GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Ibu Mertua Suka Pergi ke Dukun, Apakah Anak Kandung dan Menantu Boleh Memutus Tali Silaturahmi? Buya Yahya Jelaskan Kalau Sudah Di Ingatkan Maka Hukumnya....

Bagaimana jika seorang anak atau menantu melihat orang tua, bahkan mertua, kerap mendatangi dukun atau orang pintar. Apa hukumya dalam Islam?
Rabu, 10 September 2025 - 21:50 WIB
Ilustrasi Ibu Mertua Suka Pergi ke Dukun, Apakah Anak Kandung dan Menantu Boleh Memutus Tali Silaturahmi? Buya Yahya Jelaskan Kalau Sudah Di Ingatkan Maka Hukumnya....
Sumber :
  • Istockphoto

tvOnenews.com - Dalam kehidupan sehari-hari, sering muncul dilema ketika seorang anak atau menantu melihat orang tua, bahkan mertua, kerap mendatangi dukun atau orang pintar. Sebagai keluarga, muncul pertanyaan bagaimana sikap yang tepat apakah harus menegur, diam, atau justru menjauhi mereka.

Situasi ini menjadi ujian tersendiri karena di satu sisi kita diwajibkan menjaga hubungan baik dengan orang tua, sementara di sisi lain praktik mendatangi dukun jelas dilarang dalam Islam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi seorang menantu, menghadapi mertua yang masih percaya pada dukun tentu membutuhkan kebijaksanaan ekstra. 

Tidak cukup hanya melarang, tetapi harus disertai pendekatan yang penuh rasa hormat agar tidak memicu pertengkaran. 

Sementara bagi anak kandung, kewajiban untuk menasihati orang tua tetap ada, meski harus dengan cara yang lembut sebagaimana tuntunan Islam.

Islam sendiri memberikan pedoman jelas: mendatangi dukun adalah perbuatan tercela yang termasuk dosa besar. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa mendatangi dukun atau peramal, lalu mempercayai ucapannya, maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Hadis ini menegaskan bahwa sekadar mendatangi dukun sudah salah, apalagi sampai mempercayai ramalannya.

Buya Yahya, Al Bahjah
Buya Yahya, Al Bahjah
Sumber :
  • YouTube Al Bahjah TV

 

Dalam sebuah pengajian, seorang jamaah bertanya: “Bagaimana hukumnya orang yang suka ke dukun dan memutus tali silaturahmi dengan saudara kandung?”

Buya Yahya menjawab dengan tegas:

“Dua-duanya pekerjaan jelek yang Anda tidak boleh mengikutinya. Hukumnya jelas haram, dosa besar. Gak boleh. Yang pertama bisa mengarah kepada syirik kalau mempercayai apa yang dia katakan. Pergi ke dukun saja sudah salah. Yang kedua memutus tali silaturahmi itu juga dosa besar.”

Beliau menambahkan, jika ada keluarga yang tetap keras kepala, maka boleh mengambil sikap tegas dengan hajr atau mendiamkan sementara.

“Bisa setelah Anda mengingatkan dan jika dia sudah tidak mau maka Anda bisa meng-hajr atau memutus tali silaturahmi. Istilahnya mendiamkan mereka karena kesalahannya terus berlarut. Semoga dengan mendiamkan, tidak berkomunikasi, dan memutus silaturahmi, ya dengan harapan mereka menjadi lebih baik dan sadar. Itu boleh, kalau sudah mengingatkan,” jelas Buya Yahya dilansir dari YouTube Al-Bahjah TV.

Meski demikian, beliau menekankan pentingnya komunikasi dan doa. “Tetap kita berkomunikasi dulu dengan baik, dan kalau bisa mendoakan, manatau bisa berubah dan mendapat hidayah dari Allah SWT,” tambahnya.

Panduan dari Al-Qur’an

Al-Qur’an juga mengajarkan agar seorang muslim selalu mendoakan orang tua dan keluarganya agar diberi ampunan dan petunjuk. Allah SWT berfirman:

“Tuhan kami, ampunilah aku, ibu bapakku, dan orang-orang mukmin pada hari terjadinya perhitungan.” (QS Ibrahim: 41).

Selain itu, doa agar keluarga menjadi penyejuk hati juga dianjurkan:

“Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa.” (QS Al-Furqan: 74).

Ayat-ayat ini menegaskan bahwa meski kita boleh bersikap tegas terhadap keluarga yang berbuat salah, tetap ada kewajiban untuk mendoakan mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mendatangi dukun dan memutus silaturahmi adalah perbuatan haram dan dosa besar. Sebagai menantu maupun anak, kewajiban kita adalah menasihati dengan cara yang bijak, mendoakan, dan jika perlu mengambil sikap tegas setelah ada upaya mengingatkan. 

Dengan demikian, sikap yang kita ambil tetap selaras dengan tuntunan agama: menjaga akidah, tetapi tidak meninggalkan adab dalam berkeluarga. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pelaku Pencurian Batik Rp1,3 Miliar di Inacraft JCC Terdesak Ekonomi, Polisi: Setelah Mencuri Dijual Lagi

Pelaku Pencurian Batik Rp1,3 Miliar di Inacraft JCC Terdesak Ekonomi, Polisi: Setelah Mencuri Dijual Lagi

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo mengatakan, pelaku nekat mancarkan aksinya di Inacraft JCC lantaran terdesak ekonomi.
Duduk Perkara Vicky Prasetyo Diduga Nipu Rp700 Juta, Ternyata untuk Modal Pilkada dan Ajak Suami Korban Jadi Cawabup Bandung Barat

Duduk Perkara Vicky Prasetyo Diduga Nipu Rp700 Juta, Ternyata untuk Modal Pilkada dan Ajak Suami Korban Jadi Cawabup Bandung Barat

Vicky Prasetyo dituding melakukan penipuan terhadap seorang perempuan bernama Nunun Lusida. Ia juga menjanjikan suami korban maju jadi cawabup Bandung Barat.
Peringatan Keras Pramono, Larang Ormas Razia Rumah Makan Selama Ramadhan

Peringatan Keras Pramono, Larang Ormas Razia Rumah Makan Selama Ramadhan

Pemerintah Provinsi DKI berikan peringatan keras terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) di Jakarta selama bulan Ramadhan.
Sambut Lebaran, Koleksi Hampers Cantik Berisi Cookies dan Bolen Laris Manis

Sambut Lebaran, Koleksi Hampers Cantik Berisi Cookies dan Bolen Laris Manis

Menjelang hari raya Idul Fitri yang penuh kemenangan, tradisi berbagi kebahagiaan melalui hantaran atau hampers kembali menjadi tren yang dinanti.
Jelang Ramadhan, Warga Jember Demo Tuntut Toko Miras Ditutup

Jelang Ramadhan, Warga Jember Demo Tuntut Toko Miras Ditutup

Menjelang Ramadan, gelombang tuntutan muncul di Kabupaten Jember. Warga mendesak penutupan toko penjual minuman beralkohol yang dinilai meresahkan masyarakat.
Apakah Penggunaan Obat Aman Saat Berpuasa, RSUD Sulbar Beri Edukasi

Apakah Penggunaan Obat Aman Saat Berpuasa, RSUD Sulbar Beri Edukasi

Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat, memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara penggunaan obat yang tepat selama menjalankan ibadah puasa.

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes, Berawal dari Alasan Pengobatan

Kronologi dugaan pencabulan santriwati oleh pengasuh ponpes di Jepara terungkap. Kasus disebut terjadi berulang sejak 2025 dan kini ditangani polisi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT