Bisakah Tanda-tanda Lailatul Qadar Terlihat?
- freepik/GarryKillian
Lailatul Qadar itu ada hanya sekali dalam setahun, dan hanya khusus terdapat di bulan Ramadhan serta hanya ada di sepuluh malam terakhirnya, tepatnya hanya satu hari saja dan tidak akan pernah berpindah harinya.
Namun, tidak ada satu orang manusia pun yang tahu lailatul qadar jatuh di malam yang mana dari sepuluh malam tersebut. Yang diketahui hanyalah bahwa ia jatuh di malam ganjil.
Namun, terkadang lailatul qadar itu bisa dilihat tandanya bagi orang yang diberi taufik oleh Allah SWT untuk melihat tandanya. Dahulu para sahabat radhiallahu anhum juga berdalil dengan beberapa jenis tanda.
Meski begitu, bagi umat muslim yang beribadah pada malam Lailatul Qadar dan tidak melihat tanda apapun, bukan berarti tidak akan mendapatkan keutamaannya.
Jika seseorang mengisi malam lailatul qadar dengan ibadah karena iman dan mengharap pahala ia akan mendapatkan ganjarannya, walaupun ketika itu ia tidak mengetahui. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam di malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat lain:
من قامها ابتغاءها ثم وقعت له غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat malam di malam lailatul qadar dan berharap mendapatkannya, akan diberikan padanya ampunan dosa yang telah lalu dan akan datang”
Dikutip dari nu online, beberapa ulama misalnya Imam Ibn Jarir at Thabary (w. 310 H), dan Syekh Ibnul Araby (w. 543 H), sebagaimana dikutip al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalany (w. 852 H) berpendapat bahwa mendapatkan Lailatul Qadar tidak harus merasakan dan menjumpai fenomena ajaib.
Orang yang Qiyam Ramadan dan tidak merasakan sentuhan malaikat, misalnya, tetap memperoleh anugerah Lailatul Qadar, walaupun tidak sesempurna umat yang merasakannya.
Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalany (Kitab Fathul Bary Syarah Shahih al-Bukhari, juz 5 halaman 231, cetakan Dar al-Kutub al-Ilmiyyah) menyebutkan perbedaan pendapat para ulama mengenai Lailatul Qadar yang mempunyai tanda pengenal atau pun tidak.
Load more