews.com akan membagikan teks khutbah Jumat singkat untuk pelaksanaan shalat Jumat, 11 Juli 2025 dengan judul "Saat Muharram Menjadi Momentum Riya, Ibadah Tanpa Ruh yang Tertolak".
Teks Khutbah Jumat Tema Saat Muharram Menjadi Momentum Riya, Ibadah Tanpa Ruh yang Tertolak
- Istimewa
Ā
Ų§ŁŲŁŁ ŁŲÆŁ ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁ Ų£ŁŁŁŲ±ŁŁ ŁŁŁŲ§ ŲØŁŲ§ŁŁŲ„ŁŲ³ŁŁŁŲ§Ł ŁŲ ŁŁŲ£ŁŲ¹ŁŲ²ŁŁŁŁŲ§ ŲØŁŁŁ ŁŁŁŁŁŲ©Ł ŁŁŲ„ŁŁŁŁ ŁŲ§ŁŁŲ§Ų ŁŁŲ£ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŲØŁŁŁŲ§ ŁŁŲ¬ŁŲ¹ŁŁŁŁŁŲ§ Ų£ŁŲŁŲØŁŁŲ©Ł ŁŁŲ„ŁŲ®ŁŁŁŲ§ŁŁŲ§Ų ŁŁŲ£ŁŲ“ŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŁ ŁŁŁŲ§ Ų„ŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁ ŁŁŲŁŲÆŁŁŁ ŁŁŲ§ Ų“ŁŲ±ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲ Ų£ŁŁŁŲ²ŁŁŁ ŁŁŲŖŁŲ§ŲØŁŁŁ ŁŁŲÆŁŁ ŁŁŲ±ŁŲŁŁ ŁŲ©Ł ŁŁŲŖŁŲØŁŁŁŲ§ŁŁŲ§Ų ŁŁŲ£ŁŲ“ŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŁŁŁ Ł ŁŲŁŁ ŁŁŲÆŁŲ§ Ų¹ŁŲØŁŲÆŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁŲ ŁŁŲÆŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŲØŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ¶ŁŁŁŁŲ§ŁŁŲ©ŁŲ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁŁ Ł ŲØŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŁŲ¬ŁŁŁŲ§ŁŁŲ©ŁŲ ŁŁŲ£ŁŲ¹ŁŲ²ŁŁ ŲØŁŁŁ ŲØŁŲ¹ŁŲÆŁ Ų§ŁŲ°ŁŁŁŁŁŲ©ŁŲ ŁŁŁŁŲ«ŁŁŲ±Ł ŲØŁŁŁ ŲØŁŲ¹ŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁŲ©ŁŲ ŲµŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ³ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŲ¹ŁŁŁŁ Ų¢ŁŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŲµŁŲŁŲ§ŲØŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁ Ų¹ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŲŁŁŁŁ Ų„ŁŲ®ŁŁŁŲ§ŁŁŲ§ ŁŁŲ£ŁŲ¹ŁŁŁŲ§ŁŁŲ§Ų Ų£ŁŁ ŁŁŲ§ ŲØŁŲ¹ŁŲÆŁ.
Ų¹ŁŲØŁŲ§ŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁŲ Ų£ŁŁŁŲµŁŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁŲ³ŁŁŁ ŲØŁŲŖŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ Ų¹ŁŲ²ŁŁ ŁŁŲ¬ŁŁŁŁ ŲŁŁŁŲ«Ł ŁŁŲ§ŁŁ ŲŖŁŲØŁŲ§Ų±ŁŁŁ ŁŁŲŖŁŲ¹ŁŲ§ŁŁŁŲ Ų£ŁŲ¹ŁŁŁŲ°Ł ŲØŁŲ§ŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŲ·ŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŁŲ¬ŁŁŁŁ Ł: ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁŁ Ų¢Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁ ŲŁŁŁŁ ŲŖŁŁŁŲ§ŲŖŁŁŁ ŁŁŁŲ§Ł ŲŖŁŁ ŁŁŁŲŖŁŁŁŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ ŁŁŲ£ŁŁŁŲŖŁŁ Ł Ł ŁŁŲ³ŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁ.
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŲ§Ų³Ł Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų±ŁŲØŁŁŁŁŁ Ł Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁ Ų®ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁŲ³Ł ŁŁŲ§ŲŁŲÆŁŲ©Ł ŁŁŲ®ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŲ§ Ų²ŁŁŁŲ¬ŁŁŁŲ§ ŁŁŲØŁŲ«ŁŁ Ł ŁŁŁŁŁŁ ŁŲ§ Ų±ŁŲ¬ŁŲ§ŁŁŲ§ ŁŁŲ«ŁŁŲ±ŁŲ§ ŁŁŁŁŲ³ŁŲ§Ų”Ł ŁŁŲ§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁ ŲŖŁŲ³ŁŲ§Ų”ŁŁŁŁŁŁ ŲØŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁŲ£ŁŲ±ŁŲŁŲ§Ł Ł Ų„ŁŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ§ŁŁ Ų¹ŁŁŁŁŁŁŁŁ Ł Ų±ŁŁŁŁŲØŁŲ§.
ŁŁŲ§ Ų£ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŲ°ŁŁŁŁ Ų¢Ł ŁŁŁŁŲ§ Ų§ŲŖŁŁŁŁŁŲ§ Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŁŁŁŁŲ§ ŁŁŁŁŁŁŲ§ Ų³ŁŲÆŁŁŲÆŁŲ§ ŁŁŲµŁŁŁŲŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų£ŁŲ¹ŁŁ ŁŲ§ŁŁŁŁŁ Ł ŁŁŁŁŲŗŁŁŁŲ±Ł ŁŁŁŁŁ Ł Ų°ŁŁŁŁŲØŁŁŁŁ Ł ŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŲ·ŁŲ¹Ł Ų§ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁŲÆŁ ŁŁŲ§Ų²Ł ŁŁŁŁŲ²ŁŲ§ Ų¹ŁŲøŁŁŁ ŁŲ§.
Hadirin Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah SWT,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Taāala. Bersyukurlah atas segala nikmat yang tak terhitung dari-Nya.
Tak lupa, khatib senantiasa mengajak kita semua bersholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu āalaihi wasallam, suri teladan dalam seluruh aspek kehidupan.
Jemaah shalat Jumat yang dikaruniai Allah SWT,
Seperti kita ketahui bersama, kini kita masuk di tengah-tengah bulan Muharram, salah satu dari asyhurul hurum, bulan suci yang diagungkan oleh Allah.
Bulan Muharram menandakan memasuki Tahun Baru Hijriah hingga menjadi bagian di antara empat bulan haram, bulan yang suci bagi Allah SWT.
Keistimewaan bulan Muharram dan hurum lainnya telah diabadikan dalam Surat At-Taubah ayat 36, Allah SWT berfirman:
Ų§ŁŁŁŁ Ų¹ŁŲÆŁŁŲ©Ł Ų§ŁŲ“ŁŁŁŁŁŁŲ±Ł Ų¹ŁŁŁŲÆŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ Ų§Ų«ŁŁŁŲ§ Ų¹ŁŲ“ŁŲ±Ł Ų“ŁŁŁŲ±ŁŲ§ ŁŁŁŁ ŁŁŲŖŁ°ŲØŁ Ų§ŁŁŁŁ°ŁŁ ŁŁŁŁŁ Ł Ų®ŁŁŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŁ Ł°ŁŁ°ŲŖŁ ŁŁŲ§ŁŁŲ§ŁŲ±ŁŲ¶Ł Ł ŁŁŁŁŁŲ§Ł Ų§ŁŲ±ŁŲØŁŲ¹ŁŲ©Ł ŲŁŲ±ŁŁ Ł
Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah, 9:36).
Khatib akan menjelaskan sedikit bahwa, Muharram juga dianggap sebagai "Syahrullah" atau biasa disebut bulannya Allah.
Berdasarkan hadis riwayat Nabi Muhammad SAW, beliau menganjurkan kita untuk memperbanyak amal saleh di bulan ini.
Salah satu ibadah yang sudah kita laksanakan bersama, yakni puasa Asyura, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)
Namun, mari kita merenungkan diri, apakah ibadah kita tulus karena Allah atau sekadar ingin dilihat manusia?
Hadirin yang dirahmati Allah SWT,
Sebesar apa pun amal, jika niatnya bukan karena Allah SWT, maka segala usaha kita akan menjadi sia-sia.
Inilah yang disebut riya,ibadah yang berlangsung namun untuk pencitraan di hadapan manusia.
Dalam salah satu hadis riwayatnya, Rasulullah SAW bersabda:
"Yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah syirik kecil, yaitu riya." (HR. Ahmad, no. 23630)
Contoh nyata saat ini adalah memamerkan puasa, sedekah, bahkan doa di media sosial bukan untuk inspirasi, tapi untuk pengakuan. Maka hilanglah ruh dari ibadah itu.
Melalui redaksi Surat Al-Kahfi Ayat 10, Allah SWT memperingatkan, Dia berfirman:
"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh dan tidak mempersekutukan siapa pun dalam beribadah kepada-Nya." (QS. Al-Kahfi, 18:110)
Bahkan, penyakit hati seperti ujub (bangga diri), hasad (dengki), dan takabbur bisa merusak amal seperti api membakar kayu bakar.
Dalam hadis riwayat terkait Allah SWT hanya melihat kebaikan dari sisi kita, Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian." (HR. Muslim, no. 2564)
Kaum muslimin rahimahumullah,
Bulan Muharram bukan hanya waktu untuk memperbanyak amal, tapi juga untuk memperbaiki niat. Inilah momen muhasabah hati.
Ibadah bukan soal tampilan lahiriah semata, tapi soal kesucian batin dan ketulusan niat, Nabi SAW bersabda:
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya." (HR. Bukhari & Muslim)
Sidang Jumat yang berbahagia,
Demikianlah khatib menyampaikan khutbah pertama secara singkat pada hari ini. Marilah kita membersihkan hati, menjauhkan diri dari riya dan penyakit batin lainnya.
Amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas lebih berat di sisi Allah daripada amal besar yang diselimuti pamer.
Semoga Allah menerima amal kita, menjaga kita dari riya, dan menjadikan Muharram ini awal hijrah menuju hati yang lebih bersih.
ŁŁŁŁŲ§Ų Ł ŁŁŁ ŁŁŁŁŲÆŁŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŁŁŁŲ§Ł Ł ŁŲ¶ŁŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŁ ŁŁŲ¶ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŲ§Ł ŁŁŲ§ŲÆŁŁŁ ŁŁŁŁ. ŁŁŲ£ŁŲ“ŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŁŁ ŁŲ§Ł Ų„ŁŁŁŁŁ Ų„ŁŁŲ§ŁŁ Ų§ŁŁŁŁ ŁŁŲŁŲÆŁŁŁ ŁŲ§Ł Ų“ŁŲ±ŁŁŁŁŁ ŁŁŁŁ ŁŁŲ£ŁŲ“ŁŁŁŲÆŁ Ų£ŁŁŁŁ Ł ŁŲŁŁ ŁŁŲÆŁŲ§ Ų¹ŁŲØŁŲÆŁŁŁ ŁŁŲ±ŁŲ³ŁŁŁŁŁŁŁ. ŁŁŲ§ŁŲµŁŁŁŲ§ŁŲ©Ł ŁŁŲ§ŁŲ³ŁŁŁŲ§ŁŁ Ł Ų¹ŁŁŁŁ Ł ŁŲŁŁ ŁŁŲÆŁ ŁŁŲ¹ŁŁŁŁ Ų¢ŁŁŁŁ ŁŁŲµŁŲŁŲØŁŁŁ. Ų£ŁŁ ŁŁŲ§ ŲØŁŲ¹ŁŲÆŁŲ
(hap)
Sumber Referensi: Quran Kemenag RI, NU Online, dan berbagai sumber lainnya.
Load more