Bisakah Tanda-tanda Lailatul Qadar Terlihat?
- freepik/GarryKillian
Namun, pada umumnya ulama menyatakan Lailatul Qadar itu memiliki tanda yang dapat dikenali. Ulama yang menyatakan bahwa Lailatul Qadar itu mempunyai tanda pengenal menyebutkan beberapa tanda, yaitu:
- Terlihat segala sesuatu dalam keadaan bersujud
- Pancaran cahaya di setiap tempat hingga tempat yang gelap
- Terdengar ada salam atau komunikasi dari malaikat
- Doa yang terkabulkan,
Selain itu, disebutkan juga para malaikat akan datang bergelombang dan mengucapkan salam pada kaum muslimin yang taat, dari permulaan malam hingga terbitnya fajar. Malaikat Jibril pun akan menyalami tiap kaum muslimin, tanpa ada yang ketinggalan.
Syekh Fakhruddin ar-Razy seorang ulama pakar tafsir yang wafat pada 606 Hijriah (Tafsir al-Kabir, juz 11, halaman 234, cetakan Dar Ihya Turats Arabi) menyebutkan tanda bahwa Jibril menyalami kalangan yang taat, yaitu kulit merinding, hati menjadi lembut, dan air mata menetes.
Sementara itu, Imam Ibn Jarir At-Thabary menyatakan, "keseluruhan tanda itu bukan sesuatu yang pasti terjadi, dan untuk disebut telah berhasil mencapai Lailatul Qadar itu tidak dipersyaratkan harus melihat dan mendengar sesuatu."
Lanjutannya, Imam at-Thabary menyatakan bahwa tanpa melihat tanda lailatul Qadar pun manusia yang beribadah di malam Lailatul Qadar tetap memperoleh pahala keutamaan Lailatul Qadar.
Kiai Ahmad Asymuni Petok Kediri (w. 1442 H) dalam kitab "Tafsir al-Qadr" mengutip pernyataan berikut,
ويحصُل فضلُها لِمن أحْياها وإِنْ لم يشعُر بها، ونفْيُه محمولٌ على نفْي الكمالِ، ومَن صلّى العشاءَ في جماعةٍ فقدْ أخذَ حظَّه مِنها
"Keutamaan Lailatul Qadar telah tergapai bagi sesiapa yang menghidupkannya, walaupun ia tidak merasakannya. Penegasian capaian itu diarahkan pada ketiadaan kesempurnaan pencapaian. Sesiapa yang shalat Isya berjamaah, maka sungguh ia telah memperoleh bagian (keutamaan) Lailatul Qadar."
Syekh Muhammad Nawawi Banten yang wafat pada 1314 Hijriah (Kitab Nihayatuz Zain, Surabaya, al-Hidayah, halaman 198) ketika menyebutkan menghidupkan lailatul qadar menyebut ada ada tiga strata
وَمَرَاتِبُ إِحْيَائِهَا ثَلَاثَةٌ عُلْيَا وَهِيَ إِحْيَاءُ لَيْلَتِهَا بِالصَّلَاةِ وَوُسْطَى وَهِيَ إِحَيَاءُ مُعْظَمِهَا بِالذِّكْرِ وَدُنْيَا وَهِيَ أَنْ يُصَلِّيَ الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ وَالصُّبْحِ فِي جَمَاعَةٍ
Load more